
Pagi yang cerah dan perasaan yang puas, itulah yang dirasakan Mike bersama Divara..masih berbalut selimut tebal Divara tertidur di dalam pelukan posesif Mike.
Mike melirik Divara yang masih memejamkan matanya ia tersenyum, sebenarnya Mike tidak menyangka kalau rencananya malah membuat Divara percaya walau awalnya ia ragu...setelah ini ia akan mempercepat pernikahan mereka dan tak akan menundanya....
Bunyi ponsel Mike berdering dan...ia meraih ponselnya...
''Paman Arkana.....selamat pagi..ya...baiklah aku akan kerumah paman...yah...''' desah Mike sedikit gugup lalu mematikan ponselnya.
Tak menunggu Mike segera mencium bibir Divara untuk membangunkannya...
''Sayang...sayang bangunlah...''bisik Mike..
Seketika itu juga Divara terbangun dan sedikit gugup dengan kedekatan mereka yang aneh baginya...
''Mike....''
''Kita harus ke rumah paman Arkana sekarang, disana sudah ada ibu dan ayahmu...''
Divara begitu terkejut dengan ucapan Mike...
''Sepagi ini untuk apa...''
''Aku tidak tau sayang, karna itu kita harus kesana sekarang....'' jawab Mike lalu turun dari ranjang dengan polos begitu saja tanpa malu...
''Tapi.....''
Mike segera meraih tubuh Divara ke dalam gendongannya...
__ADS_1
''Kita bisa mandi bersama dan mungkin masih punya waktu untuk satu kali percintaan..''
''Mike...........'' desis Divara kesal..
******************
Divara ingin lari saja ketika ia dan Mike turun bersama dari mobil dan langsung di tatap tajam oleh para orangtua...
Sementara Mike ia terlihat sangat santai ketika melangkah mendekati keluarga besarnya, sambil menggenggam tangan Divara ia melangkah dengan percaya diri..
''Selamat pagi...''
Hani dan Ana tersenyum kearah Divara yang terlihat pucat..ia lalu berdehem mengirim sinyal jangan takut pada Divara namun apa daya..melihat tatapan tuan Arkana yang tajam saja membuat Divara gugup..
dulu tuan Arkana yang mendampinginya di pernikahan dengan Dilan dan kini ia sedikit malu ketika Mike yang adalah keponakan sang ketua mafia malah ingin menikah dengan janda seorang Dilan Lois..
''Yah paman.....''ucap Mike menunduk hormat, sementara Divara mengikutinya saja, ia terlalu gugup sampai telapak tangannya menjadi dingin..Mike semakin menguatkan genggaman untuk memberi kekuatan...
Sesaat keduanya saling menatap....
''Apa kalian berdua tau aku memanggil kalian untuk apa..''tanya Arkana menelisik..
Mike dan Divara menggeleng.....
''Kami tidak tau paman, tapi...aku yakin jika itu adalah yang terbaik...''
Arkana tersenyum ketika menatap Mike, keponakannya ini sangat mirip dirinya dan Arkana bangga akan perjuangan cintanya..
__ADS_1
''Divara....dan Mike kami sebagai orangtua ingin mempertegas satu hal pada kalian, dan aku ingin kalian berdua menjawabnya dengan jujur..''
''Tanyakan saja paman dan kami akan menjawabnya..'' Mike menunduk lagi..
Arkana meneruskan perkataanya..
''Aku ingin bertanya apaah kalian berdua menerima perjodohan ini...'
Deg!!!!!
Divara menatap ke arah Mike..dan menjadi bingung sendiri...ia tak bisa menolak karna akibatnya akan fatal, Mike dan keluarga besarnya akan membencinya dan mengira...dirinya adalah wanita yang tak tau diri.........
''Setelah aku berpikir, maka aku akan menerima perjodohan ini paman Arkana, bibi Ana,....ayah dan ibu.....demi keutuhan keluarga kita...aku menerima perjodohan ini...''ucap Divara menundukan kepalanya lagi....
Hening....
Mike menoleh kepada Divara dan tak berhenti untuk tersenyum lalu menatap ke arah Arkana dan Danar yang tersenyum kepadanya...dia berhasil.....
Arkana pun menjadi lega........
''Baiklah karna paman mendengar sendiri dari mulutmu Divara..maka kami akan mempersiapkan pernikahan kalian segera......''
Deg!!!!
Segera..........??
Wajah Divara begitu terkejut..menikah secepat ini...??
__ADS_1