Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dua Pria Patah Hati


__ADS_3

Duduklah Will bersama dengan Damian di pinggir pantai yang sepi sambil masing-masing dari mereka minum minuman beralkohol..dua pria yang begitu putus asa itu sangat terluka karna istri mereka masing-masing...


''Apa Dayse benar-benar istrimu yah....''


Will tersenyum sambil menatap langit malam dan menganggukan kepala....


''Maaf.....bukan maksudku ingin merahasiakan segalanya, aku hanya merasa aku tidak pantas bersamanya dia anak seorang Dave Morgan, sementara di anatara para mafia aku merasa paling banyak kekurangan...


Damian menoleh....


''Tak bisakah kau percaya diri Will, kau adalah pria hebat hanya saja terlalu lama kau berada di atas kapalmu jadi ketika kau berada di lingkungan yang baru rasa percaya dirimu hilang....kau sangat hebat Will dan mengenai Day....kami sudah berteman seumur hidup dan aku mengenalnya aku sangat mengenalnya....saranku kau harus bisa bersikap lebih berani....''


Will menoleh.....


''Berani maksudmu adalah memaksa....tidak Damian, aku lelah jika harus memaksa...di awal hubungan kami selalu ada pemaksaan dan kau selalu membuatnya menangis..aku tak ingin lagi melakukan itu Damian...aku hanya ingin dia mencintaiku dan menerimaku...tapi aku merasa dia tidak mencintaiku...'' Will begitu enggan...


Damian tertawa dengan lepas, menyadari betapa lugunya Will tentang perasaan, meski dia hebat di dunia Mafia namun ia tidak mengerti apapun tentang dunia percintaan...


Damian menyentuh bahu Will dengan tatapan tajam...


''Bukan pemaksaan seperti itu Will.....aku ingin kau meprovokasinya dan membuatnya cemburu..''


''Aku sudah melakukannya Damian...''


''Dan hasilnya...''


''Dia memintaku untuk tidak menyentuh wanita lain selain dirinya...''


''Langkah yang bagus Will, tapi kau sangat kurang memprovokasinya...''


Will mengerutkan kening....


''Lalu aku harus bagaimana Damian...''


Damian tersenyum,....


''Minta anak buahmu menyelidiki setiap kegiatannya dimanapun dia berada kau harus berada di sana dan muncul untuk membuatnya cemburu...buat dia melihat kemesraanmu dengan gadis lain dan buat dia panas Will namun kau harus bisa menahan perasaanmu..jangan perlihatkan perasaan cintamu dan bersikaplah sedingin dan sedatar mungkin...kau juga harus menahan rasa cemburumu karna mungkin kau akan melihat Derrek pria sialan itu....''desis Damian kesal...


''Apa kau mengenal pria itu....''


''Dulu dia begitu mengejar istriku, aku pernah menghajarnya...''


Will tertawa dengan kencang dan mengangguk..ia menatap Damian yang terlihat kacau....


''Aku akan melakukan semua rencanamu Damian dan aku yakin aku pasti akan mendapatkan kembali istriku...''ucap Will semakin percaya diri..


''Bagus,....'' ucap Damian sembari menatap ke arah laut dan kembali meminum wine di tangannya..


Sementara Will menoleh....


''Damian bolehkan aku memberimu saran...''


Damian menoleh....

__ADS_1


''Katakan.....''


''Bagaimana kalau kau jujur kepada ke empat orangtuamu..dan meminta mereka berkerja sama....bagaimana..''


Damian menoleh....


''Apa maksudmu Will...''


Will tersenyum dengan sangat misterius hingga Damian hanya mengerutkan kening ketika pria itu bicara, dan hanya menganggukan kepala ketika Will mengatakan semua isi kepalanya...


Pada akhirnya Damian hanya tersenyum dengan sangat lega di wajahnya....


''Idemu sangat brilian Will,....terimakasih...'' ucap Damian tertawa..


Keduanya menghabiskan waktu dengan minum sampai larut malam...


*************


Dayse turun dari tangga rumahnya dengan sejuta pertanyaan di dalalam kepalanya dan tak berhenti memikirkan semua itu...


Bulan ini ia sudah terlambat datang bulan ada apa..? apakah sesuatu terjadi kepadanya, mengapa terasa sangat aneh...?


