
Ana mengangkat gaun itu tinggi-tinggi dan mengambil gunting yang di berikan Widya kepadanya kemudian...
Srakkk!!
Gaun mahal itu sobek dari bagian atas sampai bawah, Jesika melebarkan matanya dengan pandangan syok.. Ana terus menggunting gaun itu hingga menjadi potongan-potongan kecil..
Jesika meradang...
''Apa yang kau lakukan wanita murahan...'' jerit Jesika histeris
Gaun itu adalah gaun yang paling indah, Jesika bahkan sudah membayangkan jika ia akan menjadi seorang putri yang cantik di hari pertunangannya, Jesika bahkan membayangkan jika mata semua orang akan memberi pujian tertinggi kepadanya, tidak..mengapa malah semua hancur di tangan Ana...??jemari Jesika sudah gemetar tak mampu menahan diri.
Ana menatap puas lalu mendekati Jesika dengan senyuman puas..
''Aku pastikan semua yang telah kau lakukan padaku akan kau bayar dengan mahal Jesika, aku tak pernah main-main..''
''Aku bisa menuntutmu Ana...''
''Silahkan...akulah pemilik butik ini dan aku akan menghadapimu sekarang atau nanti..'' Ana tertawa sinis..
''Pemilik Butik...? yah....apa kau sedang bercanda...''
Ana tersenyum lalu melirik salah satu anak buahnya yang berjaga tak jauh dari tempat mereka berdiri, pria itu menunduk hormat kepada Ana..
''Nyonya Ana...apa yang harus saya lakukan...''
Jesika melebarkan pandangannya, menyadari bahwa sedari tadi para pegawai dan beberapa pria seperti bodyguard menjagai Ana, siapa sebenarnya orang di balik Ana..? siapa...?
Jesika sungguh tak bisa berpikir jernih, namun ia akan mencari tau segera.....
Ana mendekati Jesika lalu melemparkan sebuah cek kosong dan melemparkannya ke arah Jesika..
''Tulis nominal kerugianmu disini, aku akan menggantinya dengan segera...''
''Aku akan mengingat hari ini Ana..''
''Tentu saja Jesika...Ana lalu menatap anak buahnya...singkirkan wanita ini dari Butikku, dan aku tak ingin jejaknya ada di tempat ini.....''
Jesika hanya mengerang kesal dan menginjak-injak cek yang di berikan Ana....
''Kau pikir aku...akan membiarkan semua perlakuanmu Ana, aku tidak jatuh miskin hanya karna sebuah gaun..''
Ana tersenyum mengerti....lalu melirik Widya untuk memungut cek itu..
''Nyonya Ana.....''
''Aku memberikan hadiah cek itu kepada kalian semua, tulis angka berapapun dan aku...akan memberikan uang itu untuk kalian..''
Wajah Widya dan beberapa pegawai yang hadir tampak bersemangad mereka lalu menundukan kepala dengan ucapan terimakasih.......
__ADS_1
''Nyonya baik sekali..........''
Ana tersenyum dan mengarahkan tatapan tajam kepada Jesika yang hanya berdiri tanpa perlawanan........
*************************************
Danar membeku melihat sebuah majalah bisnis yang di bacanya pagi ini, hatinya bergetar melihat majalah utama hari ini terlihat di cover depan majalah itu seseorang yang begitu ia rindukan selama ini, matanya basah dengan tatapan yang hancur..ia tentu tau siapa pria yang memeluk tubuh wanita yang begitu ia rindukan...
*Mr. James Arkana & Mrs. Anastasya Arkana*
Begitulah judul yang di tulis majalah bergengsi itu, jadi Ana telah menikah dengan tuan Arkana, seorang mafia yang begitu kejam dan di segani di dunia bisnis gelap. bagaimana mungkin...?
Tuan James Arkana, pria yang kejam dan berdarah dingin di dalam dunia bisnis, dan dunia Mafia, Danar pernah beberapa kali bertemu ketika mereka sama-sama menghadiri undangan dari beberapa kolega yang kebetulan mengundang keduanya, sosok Tuan Arkana tidak mudah di dekati pria itu seakan mendirikan tembok pembatas yang tidak semua orang bisa mekintasi untuk dekat dengannya..
Bagaimana bisa Ana mengenal sosok Arkana, bukankah dia bersama dengan Alex, apakah Ana di culik dan mendapat tekanan untuk menikah...?
Jemari Danar tak tahan untuk tidak menyentuh wajah Ana walau hanya di majalah dan tak mampu menahan perasaannya. Ana..bagaimana hidupnya selama ini, apakah dia mendapatkan kekerasan...? apakah dia di perlakukan baik..?
