
Derrek menghentikan laju mobilnya dengan segera, ia menoleh ketika Day yang melihat sosok Will tampak siap membunuh anak buahnya..
Tubuh Day gemetar....
Entah mengapa....dia tau kalau Will sudah mengeluarkan senjata dia pasti membunuh hingga Day merasa takut, ia pernah melihat peristiwa yang sama ketika di atas kapal...dan memutuskan kalau ia tak bisa menyaksikan pembunuhan di depan matanya...
''Kau mau kemana Day.....''
''Aku ingin keluar Derrek, bagaimana kalau Will membunuh mereka..bagaimana kalau.....''
Day membeku ketika bahunya di pegang erat oleh pria yang berada di hadapannya dengan sedikit keras...
Mata Derrek menajam..
''Dan apa yang akan terjadi selanjutnya Day...dia akan membawamu ke kapal dan kembali mengurungmu apa kau mau itu terjadi...''
Mata Dayse memerah, ia hampir menangis...
''Derrek aku hanya.....''
''Dia pria yang kejam, jika dia membunuh maka itu adalah jiwanya..jika kau menemuinya sekarang itu artinya kau sudah menyerahkan hidupmu...lalu bagaimana denganku...?aku ingin kita segera menikah Day...aku mencintaimu...lupakan pria kejam itu...terserah jika dia mau memb*nuh...lalu memb*nuh lagi itu bukan urusanmu...kau telah meninggalkannya dan bisakah kau...memegang janjimu Day...'' tatap Derrek mencoba mempengaruhi Day...
Tentu saja..Derrek terlanjur mencintai Day dan dia tidak akan menyerah...pria itu tak akan pernah bisa memiliki Day lagi..
Dan........
Kata-kata Derrek mampu membungkam Day, yah..kata-kata Derrek benar...jika dia turun maka selamanya, Will tak akan melepaskannya lagi...pemasangan GPS itu saja membuat Day sangat syok...karna Will mampu melakukan hal yang mengerikan bagi dirinya dan Day tak akan pernah menunjukan wajahnya di hadapan Will..
Will adalah masalalunya...hanya masa lalu yang tak akan pernah kembali...tidak akan kembali...airmata Day menetes entah kenapa,....dan saat itulah Derrek meraih tubuh Day untuk memeluknya dengan erat....
''Semua akan baik-baik saja sayang, kau tidak akan bersama pria kejam itu, tempatmu adalah disini bersama denganku....aku mencintaimu Day...aku bisa membahagiakanmu lebih darinya...''bisik Derrek dengan sangat serius..
Setelah merasa tenang....Day akhirnya menurut, ketika mobil Derrek perlahan meninggalkan parkiran restoran,..Day masih melihat Wil terlihat berteriak dengan frustasi,....ia terlihat sangat marah hingga Day tak mampu melihat situasi itu lagi dan memalingkan wajahnya....ia memilih tidak melihat Will lagi.......
*****************
''Bagaimana bisa kalian kehilangan Day...bagaimana bisa kalian sangat terlambat....'' teriak Will dengan keras...hingga pistol itu sudah mengarah pada tubuh anak buahnya..
Will benar-benar kehilangan kesabaran menghadapi kenyataan kalau anak buahnya gagal menemukan Day....
''Tuan Will kami sudah sampai tapi nyonya telah pergi, dan menjatuhkan gps yang di pasang tuan..''
''Bagaimana sekarang hah..bagaimana mencarinya.....katakan atau aku akan menembak kalian semua.....'' teriak Will dengan sangat murka.
__ADS_1
Seorang anak buahnya...menundukan kepala di hadapan Will dengan gemetar menyadari jika ia salah bicara maka dia akan mati..
''Tuan Will, kita bisa meminta bantuan tuan Damian atau tuan Mark bukankah mereka bisa membantu kita..''
Will terdiam, mengapa dia tidak memikirkn itu sebelumnya...?
''Nyonya Dayse keluar dari restoran mengguakan penyamaran karna itu kami tak bisa menemukannya tuan WIl, mohon ampuni kami...'' ucap sang anak buah dengan wajah yang tertunduk,...
Will menghela nafas....ingatannya terbang pada sosok wanita yang tadi sempat di panggilnya, lalu kembali menghela nafas, apakah sebenarnya tadi adalah Dayse yang melintas di hadapannya..
