
Pagi Hari...........
Danar berada dalam mobil dan terjebak dengan kemacetan yang panjang, pagi ini Danar akan pergi ke kantornya untuk menyelesaikan urusan pekerjaannya, sebelum pertunangan yang akan di lakukan 3 hari lagi dengan Jesika, sebenarnya Danar merasa putus asa, jika saja ia menemukan Ana, jika saja...Ana ada di hadapannya sekarang maka Danar akan melepaskan Jesika, melepaskan pertunangannya tanpa sedikitpun kompromi..persetan dengan nama baik dan kekayaan toh..ia sudah mendapatkan segalanya...pria itu mengusap wajahnya dengan kasar...saat ini ia hanya mengharapkan keajaiban..
Entah mengapa pagi ini sangat menguji kesabaran dengan besar, selalu begitu dan Danar merasa sungguh kesal, ia lalu membuang pandangan dengan asal ke sekelilingnya banyak wajah-wajah bosan sepertinya yang lelah menunggu.
Namun pandangan Danar berhenti pada sosok di balik stir mobil, seorang wanita yang selama ini membuat malamnya tak pernah nyenyak, wanita itu begitu cantik..
Wanita itu adalah Anastasya...??
Danar melebarkan matanya, senyumnya terukir dengan perasaan bahagia luar biasa.
Bunyi klakson mobil di belakangnya mengejutkan Danra, namun ia tak marah..karna perhatiannya tertuju pada mobil milik Anastasya yang melaju mendahuluinya..
''Ana...aku tak salah melihatmu bukan..kau adalah Ana..'' desis Danar dengan mata berbinar, sembari menancapkan pedal gas dan segera menyusul mobil Ana, ia tak ingin tertinggal dan tak ingin kehilangan jejak Ana lagi.
Perasaan Danar saat ini di liputi kebahagiaan yang meluap, bagaimana tidak ia melihat Ana gadis yang begitu ia rindukan selama ini. dan Danar akan memastikan jika ia tak akan kehilangan Ana lagi tidak...........
***********************************
Mobil milik Ana berhenti di depan Butik Diamond miliknya, hari ini ia berhasil membujuk Arkana agar ia yang membawa mobil miliknya sendiri, Ana begitu senang...walau ia masih saja gugup dengan perkataan Arkana tentang rencananya tentang Alex.
Wanita itu mematikan mesin mobil dan hendak keluar dari mobilnya namun pandangannya berhenti pada sosok wanita yang berdiri dengan keangkuhan yang mengakar, berdiri dan menatap ke arah Butik miliknya sambil bersedekap dan dari wajahnya wanita itu terlihat marah...
Ana tertawa kecil ketika ia melihat dengan jelas siapa wanita itu, astaga..Ana tak pernah membayangkan betapa indah ketika ia bisa membalas...
Pintu mobil terbuka ketika satpam di Butiknya yang membuka pintu mobil, Ana keluar dari sana dengan senyuman kemenangan...mendekati Jesika yang berdiri dengan tidak sabar..
Jesika menoleh ketika menyadari seseorang mendekat, namun betapa terkejutnya Jesika melihat justru Ana yang mendekat padanya dengan tatapan tajam,
Anastasya benar-benar telah berubah, seluruh tubuhnya di penuhi dengan barang mahal dan tentu bermerk, sehingga Jesika sungguh penasaran dengan siapa wanita miskin ini menikah...?
''Yah....apa kau sedang mengikutiku..yang benar saja.'' Jesika memutar bola matanya dengan angkuh,
Namun Ana tidak terpengaruh sedikitpun dengan tatapan Jesika yang menghina..
''Jesika, senang bertemu denganmu disini...apa kau mau mengambil gaun.''
''Yah..kau benar jika aku mau mengambil pesanan gaunku yang mahal disini..kau tak perlu tau berapa nilainya karna terlalu mahal...''
__ADS_1
''Ow..benarkah...aku sangat penasaran..kalau begitu aku akan masuk.''
Ana memutuskan untuk melangkah meninggalkan Jesika, namun wanita itu tidak membiarkannya,...
''Yah...aku penasaran, apakah kau menjebak pria tua yang kaya untuk mendapatkan semua kemewahanmu ini...kalau begitu katakan siapa dia, aku pasti mengenalnya..''
Ana berbalik dan tersenyum,
''Kau mau melihat gaunmu bukan....ikut aku..'' desisnya dengan nada dingin..
Jesika mengerutkan dahinya, Ana bersikap seolah dialah pemilik butik, tidak benar bukan..?