Mengapa rasa mualnya lebih sering datang...? Day memeijit kepalanya ketika keringat mulai terbit di wajahnya.....


''Sayang kau pucat sekali....''ucap sang ibu mendekati Day dan menayambutnya di ujung tangga,....


''Tugas kuliahku banyak sekali Bu....dan aku lelah sekali...''


Day menoleh dengan wajah pucat, ia harus jawab apa....?


''Sudah bu, aku baru saja mendapatkannya,...karna itu juga aku merasa pusing...'' Day mulai berbohong....


Maya tersenyum dengan lega..


''Apakah kau mau ke kampus hari ini...''


''Yah...ada ujian hari ini aku tak boleh melewatkannya ibu...''


''Baiklah...supir akan mengantarmu sayang..''


''Yah...''ucap Dayse tersenyum..


**********


Berada di dalam mobil dengan kemacetan yang begitu menjengkelkan Day terperangkap di dalam mobil dengan rasa bosan yang tak mampu di bendungnya....Day lalu membuang pandangan pada lalu lintas yang padat di samping kiri dan kanannya..


sangat padat lalu lintas pagi ini... ketika sedang melihat-lihat pandangan Day jatuh pada sosok pria yang di kenalnya..itu ada Will yang sedaang naik motor bersama seorang gadis yang ia yakini adalah Luna....


Mereka tampak sangat mesra di atas motor...dengan pelukan yang menjijikan di mata Day....


Dayse membuang muka pada pemandangan yang terlanjur menyakitkan untuknya dan memejamkan matanya ketika airmatanya menetes...


Tidak...mereka akan bercerai jadi Will berhak punya hubungan dengan gadis lain bukankah dia punya Derrek,.....??

__ADS_1


Day terus memalingkan wajahnya dari pemandangan paling menyakitkan itu di matanya dan hanya menghela nafas...


Mengapa terasa sakit sekali.....??


*********


Siang ini Day keluar dari kelasnya dan langsung di hadang oleh sosok Derrek yang menatapnya tajam..


''Day......''


''Derrek......''


''Aku ingin mengajakmu bertemu dengan kakakku, orangtua ku sudah meninggal jadi aku menganggap kakaku sebagai pengganti orangtua,....dia ingin bertemu denganmu Day..kau mau kan...''


Deg!!!!


''Baiklah aku mau...'' balas Day mengalah padahal dia sedang tidak enak badan....


Derrek kemudian membawa Day keluar dari kampus dan melangkah ke mobil menuju restoran yang mewah di tengah jantung kota..


Derrek membimbing Day masuk ke dalam resto, dan menemui seorang wanita yang merupakan kakak perempuannya..


Dri jauh wanita itu sudah tersenyum ramah dan menyambut Day...


''Selamat datang sayang.....'' ucap wanita itu ramah...''


''Terimakasih kakak....''


Pada saat Day hendak duduk ia tak sengaja membuang pandangan pada sosok pria di meja paling ujung dan sangat mengenalnya...


Day gemetar ketika ia mengenal dengan jelas pria itu..dia adalah Will bersama seorang wanita baru kali ini lebih elegan dan lebih cantik dari Day...


Pandangan Day menjadi tidak fokus...


''Jadi namaku adalah Clara..aku adalah kakak kandung dari Derrek...aku senang bertemu denganmu Day....''


Day menoleh menatap wanita cantik di depannya ini dengan senyuman...


''Senang bertemu denganmu kakak....kau sangat cantik...''


Dayse tersenyum ramah kepada Clara dan juga Derrek yang menatapnya dengan kekaguman...


''Aku telah mendengar semua cerita Derrek tentangmu Day dan aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu denganmu...aku ingin kau tau jika aku mendukung kalian menikah...segera...''tatap Clara berbinar...


''Menikah....'' ulang Day


Pada saat yang sama ia mengangkat wajahnya dan bertemu dengan tatapan Will yang tajam kepadanya..


Sementara Derrek setengah memeluk tubuh Day dengan erat, dan posesif..


''Kami akan segera menikah kakak....aku berjanji, bukan begitu sayang...'' bisik Derrek sangat lembut.....


Day membeku,.....

__ADS_1


__ADS_2