Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Positive


__ADS_3

Mark menatap teman dokternya dengan tatapan beku ketika pria itu membawa keluar hasil tas lab dan juga tespek kepada Mark dan Diza...


Pria itu menghela nafas sebelum membacanya, sesaat ia menoleh kepada Diza yang memasang wajah polos..lalu menatap temannya...


''Ricard, tolong katakan padaku jika...''


''Kau harus melihatnya sendiri Mark...aku tak mau mendahului hasil..'' ucap Richard menyerah..


Sudah menjadi rahasia umum di kalangan dokter kalau Mark sering bilang dia tak akan mau punya anak di dalam hidupnya jadi...Ricard tak ingin di salahkan..


Mark mulai membuka amplop dan membaca hsil tes yang di berikan oleh dokter Richard, dengan hati yang berdebar dan seketika membeku....


Di dalam hasil tes itu terdapat kata...


Positive+


Itu artinnya benar dugaannya kalau Diza...Hamil....


Hamil..........


Hamil...............


Hamil....................


Mark sungguh marah dan meremas lembaran kertas itu dan merobeknya hingga hancur...di hadapan Diza dan juga Richard yang hanya diam membeku...melihat sikapnya yang aneh...


Mark mengepalkan tangannya dengan kuat.....


''Kehamilan 8 minggu masih terlalu kecil jadi tidak masalah jika kau mengugurkannya Diza...dan kau dokter Richard kau harus membantuku.....''


Deg!!!!!


Diza pikir Mark hanya menggertaknya dengan bilang ia tidak menginginkan anak dan akan mengugurkannya ketika Diza berhasil hamil..namun ternyata semua itu benar....Mark benar-benar ingin melenyapkan anaknya sendiri...anak kandungnya itu artinya darah dan dagingnya, dan Mark yang tidak bersalah...airmata Diza menetes dengan jemari yang gemetar....


Maka Mark harus berhadapan dengannya dulu....ketika Mark mendekatinya Diza mendorong tubuh Mark menjauh, hingga keduanya saling menatap dengan tajam....entah ia mendapat kekuatan dari mana hingga mampu melawan Mark namun, nalurinya sebagai calon ibu muncul untuk melindungi anaknya...


Diza menatap Mark dan Dokter Richard secara bergantian dengan tatapan beku.....


''Jangan coba-coba menyentuh bayiku.....atau kalian benar-benar berhadapan denganmu...''


Mark memejamkan matanya...


''Sayang..bukankah kita sudah sepakat, operasinya tidak sakit kau tidak akan merasakan apapun sayang......''


''Diam.....jangan pernah membujukku Mark dengan ide gilamu, kau benar-benar sakit dan aku tidak akan pernah mau melakukannya....''


Diza melangkah keluar ruangan dengan cepat sementara Mark hanya mengerang dengan marah.....

__ADS_1


''Aaaarrrrggghh...mengapa dia keras kepala, apa untungnya memiliki anak...apa untungnya jika dia akan menderita hah...aku tidak ingin kehilangannya,...aku lebih memilihnya........''


''Mark tenanglah......''ucap Richard yang merupakan sahabatnya dari kecil..


Richard tau betul apa yang ada di hati Mark saat ini...dan bagaimana kehamilan Diza sanggup memukul telak dada Mark...


''Semua akan baik-baik saja Mark,. bagaimana kalau kau menerima kehamilan Diza dan........''


''Diam......aku tak akan membiarkan anak itu mengambil hidup Diza...aku tak butuh siapapun aku hanya butuh Diza di dalam hidupku...apa kau mengerti....''


''Tapi Mark........''


''Aku akan memaksa Diza mengugurkannya...''


Richard begitu terkejut dan kehilangan kata....pria itu hanya menghela nafasnya dengann berat....


''Mark..Diza tak akan setuju....''


''Aku akan mengatasinya dengan caraku Richard...'' ucap Mark lalu melangkah keluar ruangan pemeriksaan dengan tatapan membunuh....


****************


Hari ini semua keluarga berkumpul di kediaman Arkana dan juga Ana karna Aley akan segera melahirkan jadi semua keluarga mendoakan dirinya agar selamat dalam proses kelahiran...


Damian tak henti mencium perut Aley dan merasa sedikit khawatir karna ini adalah kelahiran pertama dan ia merasa lebih gugup dari sebelumnya....


Damian mengangguk lalu tersenyum, ia lalu mencium permukaan perut Aley dengan begitu sayang...lalumengusapnya dengan tangan besarnya,...


''Aku akan ada disana, menemanimu sayang...''


Damian mengecup bibir Aley dengan begitu sayang dan menenangkan istrinya..


