
Semua ucapan selamat mengalir kepada Damian yang hanya tersenyum penuh haru, sementara itu Diza mulai bergerak mundur dengan perlahan dan entah mengapai ia mulai takut, dan Mark menyadari Diza yang melangkah meninggalkan kerumunan dengan alasan dia sedang ujian semester...dan berjanji akan kembali...
Alex menatap Mark dengan penuh rasa bangga, sbentar lagi Mark juga akan menjadi menantu kebanggannya,..
''Mark terimakasih kau sudah menolong Aley...''
Mark tersenyum dan menunduk hormat kepada Alex...
''Bukankah aku akan menjadi adik ipar Damian, dan menantu papa...'' ucap Mark dengan percaya diri..
Alex tersenyum bahagia...ia sudah bisa tenang melihat putra dan putrinya memliki pasangan yang sesuai dengan keinginannya....dan hidupnya benar-benar bahagia...
''Tentu, papa akan menyerahkan keputusan di tangan kalian......''
Mark tersenyum lalu menunduk lagi..kali ini Alex mengerutkan kening..
''Ada apa..''
''Jika boleh...aku ingin menikahi Diza secepatnya papa, aku sungguh-sungguh tak ingin kehilangan dirinya..''ucap Mark dengan sopan..
Alex hanya tersenyum dan mengangguk...
''Maka itu yang akan kau dapatkan Mark..'' janji Alex tajam.
Mark tersenyum dengan penuh kemenangan.....
++++++++++++++++++++++++++
Aleysa membuka mata dan menjadi panik ingatan terakhirnya adalah....Damian tenggelam karna itu tangisannya pecah dan mengejutkan Damian dan ke empat orangtua yang menjaganya,...ingatan Aley telah kembali dan ia merasa sungguh berdosa kepada Damian karna membuat sang suami menderita..
''Damian.....Damian.......'' tangis Aley dengan histeris...
Damian sedang makan, namun langsung melompat dengan cepat mendekati ranjang dan menatap mata sang istri...
Sementara para orang tua hanya saling menatap dan menyaksikan drama di hadapan mereka dengan senyuman geli...
Astaga..........
Airmata Aley mengalir deras, ia merasa sesak melihat Damian berdiri di hadapannya dengan tatapan beku dan bingung...
''Damian...kau tidak......''
''Aley kau sudah sadar sayang...''
Damian menghambur dan memeluk tubuh Aley dengan kuat, bahkan mendekapnya dengan penuh cinta...
''Aku mencintaimu Damian, dan aku sudah ingat semuanya maafkan aku...''
Damian benar-benar terkejut, menjauhkan tubuh Aley sebentar dan menatap mata wanitanya yang masih menangis..
''Kau.....sudah mengingat semuanya..''
''Yah...aku ingat segalanya..Damian..'' ALey tersenyum di wajah cerahnya...
''Bagus.......''
__ADS_1
Damian mendekatkan wajahnya dan seketika melum** bibir Aleysa dengan penuh gairah yang tertahan...Aley menerima ciuman Damian tak kalah panas, bibir mereka saling berpagutan menyesap dengan penuh hasrat..
Sementara para orangtua hanya bisa menggelengkan kepala, menyadari kalau dulu mereka juga melakukan hal yang sama...
**********************************
Diza sudah tidak ke kampus selama 3 hari...ponselnya ia matikan dan memang ia sengaja menghindari Mark..gadis itu telah merencanakan kepergiannya bersama seorang gadis temannya, karna itu hari ini dia akan meminta ijin..
Diza keluar dari kamar dan mencari sang papa...karna ia tau jika mama ada dirumah ibu Ana untuk menemani masa kehamilan kak Aley,...para orangtua begitu sibuk..
Diza tersenyum ketika melihat sosok ayahnya sedang duduk membaca majalah bisnis di teras rumah... dengan pelan, Diza mendekati sang ayah dan memeluknya dari belakang dan mencium pipinya..
''Diza sayang........'' bisik Alex menyambut tubuh putrinya yang jatuh di pangkuannya dan memeluknya..
''Papa.......'' ucap Diza memeluk Alex dengan manja. membiarkan cinta pertamanya itu membelai rambut panjangnya..
''Ada apa....''
''Aku mau minta ijin papa........''ucap Diza mulai merajuk..
''Minta ijin kemana.....''
''Luar negri...'' bisik Diza lembut di telinga sang papa...
''Hah.....bersama siapa....'' tatap Alex terkejut..
Diza memutar bolamatanya sambil memikirkan alasan..
