
Ana tak mampu menahan rasa terkejutnya melihat sosok adiknya Maya berdiri dengan tatapan yang begitu tajam kepadanya, wanita itu menganggukan kepala...
''Kalian tidur bersama...''
''Yah...dan mungkin aku ingin kakak setuju untuk merestui kami.'' balas Maya menekan..
Ana melangkah ke sofa dan duduk disana dengan senyuman,
''Jadi kau jatuh cinta kepadanya...''
Maya lalu mengikuti Ana untuk duduk dan keduanya saling menatap..
''Dari awal Alex yang mengejarku tapi entah mengapa sampai kesini dia berubah setelah melihat kakak..''
Ana terdiam...
''Aku sudah tau kalau di antara kakak dan Alex ada hubungan di masa lalu..''
Ana menoleh dan menganggukan kepalanya..
''Jadi kau mengetahuinya..''
Maya tersenyum...
''Bisakah kakak bersikap lebih tegas pada Alex untukku.''
''Apa maksudmu Maya..''
Maya menghela nafas....ia tau benar jika Alex sulit melepaskan Ana kakaknya, ia tau di setiap tatapan Alex pria itu secara sembunyi-sembunyi memandang Ana dari jauh dan itu membuat Maya cemburu, yah...dia wanita dan dia tak suka di duakan...meski itu oleh kakaknya sendiri..ia ingin memiliki Alex sepenuhnya dan tak ingin, Alex membagi perhatian kepada siapapun termasuk Ana..
''Kakak tau benar perasaanku kepada Alex, jika Alex masih ada di kota yang sama maka dia tidak akan pernah bisa melupakan kakak...''
''Kau cemburu...Maya...''
''Yah....tatap Maya dengan dingin, aku jatuh cinta kepadanya namun....bagi Alex hanya ada kakak di matanya, semua perhatian, semua cinta, masih sangat besar untuk kakak...lalu...kapan dia bisa mencintaiku...aku menginginkannya kakak..bisakah kakak membantuku.''
Ana membeku, menatap mata Maya yang tampak berbeda, Maya benar..jika mereka terus tinggal seperti ini maka bisa-bisa keluarga mereka akan hancur...
Mata Ana berkaca-kaca sedikit sedih karna Maya bersikap keras,..yah..dia wajar mengatakannya, bagaimanapun Ana juga ingin Alex bahagia....tentu saja...
''Baiklah...kau ingin kakak melakukan apa..''
Maya tersenyum misterius........
*********************************************
Ana menatap Alex dan Arkana yang sedang duduk di taman sambil berbincang, apakah dia terlalu egois dengan menginginkan keduanya ada di dekatnya dan melindunginya...? dia pasti sudah gila..tapi Ana merasa sesuatu yang besar akan terjadi namun ia tak tau itu apa...ia tak tau apa yang akan menimpanya di depan yang pasti Ana menjadi gelisah sejak semalam,...dan rasa gelisah itu semakin kuat saja..
Dengan membawa cake dan minuman dingin di tangannya Ana tersenyum kepada kedua pria itu...
''Hai...''
Alex dan Arkana terkejut melihat kedatangan Ana...mereka saling melempar pandangan ketika Ana duduk di depannya..
__ADS_1
''Ehm...apakah kalian berdua sedang merencanakan untuk menipuku lagi...''ucap Ana menatap keduanya bergantian..
Alex dan Arkana tertawa,.....
''Kami tidak pernah....''
''Cobalah cake buatanku...aku ingin kalian berdua yang pertama mencobanya, karna cake ini akan menjadi tester untuk di bawa ke Hotel A besok.''
''Apakah itu berarti kau memaafkan kami..''
''Tentu saja.....''
Senyum mengembang di bibir keduanya terutama untuk Arkana, syukurlah jadi malam ini dia tak perlu menahan dirinya lagi,...
Pria itu tersenyum dengan sangat puas....
Ana lalu menatap Alex, dan berdehem..
''Arkana apakah aku boleh berbicara berdua dengan Alex...''
Deg!!!!!!!
Arkana dan Alex saling menatap dengan tajam..lalu Arkana menganggukan kepalanya..
''Tentu...aku akan menunggumu di kamar Ana..'' pria itu mengedipkan matanya dengan senyuman penuh arti..
Ana hanya menganggukan kepalanya dengan patuh...
Arkana lalu pergi meninggalkan Alex dan Ana sendiri, wanita itu tersenyum...
