Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menekan


__ADS_3

Maya masih tertidur di ranjangnya yang dingin ini sudah tengah malam dan ia masih belum bisa memejamkan mata, jika di hitung ini sudah hampir seminggu mereka berlayar di tengah lautan luas, dan sama sekali tak menemui ujungnya dan membuat Maya semakin frustasi, apalagi Dave sama sekali tidak melepasnya seharipun tanpa menyentuhnya..


Maya bangkit dari ranjang dan melangkah menuju jendela kapal dan menatap keluar, gelap..hanya kegelapan yang mengerikan di luar sana seperti hidupnya,


Maya memejamkan mata...apa yang akan terjadi ke depan Maya sungguh tak pernah tau...hidupnya sekarang tergantung kemurahan hati seorang Dave. apakah akan membiarkannya hidup atau memutuskan membunuhnya..


Lama....Maya berdiri disana, dan menatap jendela itu dengan tatapan kosong dan pasrah. kini ia hanya menjalani hidupnya sampai kapan takdir lelah membawanya pergi.


Maya baru saja membalikan tubuhnya dan membeku melihat seseorang di belakangnya. tubuh Maya bergetar dan bergerak mundur sampai tubuhnya menyentuh dinding kapal dan terjebak disana. Maya berdehem dengan gurat kecemasan di wajahnya..


''Da..Dave...'' desah Maya pelan..


Dave menaikan sudut bibirnya........


''Kau belum tidur setelah percintaan kita yang memakan habis tenagamu, aku akui kau sangat kuat..'' desis Dave dengan tatapan tajam.


Maya terdiam dan menundukan kepalanya, memilih mengabaikan perkataan Dave yang menyaikitinya setiap bertemu..


''Mengapa kau kesini tengah malam...'' Maya mengerutkan kening...


Dave mendekat dan mencengkram wajah Maya dengan sedikit keras. hingga Maya sedikit merintih ketika cengkraman Dave terasa menyakitkan


''Aku pikir aku ingin kita sekamar saja agar aku bisa mengawasi gerak-gerikmu Maya...''


''Hah....''


Dave semakin mencengkram wajah Maya hingga gadis itu merintih, sungguh teramat sakit.


''Dave....ini sakit...''


''Kau ingin di perlakukan terlalu baik Maya, dan aku pikir itu tak sebanding dengan kejahatan yang kau lakukan....''


Maya menyipitkan matanya menatang,...


''Jangan lupa Dave kau bukan orang baik, jadi ketika kau mendapat balasan bukankah semuanya sebanding..bukankah kau harus berterimakasih kepadaku Dave, kau tidak merasakan dinginnya penjara seumur hidup...'' desis Maya melawan.


Dave tersenyum kejam......semakin mencengkram Maya, pria itu menganggukan kepalanya.


''Mulut kecilmu sangat pandai menyakiti Maya, kau membuatku kehilangan Ana....di banding harta itu semua tak ada artinya..''


''Kak Ana...kau sedang bermimpi Dave, dia sangat mencintai suaminya, bahkan Alex pun tak bisa merebut kembali perasaannya...Dave..apa kau sedang bercanda denganku...''

__ADS_1


''Diam......lihat saja apa kau masih bisa melawanku ketika kita sampai di pulau nanti, aku akan menyiksamu sampai hatiku menjadi puas Maya....akusungguh tak akan melepaskanmu...''


''Mengapa kau tidak membun*hku saja...mengapa, itu akan terasa lebih baik bagiku huh...'' tantang Maya...


Dave tertawa dengan sinar mata kejam...


''Terlalu mudah bagimu jika mati, karna aku lebih suka melihat penderitaanmu Maya...ikut aku sekarang...'' ucap Dave menarik gadis itu keluar dari ruangan di dek kapal itu.


Sambil menariknya menaiki tangga, Dave melangkah hingga berhenti ketika melihat sosok Rio entah dari mana tiba-tiba muncul di hadapannya..


''Tuan Dave...'' Rion menundukan kepalanya, namun matanya tertuju kepada Mayasaat itu juga menatapnya dengan mata yang memerah..


''Rio...mengapa menghalangi jalanku...''


''Mengapa tuan harus repot-repot untuk turun tangan pada gadis ini sementara tuan punya banyak anak buah...''ucap Rio pelan,


Dave melirik Maya, menyadari genggaman tangan Maya bergetar di dalam tangannya. ia menatap Rio dengan tajam...


''Aku lebih suka menyeret milikku tanpa harus ada campur tangan orang lain, Rio...kita akan segera mendarat di pulau..sampaikan pada orang kita untuk mempersiapkan segalanya...''