Will sempat memanggil seorang wanita yang melintas namun ketika ia ingin mendekat alaramnya berbunyi dan Will mengurungkan niatnya mendekati wanita ini..
Will mengepalkan tangannya...ia lalu menatap wajah anak buahnya satu persatu...
''Kalian harus menyelidiki jejak istriku sampai ketemu kalau tidak maka semua tak akan baik-baik saja...''
''Baik tuan Will...''
Will lalu melangkah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kawasan restoran dengan cepat,...sedangkan para anak buahnya menyusul dengan berpencar demi mencari jejak sang nyonya..
***************
Mobil berhenti di halaman rumah Dayse...dan Derrek tersenyu..
''Yah...aku kembali ke rumah....''ucap Day menganggk sambil menatap ke luar jendela,..
Derrek menggenggam jemari Day dan meminta wanita itu berbalik kepadanya,...
''Day...aku rasa ini waktu yang tepat bagimu untuk jujur pada kedua orangtua dan kakakkmu kalau kau telah menikah namun di bawah ancaman mafia yang kejam...aku rasa mereka akan mengerti jika kau menggugat cerai...''
Dayse terdiam, sesungguhnya ia masih meragu jika harus mengatakan jujur tentang pernikahannya ia takut ayah dan ibunya kecewa,..ia sungguh takut jika mereka akan marah..apalagi dia menikah dengan pria yang sebenarnya adalah mafia...Day takut sekali namun jika dia terus menutupinya sampai kapan...Day tak akan bisa memulai hidup yang baru, dan hubungan yang baru jika yang lama belum selesai...
dan ia dan Derrek tak akan bisa bersama...
''Aku akan mencoba dan aku akan melihat reaksi mereka pada berita ini..aku takut pada ayah..''
''Kau sudah dewasa Day, cepat bicarakan ini lalu aku akan datang dan melamarmu Day...kita akan menikah dan hidup bahagia...''
Day mengangguk patuh...
''Aku akan mencoba Derrek, baiklah aku harus turun....''
Ketika Day hendak turun..Derrek menarik tubuhnya dan hendak menciumnya namun...Day berusaha menepisnya hingga wajah Derrek terlihat kecewa...
__ADS_1
''Jika aku sudah bercerai maka kita bisa melakukan itu, aku hanya sedang bingung saat ini Derrek...bisakah kau mengerti...''
Derrek berusaha tersenyum walau ia terlihat kecewa..tentu ia kecewa...hampir saja mereka berciuman tapi....gagal...
''Baiklah aku akan sabar menunggu Day...''
''Terimakasih Derrek, aku mencintaimu...''
''Aku juga mencintaimu Day...''
Derrel akhirnya hanya bisa melihat Day turun dari mobil, lalu melambaikan tangan hingga Day pergi dari sana...
Sementara itu Day masuk ke dalam rumah dan tertgeun melihat sang ayah dan ibunya sedang duduk dengan santai..inilah waktu yang tepat baginya untuk bicara..
Melihat kedatangan Day membuat Dave dan Maya tersenyum..
''Day.....kau sudah pulang...'' ucap sang ayah tersenyum..
''Ayah, ibu....aku baru saja makan malam dengan temanku,....''
Maya pun tersenyum...sambil menyisipkan undangan dalam amplop...
''Ibu dan Ayah sedang apa....'' tanya Day mendekat...
Minggu depan adalah Aniversary ayah dan ibu sayang, jadi kami mau menuliskan undangan pada beberapa kenalan dan sahabat-sahabat..
Day mengangguk...namun matanya tertuju pada sebuah undangan bertuliskan nama Will...
''Siapa Will, apakah dia teman baru ayah....'' tanya Day dengan hati yang bergetar...
''Yah..dia Will, teman Damian....sayang sekali dia sudah menikah padahal ayah ingin sekali menjodohkannya denganmu...''
Day menghela nafas...pasti bukan Will suaminya, jika dia teman Damian maka itu lebih tak mungkin lagi,...dari mana Damian mengenal Will, lagi pula ada banyak nama Will di dunia ini...Day mencoba berpikir positif...
''Apa kau sibuk besok Day...''
''Tidak aku tidak sibuk....''
''Bagiamana jika kau mengantar undangan tuan Will, sebelum dia dan istrinya kembali ke kota asal mereka...ayah ingin dia hadir di acara ayah dan ibu...''
Day membeku..
''Hah.......''
__ADS_1