''Apakah kuenya enak...''
''Yah...kau akan sukses Ana, aku yakin jika para tamu Hotel akan menyukai cake buatanmu....''
''Aku senang mendengarnya Alex....'' senyum Ana menguap...
''Lalu...apa yang akan kau bicarakan...''
''Bisakah kau menikahi Maya..''
Deg!!!!!!!!
Alex meletakan sendok cakenya di atas meja,,...dan menghela nafas...
''Apa maksudmu..Ana..''
''Bukankah kalian sudah tidur bersama...? lalu apa yang kau tunggu Alex..aku tak mau adikku hanya menjadi pelampiasan di tempat tidur saja...aku akan sangat marah...''
Alex mengutuk kebodohannya karna mengakui kepada Maya bahwa mereka sudah tidur bersama dan saat ini dia terjebak kata-katanya sendiri.........
''Ana...mengenai itu,....''
''Jika kau masih merasa seorang pria yang baik maka menikahlah dengannya,....''
__ADS_1
''Apa kau sedang menyingkirkan aku sekarang Ana..kau sedang menyingkirkan perasaanku kepadamu.''
''Kita adalah masa lalu dan tak akan pernah bisa bersatu kau tau itu Alex...'' suara Ana merendah...
Alex terdiam sebentar.......iapun tersenyum...menjebak Ana dalam tatapannya...lalu menganggukan kepalanya...
''Baiklah...aku tidak takut menikah Ana,...persiapkan segalanya..aku akan menikahi Maya segera..''ucap Alex lalu berdiri...
Dan melangkah pergi meninggalkan Ana yang hanya duduk dengan kesedihan...yah..ia sangat sedih jika Alex terus saja mengharapkan dirinya..karna semuanya tidak akan mungkin...semoga dengan pernikahan mereka maka Maya dan Alex akan hidup bahagia..yah..bahagia...
*******************************************
Begitu Ana membuka pintu ia terkejut dengan sebuah tangan yang menggapai tubuhnya...Ana terkejut ketika tubuhnya hangat jatuh dalam pelukan Arkana...
"Arkana...."
"Sudah selesai bicaranya..."?
Ana menganggukan kepala, seketika itu juga Arkana mendaratkan bibirnya menyentuh permukaan bibir Ana dan melum**nya dengan penuh hasrat...
Gila semalam ia kesakitan karna tidak menyentuh istrinya...dan kali ini ia sungguh tak akan melepaskannya...tidak menunggu pria itu lalu membuka atasan Ana dan segera membenamkan wajahnya di dada Ana dan mengul** sesuatu yang kenyal disana...Ana benar-benar kewalahan menghadapi serangan Arkana yang tiba-tiba....
"Arkana,...hati-hati,..kau akan menyakiti bayi kita.." jerit Ana dengan nafas yang mulai terengah-engah...
Arkana seperti tersadar lalu menjauhkan tubuhnya...ia pun mengusap perut Ana yang membesar dan mengecupnya lembut..
"Maafkan ayah sayang kau mungkin akan merasakan gempa bumi kecil, tapi ayah berjanji akan menyentuh ibumu dengan lembut bagaimana.."
"Hey...jangan merusak otak anakku.." ucap Ana dengan tatapan tajam...
"Yah sayang....aku berjanji...."
Arkana lalu membimbing tubuh Ana menuju sofa santai dan menyandarkan tubuh Ana disana..lalu ia pun segera membuka kemejanya denban tak sabar...
Ana hanya mengeleng pasrah.....
"Kau.....sangat kelaparan.." sindirnya puas...
"Karna itu kau harus membuatku kenyang malam ini...bagaimana...?"
"Arkana tidak....tunggu Arkana...."
Arkana tidak mendengarkan Ana....ia pun kembali menikmati cumbuan di dada istrinya yang terlihat lebih berisi....dan mulai menikmatinya dengan mulutnya...
Sementara jemarinya yang lain sudah turun dan menyentuh inti Ana...
Wanita itu memekik...dan sebuah erangan nikmat lolos dari bibir manisnya...
Sial,..ia bisa melihat senyum puas di wajah Arkna...
"Kau juga merindukan sentuhanku sayang...astaga...." Arkana mendekat dan segera menyatukan dirinya ketika sadar, Ana sudah basah dan siap untuknya...
"Ana......." desah Arkana ketika memasuki tubuh Ana yang panas......
__ADS_1