Rio menunduk hormat..


Dave lalu melangkah begitu saja, tak lupa menyeret Maya bersamanya, ketika Maya dan Rio berpapasan, keduanya bertatapan lekat...


ia akan menunggu dengan sabar sampai esempatan itu datang kepadanya...


**********************************************


Ana dan Aira mulai turun untuk mencoba kreasi cake terbaru dengan aneka toping yang menggoda. Aira tampak antusias ketika mulai menghias kue, ini adalah salah satu hobinya yang tak pernah kesampaian..Aira merasa bahagia kini ia bisa menyalurkan hobi barunya tanpa di batasi, karna sekarang Aira tinggal bersama Ana, sementara Alex sedang membangun rumah mereka di samping rumah Aira...


Hubungan Aira dan Alex begitu hangat, dan semakin mesra..Alex mendesaknya agar mereka cepat menikah namun AIra masih membujuknya untuk bersabar..


''Aira....cantik sekali hiasan cake itu.'' puji Ana dengan mata berbinar, ia menatap Aira dengan tatapan memuji..


Aira tersenyum lembut....


''AKu mempelajarinya sudah lama, tapi aku tidak yakin kakak...''


''Kau sangat berbakat, dengarkan aku Aira..kau harus sekolah untuk memperdalam seni melukis di atas kue...kau sangat keren..'' desah Ana tak henti-hentinya menatap hasil lukisan Aira di atas kue...


''Sekolah.....'' ulang Aira tidak yakin...

__ADS_1


Ana seperti sadar dengan kata-katanya, Alex akan membunuhnya jika ia mendengar kata sekolah..


''Ehm...kau sangat berbakat, bagaimana jika kau mendiskusikannya dengan ALex agar dia mau memberimu ijin..'' ucap Ana memberi saran...


Aira terdiam sebentar...


**************************************************


''Tidak...aku tidak ingin karna sekolahmu kita menunda pernikahan, bagaimana jika setelah pernikahan saja kau sekolah....''ucap Alex yang masih duduk di depan labtopnya...


Aira lalu mendekat, dan duduk di samping pria itu...


''Alex, aku akan berusia 18 tahun..apakah kita tidak terlalu cepat...''


Alex menghentikan pekerjaannya sebentar dan menatap Aira sembari menggenggam jemarinya...


''Aku tak ingin hubungan kita seperti ini terus, aku tidak tenang sebelum menikahimu Aira..jadi aku mohon jangan membantah kata-kataku, aku akan segera menemui ayahmu untuk merestui hubungan kita,....mengertilah AIra aku tak ingin kehilangan lagi..''ucap Alex terlihat tegas dan mencium dahi Aira dengan lembut...


Aira hanya mengangguk patuh lalu pergi dari ruang kerja Alex..


Aira menuruni tangga dan menghela nafasnya, mengapa Alex ingin cepat menikah..astaga, apakah karna dia sudah tua...?? Aira hanya menggeleng pasrah...


***************************************************


Siang itu...


Aira tersenyum ketika keluar dari toko, ia sungguh bahagia karna kue yang ia lukis di gemari oleh hampir semua konsumen yang datang bahkan ada satu perusahaan yang tertarik dengan citarasa kue dan luksian yang indah di atasnya...


Rasa bangga muncul dari dalam diri Aira, kak Ana juga tampak senang, mereka adalah patner yang baik, ia adalah seorang peluki kue yang baik sedangkan kak Ana adalah pembuat kue yang terenak di kota ini..


Aira keluar dari toko dan hendak menyebrang ke ujung jalan untuk menikmati eskrim vanila kesukaannya, cuaca sangat panas, gadis itu menyebrang dengan hati-hati dan berhasil lewat dengan selamat..


Ketika hampir memasuki toko, tubuh Aira tertarik ke belakang dengan kasar hingga tubuhnya terhuyung, Aira meronta namun tak bisa ketika sseseorang itu terlalu kuat..


''Siapa kau...lepas....''


Namun pria itu membuka pintu dan mendorong tubuh Aira masuk kedalamnya,...gadis itu menjerit ketakutan...dan melebarkan matanya ketika ia mengenali pri di depannya..


''Derrek..'' desahnya dengan gemetar...


Derek adalah sang bandar judi kaya raya, yang akan di jodohkan dengannya oleh sang ibu tiri. namun Aira melarikan diri darinya...

__ADS_1


''Kau pikir kau bisa lepas dariku Aira...'' teriak pria itu dengan murka,....


Aira gemetar.......


__ADS_2