Jesika baru saja ingin melangkah namun, sebuah mobil memasuki kawasan butik dan membuat keduanya menoleh, menemukan Danar keluar dari sana dengan wajah yang syok...
Jesika melebarkan matanya, satu pikiran buruk akhirnya muncul di kepalanya...apakah mungkin jika Danarlah yang menjadikan Ana sebagai simpanan..?
Tentu saja Danar kaya dan mampu melakukan itu semua, jemarinya terkepal ketika emosinya memuncak...apalagi tatapan Danar saat ini seperti pria yang kehilangan jiwa, menatap Ana dengan tatapan memuja..
Ana membeku melihat sosok Danar yang entah dari mana muncul disini, ia bahkan tidak pernah memberitahu tentang Butik ini kepadanya..
Ana terdiam ketika ia kehilangan kata-kata..
Danar mengambil jemari Ana dan menggenggamnya seolah hanya mereka di dunia ini, mengabaikan sepenuhnya akan kehadiran Jesika yang sedang marah..
''Ana....aku mencarimu kemanapun, ternyata kau disini...''
Ana menurunkan pandangan dengan sangat dingin ketika melihat pegangan Danar kepadanya..
lalu pandangannya naik dan menatap Jesika yang menatapnya tajam.....Ana tersenyum..
''Tuan Danar...aku pikir kau melupakan tunanganmu disini...''
Danar lalu menoleh dan mendapati Jesika yang menatap dengan pandangan cemburu yang membakar..
namun Danar tidak perduli sedikitpun lalu kembali menatap Ana..
''Aku ingin bicara kepadamu aku...ingin kita bicara Ana...''
Danar sangat berharap jika Ana menjawab ya, dan ia akan melakukan apapun demi kesempatan itu..
__ADS_1
Ana tertawa lalu merasa senang melihat Jesika yang cemburu..
''Tuan Danar bagaimana jika kita bertemu nanti, aku akan menghubungimu atau aku sendiri yang akan mendatangi perusahaanmu...tapi untuk sekarang, aku ingin bicara dengan tunanganmu bagaimana...''
''Dia bukan tunanganku lagi...''
''Sstt....jangan keras-keras..bisakah tuan Danar pergi sekarang, aku berjanji akan menemuimu.''
Ana tertawa lagi dan merasa puas melihat wajah Jesika yang merah padam..
''Baiklah tapi Ana...aku akan menunggu kesempatan darimu..''
''Tentu saja..'' Ana tersenyum meyakinkan.
Danar akhirnya menyetujui keinginan Ana dan kemudian memilih pergi meninggalkan Butik itu tanpa sedikitpun perduli kepada Jesika..
Mata Jesika menjadi panas.....namun ia menahan diri dari luka hatinya yang dalam,...Ana sengaja membuatnya cemburu..Anastasya wanita tak tau diri ini memang adalah simpanannya, dan saat ini dia pasti akan memanfaatkan Danar..
''Kau sangat menjijikan Ana...yah..aku tak heran karna kau berasal dari kalangan miskin jadi,.. obsesimu menjadi seorang wanita yang kaya raya membuatmu rela menggadaikan dirimu..kau tidak tau malu...''
Ana menutup senyumnya dan mendekati Jesika sementara, beberapa karyawan tampak saling berbisik, dan Widya hanya menunggu isyarat dari sang nyonya...
''Kau tidak juga belajar untuk menjaga mulutmu Jesika, kau tau jika aku bisa saja menghancurkan rencana pertunanganmu bahkan mungkin saja Danar akan meninggalkanmu.''
Jesika tertawa keras......
''Pelac*r sepertimu tidak punya kekuatan apapun untuk menghancurkan aku...kita berbeda dalam hal kelas, meski kau sekarang memakai pakaian mahal..tak akan mampu menutupi lumpur di dalam dirimu karna apa..kau berasal dari sana...''
Ana terbakar amarah mendengar Jesika masih saja berani menghinanya,
Ana mengulurkan tangannya dan Widya mengerti apa maksud sang nyonya..
Widya membawakan gaun mahal yang akan di pakai Jesika di hari pertunangannya,...hingga gadis itu menjadi histeris..
Gaun itu sangat indah berwarna putih dengan berbagai payetan yang rumit, serta taburan kristal mahal dan unik, gaun yang menjadi kebanggaan Jesika itu kini berada di dalam genggaman Ana..
''Apa maksudmu dengan gaunku Ana.......''jerit Jesika dengan mata berkaca-kaca..
Ana tersenyum...........
__ADS_1