Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Pertemuan Hangat


__ADS_3

Pria itu tersenyum ketika melihat kedatangan Will, keduanya berpelukan sesaat..


''Damian....aku benar-benar rindu kepadamu kawan...'' ucap Will dengan senyuman yang cerah..


''Sudah lama sekali kita tidak bertemu..apa kabar Will...''


Will mengangkat bahu.......


''Seperti yang kau lihat dariku, aku pria yang hidup di tengah laut....''


''Aku kagum padamu...ayo masuk, orangtuaku sudah menunggu.'' ucap Damian lalu melangkah bersama Will menuju sebuah ruangan dimana disana sudah menunggu para orangtua dan saudaranya...


''Apakah mereka adalah para mafia yang terkenal itu...apakah mereka termasuk tuan James Arkana dan Dave Morgan..tuan Alex Rule, aku tenu mengenalnya.''


''Kau akan terkejut...kita akan menjadi para Mafia yang kuat aku jamin itu Will...''


''Aku tak sabar lagi...'' ucap Will antusias.....


Pintu terbuka lebar dan Will langsung di hadapkan dengan para pria berjas dan sangat tampan, mereka berjumblah 4 orang, dua di antaranya pastilah tuan Arkana dan tuan Dave yang terkenal itu, sementara seorang pria lagi terlihat masih muda, namun usianya berasa di atas Will dan juga Damian..


Will menundukan kepala dengan hormat...


''Selamat datang Will....''ucap Alex dengan nada ramah..


Will kembali menundukan kepala menjawab ucapan Alex Rule dengan penuh hormat..


''Tuan Alex..sebuah kehormatan bagiku bertemu denganmu tuan...''


Alex melirik Dave dan juga Arkana, sementara Will melangkah mendekat dan kemudian menunduk kepada sosok Arkana dan juga Dave dan seorang pria yang tersenyum kepadanya...


''Ini adalah tuan James Arkana, kau pasti sudah mendengar namanya...dan di sampingnya adalah Tuan Dave Morgan, kau juga pasti sudah pernah mendengar namanya...dia mafia yang paling pintar....sementara yang paling tampan ini adalah menantuku dialah Mark Wiley..''


Will menunduk hormat...sungguh satu kehormatan baginya bisa bertemu dengan para Mafia yang terkenal di dunia gelap mereka..


''Sungguh merupakan kebanggaan besar bagiku bertemu dengan para Mafia yang paling terkenal...aku bukanlah siapa-siapa...aku mohon bimbingannya..''


Mereka sontak kagum dengan kerendahan hati Will yang juga terkenal meski anak baru, namun berkat pengawasannya semua pengiriman barang-barang bisa tiba di tempat masing-masing dengan selamat, Will sangat di segani di lautan dan menjadikan Will satu-satunya penguasa lautan yang kejam dan terkenal....


''Kau sangat rendah hati Will...'' ucap Dave merasa senang..


Melihat sosok Will yang terlihat tegas, berwajah garang namun begitu sopan merupakan nilai plus..Dave yakin dimasa depan Will akan menjadi sosok Mafia pengganti mereka yang punya nama dan di takuti..


Merekapun duduk bersama dan mulai saling bercerita....Mark salah satu yang paling antusias di dalam pertemuan ini, bagaimana tidak dia akhirnya menjadi diri sendiri di depan mertuanya..


Mark memang menyembunyikan sisi gelapnya sebagai seorang mafia di depan keluarganya namun tanpa di duga ia malah di pertemukan dengan keluarga baru yang merupakan anggota mafia, sungguh Mark sangat bahagia...


''Aku dengar Dark mengincarmu Mark..'' ucap Will yang telah mendengar isue yang berhembus kencang..

__ADS_1


Mark mengangguk...


''Dia menggunakan Dilan untuk melawanku...''


''Dilan...'' ulang Damian mengerutkan kening,....bukankah Dilan adalah pria yang baik..?


''Tapi mengapa Dilan melakukan itu Mark, kalian bersaudara...'' suara Damian tertelan..


Ketika Mark hanya tersenyum pasrah,..


''Ada hal yang membuatnya kesal Damian, namun jangan kawatir aku bisa menanganinya..''


Arkana menggeleng...


''Dark sangat licik Mark...jika dia mengincarmu maka dia akan menghancurkanmu sampai ke akar...namun kau tidak usah khawatir...kita semua di ruangan ini adalah keluarga jadi...kita akan saling melindungi...''


Will ikut mengangguk...