''Beberapa temanku papa, ada acara ulang tahun salah satu temanku dan dia memilih merayakannya di luar negri, aku....telah berjanji kepada mereka kalau...aku ikut...''
''Baiklah berapa lama kau disana......''
''Cuma dua minggu......''ucap Diza membujuk...
Kali ini Alex benar-benar terkejut...
''Dua minggu Diza....'' suara Alex meninggi tak rela..
Namun bukan Diza namanya kalau ia tidak pandai membujuk....
''Papa......ayolah....hanya sebentar dan aku janji aku akan mengabulkan keinginan papa...''
Alex berpikir sebentar dan menatap sang putri bungsu dengan tajam...
''Ingat kau sudah berjanji..dan aku tidak mau tau kau harus menepatinya...''
''Aku benar-benar berjanji papa..''
''Baiklah.........berhati-hati disana dan selalu memberi kabar...lalu kapan kau akan berangkat...''
''Malam ini juga papa........'' ucap Diza tersenyum...
Alex terkejut sampai kehilangan kata.....
''Diza.......'' ucap Alex kehilangan kata..
__ADS_1
Diza lalu melompat turun dari pangkuan sang papa....
''Papa....sudah berjanji jadi jangan coba-coba membatalkannya.....'' ucap Diza sedikit melotot...
Diza lalu bergegas sebelum pergi tak lupa ia mencium pipi papanya dan melesat menuju kamar untuk Packing...
Hati Diza sudah bulat dengan pergi, ia akan benar-benar meninggalkan negara ini dan menjauh..rencana Diza adalah dia pergi dan akan menjauh dari semua orang apalagi Mark..tak ada yang bisa menghalanginya...
********************
Malam pun tiba........
Mark baru saja keluar dari ruang operasi dan melangkah menuju ruangannya ketika sebuah telp benar-benar mengejutkan dirinya...
Mark keluar dari ruangannya dengan segera, tidak menunggu....pria itu lalu melangkah menuju mobil dan kembali menelfon anak buahnya...
''Aku ingin kalian melakukan sesuatu, aku tak ingin ada kesalahan..........''ucap Mark dengan dingin....
Pria itu segera mendekati mobil dan melangkah membuka pintu mobil dan segera melaju meninggalkan rumah sakit dengan segera...
*******************
Diza tak mengerti mengapa dari tadi ada beberapa mobil yang mengikuti mobilnya..ia sedikit panik namun mencoba menguatkan diri..ia semakin menancap gas dan semakin menjauh...
Namun tak lama, beberapa lama kemudian mobil berwarna hitam itu segera mengikutinya dengan cepat dan melewati mobilnya dengan mudah..
Diza menghentikan mobilnya dengan mendadak dan begitu terkejut melihat beberapa pria berbaju hitam keluar dari dalam mobil di depannya dan mendekatinya..membuka pintu dengan paksa dan...menariknya keluar dari mobil..
Diza begitu ketakutan..hingga ia menangis histeris namun di saat para pria itu akan membawanya ia terkejut ketika sebuah mobil datang dari arah berlawanan....seorang pria keluar dari sana dengan tatapan tajam....
''Lepaskan dia.....'' ucap pria itu dengan tatapan tajam...
Diza tersenyum ketika menyadari sosok yang datang tak lain adalah Dilan...
Jantung Diza berdebar melihat Dilan berdiri di hadapannya dengan tatapan beku......sementara para pria itu saling menatap satu sama lain..
Situasi menegang.....Dilan datang juga membawa beberapa anak buahnya...
''Maaf tuan Dilan tapi kami tak bisa melepaskan nona Diza...'' ucap salah seorang pria yang memegang tangan Diza....
Dilan mengepalkan tangannya.....ia mendekat,....
''Apa maksudmu siapa yang menyuruhmu melakukannya siapa.......''
Dilan memegang tangan Diza.....
Saat itulah sebuah mobil tiba-tiba berhenti langi dan sosok Mark keluar dengan tatapannya yang bgitu tajam..ia mendekati Dilan dan Diza lalu menarik tubuh Diza ke sisihnya....hingga Dilan terkejut...
''Mark.......''
''Dia Milikku....bukan milikmu, Dilan.....'' Mark tersenyum dengan wajah yang beku....
''Apa maksudmu Mark.....'' desis Dilan mengepalkan tangannya.....
Saat itu juga Mark merangkul tubuh Diza dengan posesif di hadapan Dilan.....
__ADS_1
Deg!!!!!!