Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dayse Pulang


__ADS_3

Dayse berlari sekuat tenaga di sekitar pelabuhan dan akhirnya menjadi bingung sendiri ketika berada di parkiran mobil..sementara ketika ia menoleh, beberapa pria yang merupakan anak buah Will mengejarnya, Dayse menjadi bingung sendiri dan mulai menundukan tubuhnya sejajar dengan beberapa mobil yang tampak ada disana..dan akhirnya ia mulai memilih mobil secara acak untuk di naiki, Dayse membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalamnya, lalu bersembunyi di dalam mobil.


Sementara beberapa anak buah Will menjadi putus asa karna mereka tidak menemukan sang nyonya yang itu berarti semua tidak akan baik-baik saja... tuan Will akan marah...


+++++++++++++++


Will menutup telp ketika ia telah berbicara dengan teman baiknya, ia lalu menatap para anak buahnya dengan pandangan tajam..


''Dimana istriku dimana dia....''


''Maafkan kami tuan Will, tapi nyonya Dayse tidak di temukan sama sekali..kami sudah berusaha mencarinya tapi.''


Will begitu murka dan mulai menghajar satu persatu anak buahnya dengan kekuatan penuh, beberapa dari mereka harus rela jatuh dan berdarah tanpa mampu melawan,....Will kemudian menarik pistolnya dan mengarahkannya lurus kepada para anak buahnya dengan tatapan tajam..


''Cari istriku sampai ketemu periksa semua cctv yang ada aku tak akan pernah mengampuni kalian kali ini....''


''Baik tuan,....'' seru mereka dengan wajah ketakutan lalu meninggalkan kapal dengan cepat....


Sementara Will begitu putus asa lalu segera menelfon sahabatnya yang memang berada di kota ini...


Aku perlu bantuanmu...bisakah kau membantuku mencari istriku, aku hampir gila karna kehilangannya...


Tentu saja...aku akan membantumu..kapan kau akan kerumahku....


Lusa aku akan kesana, aku harus menyelesaikan beberapa urusanku terlebih dahulu..


Baik, ingat aku menunggumu...


Sampai jumpa..


Will tersungkur jatuh di sofa kamarnya, bagaimana mungkin dia kehilangan Dayse ketika ia mulai mencintai gadis itu.....??


Dayse.....aku pasti akan mencarimu bahkan sampai ke ujung dunia...batin Will penuh janji....


**************


Dayse turun dari sebuah mobil yang di tumpanginya dari pelabuhan dan meminta pria itu menunggunya...sementara Dayse berlari ke arah sebuah rumah besar di hadapannya, bahkan supi itu sempat tak percaya jika Dayse memasuki rumah itu dengan cepat..


Tak berapa lama kemudian Day keluar dengan setumpuk uang dan di berikannya kepada supir itu dengan ucapan terimakasih...lalu Day kembali ke dalam rumah..


Gadis itu kembali membuka pintu dan mengarahkan langkahnya ke atas tangga sebelum sebuah suara menghentikan langkahnya..

__ADS_1


''Siapa kau....siapa......''


Suara wanita itu begitu familiar dan dirindukan oleh Day hingga matanya menjadi panas....Day menoleh dan menemukan sosok sang ibunda Maya menatapnya dengan syok...


''Dayse.......'' ucap Maya dengan suara serak yang menyakitkan...


Maya hampir saja jatuh pingsan melihat sosok sang putri berdiri di hadapannya dengan airmata yang menetes,...


Maya sudah hidup selama 6 bulan ini dengan berpikir kalau Day sudah mati...bahwa anak perempuannya sudah mati bunuh diri ketika ia melakukan kejahatan itu...namun ketika kenyataan ini seperti mimpi tangisan Maya pecah saat itu juga,..


Kasih ibu sepanjang masa...yah,..itulah yang di rasakan Maya saat ini meski ia juga marah dengan perbuatan Day namun jauh di lubuk hatinya kasih untuk sang anak akan selalu ada dan tak akan pernah pudar sampai kapanpun...


''Day........''


''Mah.....Mama.......'' isak Dayse dengan airmata yang menetes, ia menuruni tangga dan berlari menghambur kepada sang ibunda..


Tangisan haru memenuhi ruangan, pelukan itu sangat erat seakan meremukan tulang, namun tidak terasa sakit bagi keduanya...