''Dark punya sebuah kapal besar berisi senjata ilegal yang mempunyai nilai jutaan dollar, kapal itu akan melintas,...jadi ku pikir..ini saatnya memberinya pelajaran....agar dia tidak berani mengganggu Mark atau salah satu dari kita...''


''Bagus Will....kau sangat pintar, aku mulai menyukaimu...oya apakah kau sudah punya istri..kalau belum..bagaimana kalau kau ku kenalkan kepada putriku...dia sangat cantik..''ucap Dave terlihat sangat menyukai Will ia sama sekali tidak membedakan warna kulit mereka namun ia kagum dengan kejujuran dan betapa Will sangat menjunjung tinggi persaudaraan, padahal mereka baru saja bertemu...


''Ide bagus Dave..dengan begitu..keluarga kita akan semakin kuat..'' ucap Arkana lalu di amini Alex, Damian dan juga Mark...


Namun Will hanya tersenyum penuh permintaan maaf, ia sudah punya istri...


Semua yang ada di ruangan itu terkejut hanya Damian yang sudah tau dia menikah walau ia tak tau siapa gadis itu..


''Waaah....kau sudah menikah yah...tapi aku tidak mendengar undangan pernikahan seorang Will, apalagi mendengar kau mempunyai kekasih...'' ucap Alex penasaran...


Will hanya tersenyum,..


''Aku..tak sengaja bertemu dengannya di atas kapal dan..hubungan kami terjadi begitu saja...aku menikahinya meski dia tidak mencintaiku.....dia sangat membenciku..'' Will tampak menghela nafas,...


Dave henya tersenyum...


''Kau tidak sendiri Will kami semua punya pengalaman unik dengan masing-masing pasangan kami....tapi aku akan memberimu saran...''


Hening.....


Will tampak mendengarkan kata-kata Dave dengan sungguh-sungguh...


''Jangan pernah melepaskannya Will, meski dia membencimu jangan pernah menyerah...sedikit menggunakan ancaman aku rasa tak masalah...''


Kata-kata Dave langsung mendapat sambutan tawa renyah dari Arkana, Alex dan juga Mark lalu Damian yang memang juga memakai ancaman...


''Mengapa kalian melihatku seperti itu..'' suara Dave seperti tidak terima...

__ADS_1


''Kau sangat menghayatinya ketika menjelaskan tadi Dave...pengalamanmu paling dramatis...'' sindir Arkana dengan senyuman...


Dave hanya mengangkat bahu....


''Aku tidak menyangkal...wanita akan terlihat mengerikan jika mereka marah..jadi Will, aku rasa kau segera mengalaminya..''


Will mengangguk membenarkan...


''Istriku sedang berada di kota ini dan aku memasang gps pada kalungnya jadi aku rasa aku tenang sekarang....''


''Waaaooww...kau pintar Will...''


Malam itu mereka saling bercerita dan berbagi pengalaman dengan penuh kehangatan dan berjanji akan bertemu kembali kali ini dengan membawa keluarga mereka masing-masing..


Ditengah makan-makan bersama Mark terkejut...ketika memantau cctv rumah dan melihat Diza yang mengendap ingin keluar dari rumah entah kemana..


Mark seketika berdiri,....hingga mengejutkan semua yang ada di ruangan ini termasuk sang mertua Alex..


''Apa yang terjadi Mark...''


''Diza....ingin keluar entah kemana, aku harus pulang papa...'' ucap Mark meraih Jazz nya dan segera pamit sembari menundukan kepalanya dalam-dalam..


''Baiklah..santai saja Mark, mungkin Diza hanya berjalan di taman,....'' ucap Damian menimpali..


Mark menggeleng....


''Aku harus pulang Damian, aku tak bisa tenang melihat saudara kembarmu itu pergi tanpaku...''


Merekapun hanya tertawa, melihat betapa cemasnya Mark...


''Hati-hati Markk..''seru Arkana dan juga Dave..


''Baik paman...''


Mark menepuk bahu Will dan Damian kemudian pergi dari sana.....


''Will...tambahan informasi untukmu, kami para pria yang tunduk pada istri dan posesif,...'' ucap Arkana tertawaa..


Will ikut tersenyum karna dia juga merasakan hal yang sama pada Day meski Day membencinya..


Alarm di ponsel Will berbunyi, pria itu segera melihatnya seketika ia membeku...GPS di kalung Day bergerak keluar dari apartemen hingga Will mengepalkan tangannya...


Will berdiri dan menunduk..


''Maaf...tapi sepertinya aku harus pergi, istriku dia keluar dari apartement sendirian..''ucap Will tak sabar..


Mereka berseru serempak...

__ADS_1


''Hah.......''


__ADS_2