Tapi menyadari sosok Ana ketika berada di Butik Diamond kemarin, dia sangat berbeda..tampilannya berkelas dengan elegan. yah...Ana sudah menikahi seorang Mafia, apakah dia tidak tau suaminya seperti apa...?
Seorang tuan Arkana bahkan tidak memiliki hati untuk mencintai.
Danar menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan menatap ke luar jendela transparan di ruangannya...
''Jika tuan Arkana ingin sesuatu maka dia akan mendapatkannya dengan cara apapun, bahkan tak perduli jika mengorbankan orang yang tidak bersalah......lalu apa hubungannya dengan Ana..mengapa dia memilih menikahi Ana.?
Berbagai pertanyaan mengusik Danar yang pasti ia harus mencari tau....ia tak akan rela begitu saja jika Ana akan menjadi korban dari seorang mafia kejam bernama James Arkana..meski mungkin ia akan mempertaruhkan nyawanya......
Danar memejamkan matanya.....ia sangat merindukan Ana, sekaligus mengkhawatirkan dirinya, Danar akan segera menemui Ana.......
*****************************
Ana keluar dari Butik ketika hari sudah sore namun ia tertegun ketika sampai di depan Butik menemukan mobil milik Arkana terparkir di halaman Butik..
Ada apa Arkana kemari, mengapa dia menjemput Ana...karna yang Ana tau, jika Arkana sangat sibuk. pria itu keluar dari dalam mobil dan tersenyum kepada Ana...
''Sayang....''
Ana menunduk hormat seraya mendekati suaminya yang menatapnya dengan senyuman misterius, hingga Ana berada di dekat Arkana pria itu langsung menarik tubuh Ana mendekat dengan tatapan rindu..
''Aku merindukanmu...sayang.''
"Aku juga merindukanmu sayang."
Ana melonggarkan tenggorokannya dengan gugup, mengapa ia merasakan perasaan yang aneh...apa yang akan terjadi...?
''Baiklah...kita akan pulang...''
''Tidak...aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, masuklah.....''
__ADS_1
Ana menaikan pandangan kepada sosok Arkana yang hanya tersenyum dingin kepadanya...mengapa ia merasa takut....??
Ana hanya menurut ketika pintu mobil terbuka dan Arkana membimbingnya masuk ke dalam mobil...pintu lalu di tutup dan akhirnya meninggalkan kawasan Butik, menuju ke arah luar kota...
Ana sungguh tak tau kemana Arkana akan membawanya saat ini....
''Ehm...kita akan kemana Arkana, ini bukan arah menuju rumah kita......''
Arkana meraih jemari Ana dan mengecupnya perlahan, lalu menatap mata Ana yang sayu dan takut..
''Aku akan memudahkan kau untuk balas dendam pada orang-orang yang menyakitimu, aku merasa gemas jika harus menunggu kau terlalu memakai hati ketika membalas mereka.."
Ana mengerutkan kening...
''Aku tak mengerti.....apa maksudmu Arkana....?''
Arkana lalu menutup senyumnya dengan sorot mata yang dingin...
''Kau akan mengetahuinya nanti.....''bisik Arkana mengedipkan matanya..
Jantung Ana berpacu dengan cepat, entah apa yang ada di dalam pikiran Arkana...apa yang telah dia lakukan...?? mengapa ia merasa takut....??
Akhirnya mobil itu memasuki sebuah gerbang yang mempunyai pagar tinggi..pintu gerbang terbuka otomatis dan mobilpun masuk dan Ana di hadapkan dengan pemandangan beberapa gedung mirip seperti gudang..di sepanjang jalan ada banyak pria bertubuh tegap dan tinggi masing-masing dari mereka menenteng senjata....mereka berjumlah ratusan orang.
Mobil berhenti dan Arkana membimbing Ana keluar dari mobil..
semua anak buah dalam jumlah banyak itu menunduk hormat kepadanya......
''Apakah dia sudah di dalam..''ucap Arkana kepada salah satu anak buahnya...
Ana semakin cemas dengan apa yang akan di lihatnya sebentar lagi...
''Tentu saja tuan Arkana.....kami sudah memberinya sedikit hukuman.....''
Arkana tertawa...
''Bagus....istriku saatnya kau bertemu dengannya..''
Mata Ana berkaca-kaca dengan rasa takut yang besar.....
''Tidak...apa yang sedang kau lakukan Arkana...aku mohon...''
''Kau bisa melihatnya sendiri..''
Arkana menggenggam jemari Ana dan memaksanya masuk kedalam gudang itu...
Pintu terbuka dan Ana membeku melihat sosok yang terikat di kursi tidak sadarkan diri...
''Tidak.......apa yang kau lakukan Arkana....''jerit Ana dengan mata yang basah........
__ADS_1