''Ohh...Day...taukah kau mama hampir mati kehilanganmu, bagaimana bisa kau pergi begitu saja dan menghilang bagaimana bisa kau meninggalkan aku..bagaimana bisa,.....''


''Aku bukan putri yang baik Ma...aku telah melakukan kejahatan besar..aku begitu bersalah dan membuat kalian malu..aku benar-benar menyesal,...''isak Day begitu menyakitkan..


Maya mengangguk....


''Yah...ma....aku minta maaf, aku akan mempertanggung jawabkan segalanya...aku akan mempertanggung jawabkan segalanya....'' bisik Dayse dengan tangisan lega karna ia bisa bertemu dengan keluarganya..


Pada saat yang sama Denis membuka pintu dan tertegun melihat Dayse dengan menangis di pelukan sang ibunda..


dada Denis sepeti di hantam sesuatu yang kuat ia mulai menangis....betapa selama ini ia di liputi rasa bersalah karna kehilangan Dayse...pria itu mengarahkan langkahnya dengan keharuan...


''Day.........''


Dayse menoleh dan tertegun menatap sang kakak yang berdiri dengan penuh airmata...


isakan Dayse semakin kencang saja...


''Kakak........'' bisik Day dengan suara yang bergetar...


''Dayse kau masih hidup.......'' ucap Denis sungguh tak percaya, menurut informasi yang ia dapat..


Dayse menaiki sebuah kapal milik seorang Mafia kejam bernama Will, Denis berpikir Dayse tidak akan selamat dan akan mati...namun ia sungguh tak menyangka kalau Dayse masih hidup...

__ADS_1


''Kakak......'' Dayse berlari dan memeluk sang kakak dengan erat...


''Aku minta maaf...aku sungguh minta maaf Dayse...aku merindukanmu...'' ucap Denis sampai gemetar memeluk sang adik yang begitu nyata di pelukannya saat ini...


''Maaf aku pergi dengan meninggalkan rasa malu kakak, namun aku akan bertanggung jawab atas segalanya...aku sungguh merindukanmu kakak..'' tangis Dayse sungguh menyesal...


+++++++++++++++++


Diza menuruni tangga dengan rasa pusing di kepalanya, sejak kemarin tubuhnya mendadak lemas,...ia hanya ingin tiduran dan malas untuk ke kampus...bahkan untuk makanpun ia sangat malas keluar kamar...


sepertinya lambungnya juga memiliki masalah karna sejak tadi..ia mulai mual..


Mark menoleh pada sosok Diza yang menuruni tangga dengan mata yang tertutup..tadi sebelum bangun, Mark berulangkali melihat Diza sedang gelisah dan hal ini membuatnya sedikit curiga...apa yang sedang terjadi mengapa Diza mengalami perubahan yang aneh....?


Mark mencoba mengabaikan pikirannya karna Diza selalu meminum obatnya dengan benar bukan....?


Pada saat yang sama, Diza mulai mengalami mualnya...dan berlari menuju wastafel hal itu membuat Mark seketika terkejut dan berlari mengikuti Diza..membiarkan Diza mem*ntahkan semua yang ia makan tadi, pria itu mengeraskan wajahnya...


Diza membasuh wajahnya dan menaikan tatapannya menatap pantulan cermin dimana Mark menatapnya dengan begitu tajam...


Tubuh Diza melemah saat itu juga,.....


''Mark.........''


Pria itu memejamkan matanya berusaha kuat menahan amarahnya...


''Kau tidak minum obatnya Diza.......?" suara dingin itu membuat Diza gemetar...


Wajahnya memucat ketika ia baru sadar tatapan menuduh Mark saat ini yang sungguh mengintimidasinya dengan sangat besar...


''Mark...''


''Katakan kau tidak meminum obatnya, dan sengaja membiarkan dirimu hamil...'' suara Mark meninggi di tengah ruangan...


Deg!!!!


Airmata Diza menetes di wajah syoknya...ia menundukan wajahnya sembari tangannya gemetar memeluk perutnya...


Oh ya ampun..apakah dia benar-benar hamil...?


Mark begitu marah dan menarik tubuh Diza..

__ADS_1


''Ikut aku Diza...kita harus benar-benar memeriksanya....'' ucap Mark menggertakan gigi...


''Tidak Mark.......'' jerit Diza menolak...


__ADS_2