Semua sedang sibuk mempersiapkan untuk ke rumah sakit ketika pintu rumah di ketuk dengan pelan....


Ana menoleh dan membeku melihat Maya juga Dave juga Denis dan Dayse...


Semua keluarga membeku melihat kedatangan Day terutama..masih teringat jelas bagaimana gadis ini merencanakan pembunuhan kepada Aley yang membuat ia lupa ingatan dan menderita..


Hening...


Ketika Aley menoleh dan menemukan sosok Dayse, tubuhnya lebih kurus, kulitnya sedikit tidak terurus, ia terlihat sangat berbeda dari biasanya....mata Aley berkaca-kaca ia sudah tidak menyimpan dendam kepada Dayse namun berbeda dengan Damian..


Damian masih belum bisa menerima Dayse,...


Maya sungguh merasa malu kepada keluarga Arkana, karna untuk kedua kalinya ia membuat mereka menderita..


Dayse melangkah dengan langkah yang berat, lalu menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Arkana dan Ana, lalu Aley dan Damian...

__ADS_1


Airmatanya menetes,........


''Maafkan aku......aku tau dengan perkataanku dengan maafku tidak akan mengembalikan keadaan seperti semula....aku sangat menyesal dan sungguh-sungguh menyesal...hingga aku tak tau harus bagaimana.....aku minta maaf Aley, hanya karna rasa cemburuku aku melakukan kejahatan...maafkan aku Damian, aku sungguh tidak memandang hubungan persaudaraan kita dari kecil..dan maafkan aku paman Arkana dan bibi Ana....aku telah melukai hati kalian, aku sungguh menyesal...aku benar-benar menyesal..jika...jika kalian ingin membawaku ke penjara aku sangat siap...aku benar-benar siap...aku sungguh menyesal....'' tangisan Dayse pecah saat itu juga....


Arkana dan Ana saling menatap...sementara Damian sungguh marah....


Damian ingin bangkit dan menghajar Dayse namun, jemari Aley menahan tangannya...hingga ia hanya menoleh dengan pasrah...


Ana menghela nafas mendekati Dayse dan menariknya agar bangkit berdiri...menatap mata Dayse yang begitu tersiksa....dan menarik sudut bibirnya...


''Kau menghilang setelah sekian lama Dayse, dimana kau bersembunyi..mengapa kau ingin bertanggung jawab sekarang.....''


Dayse menundukan kepalanya dalam-dalam.....ingatan tentang perlakuan Wil kepadanya menyadari kalau itu adalah hukuman terburuk bagi dirinya..


''Bibi......aku di sekap selama ini, dan di jadikan tawanan seorang mafia...aku...berada di bawah ancamannya tanpa mampu terlepas....isak Dayse gemetar,,.....aku rasa aku mendapat hukumann yang pantas...bibi, aku mohon maafkan aku...betapa aku ingin mengatakan kalau aku menyesal....aku sungguh menyesal....


Deg!!!!


Semua yang ada di ruangan itu terkejut termasuk Maya dan Dave...Maya benar-benar hancur mendengar pengakuan Dayse....dan ia pun jatuh tersungkur hingga Dave dan Denis harus membantunya berdiri...


''Siapa mafia itu...''tanya Arkana dengan tajam..


Dayse menggeleng....


''Aku tidak tau paman.....''


Deg.........


Sementara Aley berdiri dan melangkah mendekati Dayse di tuntun oleh Damian,....dan ketika keduanya bertatapan Aley mengulurkan tangannya..


''Dayse....aku bahkan sudah memaafkanmu di hari pertama aku ingat jika aku kecelakaan....aku melihatmu mendorongku dari tangga..tapi Day.....aku sekarang baik-baik saja....dan aku harap kau bisa tenang, selama kau mau berubah maka..kita akan selalu saling mendukung Day,...kana sebenarnya kau gadis cantik yang baik...''


Dayse sungguh terkejut namun begitu sedih karna ia sudah menyebabkan penderitaan Aley..


''Aku mohon maaf Aley...'' ucap Dayse dengan sesegukan..


Aley mengangguk...lalu memeluk tubuh Dayse....


''Aku memaafkanmu Day....kita akan menjadi saudara yang kuat....''


Dayse mengangguk..


''Terimakasih.....untuk kesempatan yang kau berikan Aley....aku sungguh-sungguh bersyukur untuk itu...'' bisik Dayse merasa sungguh lega......


*********


Disisi lain........

__ADS_1


Will memasuki kota dengan mobilnya, harapan besarnya adalah menemukan Dayse kembali......


__ADS_2