Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Ana Yang Cemas


__ADS_3

Akhirnya Arkana sampai juga ke vila bersama Ana, dan wanita itu kembali tertidur di dalam mobil. aneh sekali Ana selalu tertidur di dalam mobil walau jarak tempuh mereka sangat dekat dan ia juga selalu tampak kelelahan beberapa waktu belakangan ini..


Apakah sesuatu terjadi kepadanya seperti mungkin saja dia kelelahan karna percintaan Arkana yang tidak mengenal waktu..Arkana lalu membawa tubuh Ana bersamanya menuju kamar di atas dan kembali menyelimutinya.


Pria itu lalu segera membersihkan dirinya dan kembali ke kamar dengan bertelanjang dada dan berbaring di sebelah Ana yang masih sangat pulas. pria itu tersenyum, mengapa saat tertidur Ana sangat manis..?


Arkana masih terus memandang wajah Ana, namun sedetik kemudian pria itu membeku ketika Ana mulai mengigau dalam tidurnya...wanita itu bergerak tak nyaman dalam tidurnya dan mulai berbicara walau matanya masih tertutup. sementara Arkana mendengarkannya dengan baik.


"Kau pria yang sangat kejam, tapi mengapa kau malah membuat hatiku bergetar...mengapa...hatiku menjadi bodoh dan buta ketika berhadapan denganmu....yah...mungkinkah aku jatuh cinta kepadamu......"


Ana terus mengoceh untuk seseorang di dalam tidurnya dan itu mampu membuat Arkana ikut bertanya-tanya..siapa yang di maksud Ana..dirinya atau Alex, menyadari mereka sama-sama mafia yang kejam.


''Arkana..mungkinkah, aku telah jatuh cinta kepadamu.'' Ana mengerutkan kening di dalam tidurnya.


Arkana membeku mendengar perkataan Ana di dalam tidurnya dan menjadi begitu bahagia, pria itu menjadi salah tingkah sendiri, ketika hatinya berdebar senang mendengar semua perkataan Ana.


''Benarkah kau mencintaiku Ana, benarkah...dan kau tidak berbohong bukan.? Arkana lalu mendekatkan wajahnya dan


perlahan di kecupnya dahi istrinya lalu semakin mempererat pelukannya, kalau memang Ana mencintainya maka tak ada alasan untuk melepaskan Ana, kini ia punya kekuatan itu dan akan menghadapi Alex yang juga ingin merebut Ana. pria itu kemudian memejamkan matanya dan membawa Ana tidur di dalam pelukannya sampai pagi hari.


***************************


Ana mengamati masakannya sekali lagi, tak ada yang salah ia memasak seperti biasanya namun mengapa terasa aneh di hidungnya..? Ana mengerutkan kening mencoba sekali lagi namun ia kembali merasakan mual dan memuntahkan makannya,


Ana mulai menggerutu sendiri, apakah ia mulai kehilangan indra perasa? mengapa rasanya tidak enak? Ana terus mengomel sambil menatap kesal semua masakannya pagi ini.


Ana tak menyadari kehadiran Arkana yang sedari tadi menatapnya di pintu dapur sembari tersenyum,


''Aku lapar sekali.'' bisik Arkana pelan yang mampu di dengar oleh Ana..


Wanita itu terkejut dan menoleh, sejak kapan Arkana ada disana apakah dia mendengar semua pembicaraan Ana..? Arkana mendekati Ana dan membeluk istrinya dari belakang dan mengecup pundaknya dengan lembut, mendapat perlakuan itu Ana menoleh dan salah tingkah...


''Aku sedang memasak, dan kau malah menggangguku.'' gerutu Ana menundukan kepalanya,

__ADS_1


''Hmm..masakanmu harum sekali.''bisik Arkana tampak tertarik namun, Ana menahan tangan Arkana ketika pria itu ingin mencicipinya..


''Eiit...sepertinya ada yang salah dengan makananmu hari ini Arkana aku kehilangan selera, aku tak tau mengapa...''


Arkana tak tahan untuk mengambil sepotong ayam yang di oleah Ana, meski wanita itu tak ingin ia mengambilnya, matyab Ana membulat sempurna ketika Arkana sudah memasukan potongan ayam itu ke dalam mulutnya,....


Ana memejamkan matanya, ia sudah membayangkan jika Arkana akan segera memuntahkannya dan ia akan sangat malu, Ana menghela nafas menyesal seharusnya sejak tadi ia membuang semua makanan ini....


Satu detik....dua detik...Ana menunggu,


''Ayam ini sangat enak, bumbunya pas di lidahku dan aku suka, aku ingin makan sekarang sayang.''ucap Arkana lalu duduk di kursi dan menatap tak sabar pada aneka masakan di depannya, Ana hanya melonggo, benarkan dia tidak sedang bercanda..


''Jangan berbohong Arkana ayam ini sama sekali tidak enak.'' ucap Ana berusaha meyakinkan..


Arkana terdiam menatap Ana dengan pandangan tajam, ada apa dengan Ana sebenarnya..


''Mintalah pelayan untuk mencobanya dan dengarkan apa kata mereka.''ucap Arkana tegas..


Pelayan vila pun di panggil dan mereka di minta mencicipi makanan buatan Ana dan semua sepakat bahwa rasakanya sangat enak, sementara Ana hanya duduk dengan kerutan di dahinya...


Ana menggelenga dengan polos itu tandanya ia masih mencari jawabannya sementara Arkana mulai menikmati makanannya, lalu ia melirik Ana..


''Ayo buka mulutmu cicipilah makananmu sendiri sayang dan kau akan merasakan betapa nikmatnya ini.''


Ana membeku dan menoleh........baru saja makanan itu sampai di depan bibirnya, rasa mual dari dalam perutnya mulai naik, menggeleng enggan, Ana lalu berdiri menegakan tubuhnya dan berlari ke wastafel yang ada di dapur dan memuntahkan segala yang ada di perutnya, Arkana melepaskan makanannya dengan wajah cemas, dan mengikuti langkah Ana menuju dapur...


''Uweekk....Uweekk......'' Arkana memegang tubuh Ana yang goyah sambil mengelus punggungnya agar Ana menjadi lebih baik..


''Sayang...''


Ana membeku...jemarinya bergetar, wajahnya begitu pucat apa yang sesungguhnya terjadi dengannya...mengapa ia merasakan mual ini..mengapa...??


Ana memejamkan matanya berusaha mengingat keanehan terjadi pada tubuhnya belakangan ini....

__ADS_1


Mungkinkah.........??


Arkana membalikan wajah Ana dan begitu cemas, memegang pundak Ana berusaha mencari apa yang terjadi kepadanya..


''Sayang.....''


''Aku baik-baik saja Arkana, bisakah kita kembali ke kota saja...? aku rasa terjadi masdalah dengan lambungku..'' ucap Ana dengan mata yang panas.....


Arkana mengangguk setuju, apapun akan ia lakukan, apapun akan ia lakukan demi Ana, dia begitu takut melihat wajah Ana yang pucat...


''Baiklah sayang, kita pulang sekarang dan kita akan langsung mengunjungi Dokter Erik untuk...'' kata-kata Arkana terputus..


''Aku tidak apa-apa Arkana, aku akan kesana nanti...''ucap Ana tegas...


Arkana pun akhirnya setuju dan kemudian membimbing Ana ke kamar sembari mempersiapkan kepulangan mereka ke kota..sementara Ana, jauh di dalam hatinya di liputi kecemasan yang dalam..


Tidak....jangan sampai itu terjadi, tidak akan pernah...ia tak akan pernah menginginkan ini terjadi....


*********************************************


Akhirnya mereka kembali ke kota lebih cepat dari jadwal yang di berikan, malam itu Ana langsung tertidur dengan sejuta pertanyaan di dadanya, sementara Arkana juga kelelahan karna ia memang tak bisa tidur tanpa melewatkan percintaan bersama Ana.....


Pagi Harinya...........


Arkana harus pergi ke perusahaannya lebih dahulu dan ia sudah berpamitan kepada Ana sejak subuh, dan kini Ana juga bersiap untuk menemui dokter kandungan...


Hani menemaninya sejakl tadi..


''Nyonya Ana....mengapa kita harus ke dokter kandungan hari ini..?


Ana hanya diam saja..........


''Aku ada sedikit masalah di bagian perutku Hani.'' jawab Ana singkat...

__ADS_1


Hani pun mengangguk namun ia memang sedikit terkejut,


Nyonya Ana ke dokter kandungan...untuk apa.?


__ADS_2