Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Gara-gara Eskrim


__ADS_3

Mobil Alex berhenti di sebuah kedai eskrim dan memborong semuanya, Aira lalu memintanya berkeliling dengan mobil menikmati keindahan kota itu, lalu mobil mereka menyusuri pantai yang indah....


''Berhenti....'' teriak Aira mengejutkan Alex..


Pria itu menghentikan mobilnya dan menatap ke arah Aira yang tampak sumringah...


''Mengapa pantai Aira...kau tidak melihat jika disini panas sekali..''


Aira memutar bolamatanya jengah...


''Memangnya kenapa..aku hanya ingin memandanginya saja dari sini...lagipula kita di bawah pohon Alex...berikan eskrimnya...''


Alex hanya menurut dan mengambil eskrim yang di beli Aira dalam jumlah banyak dan memberikannya satu-satu...


'''Ahh...betapa segarnya..'' desah Aira sembari mengulum eskrim yang tampak menyegarkann hingga Alex hanya memperhatikan tingkah Aira yang seperti anak kecil saja...


Alex tersenyum melihat wajah Aira yang semakin manis dari hari ke hari..melihat senyum di wajahnya membuat hati Alex menjadi tenang.


Aira kemudian menghabiskannya satu, dua, tiga, empat bahkan tanpa sadar ia sudah menghabiskan 10 eskrim yang membuat Alea benar-benar tak bisa membiarkan Aira makan lagi...


Ketika gadis itu hendak mengambil ekrim ke 11, jemari Alea menahan tangannya...


''Cukup Aira..ada apa denganmu, mengapa kau makan eskrim seperti tak akan melihat hari esok...kau sungguh membuatku kesal..'' desis Alex memperingatkan...


Aira bersedekap memasang wajah cemberut..tubuhnya memang sangat kehausan dan ia ingin hanya eskrim saja mengapa Alea malah melarangnya...? Aira melirik tajam dari sudut matanya...ia tak terima di larang oleh Alex...


''Aku hanya ingin makan, ada apa denganmu Alex..bukan berarti kau tidak makan lalu kau melarang orang lain makan...berikan eskrimnya...'' Aira melotot..


''Kau akan sakit Alea...''


''Tidak....tubuhku terbiasa menerima sesuatu yang dingin..'' sindir Aira pada Alex.


Namun hanya di tanggapi dingin oleh Alex...


''Jangan coba-coba Aira kau akan mengalami demam nanti...''


''Tidak akan pernah aku berjanji...berikan saja...bagaimana kalau ini yang terakhir,...'' pinta Aira memasang wajah menggemaskan hingga Alex tersenyum...


Namun....tidak lama, eskrim dalam kotak itu genggam dan melihat sekelompok anak kecil yang sedang bermain dan memanggil mereka...


''Hai...adik kecil..kemarilah....''


Aira melebarkan matanya, ketika perasaannya tidak enak...ia pun menatap Alex tajam...

__ADS_1


''Alex...apa yang akan kau lakukan dengan eskrimku...''


''Berbagi....sayang, biarkan anak-anak pantai ini merasakan eskrim darimu...'' Alex tersenyum menang...


Kemudian menatap kepada beberapa anak kecil yang berdiri di depan pintu mobilnya...Alex menatap mereka dengan sayang, betapa inginnya ia segera punya anak...dan bermain bersama..tatapannya melembut.


''Berbagilah kalian satu persatu....nikmatilah bersama yah...'' suara Alex merendah..sedangkan Aira menatap tidak terima...


Terutama ketika beberapa eskrim itu di berikan di depan matanya....depan matanya....betapa teganya Alex kepadanya....?


Hati Aira hancur berkeping-keping melihat eskrim itu berpindah tangan..pada makluk kecil di hadapannya....


''Terimakasih kakak tampan...'' seru mereka dengan senang lalu melesat pergi dengan cepat,...apalagi melihat tatapan permusuhan yang di berikan Aira kepada mereka...


Tatapan Aira seperti ingin meminta kembali miliknya, dan tentu saja mereka tak mau dan memilih melarikan diri dengan cepat.


Melihat anak-anak itu pergi Aira menatap Alex dengan kesal.....


''Kau senang menyiksaku yah...astaga...David seribu kali lebih baik darimu...'' geram Aira jengkel..


''Jangan mulai lagi Aira.....''


Aira menggerutu di tempat duduknya..sembari memijit dahinya...


Alex menghela nafas, ketika sadar Aira marah lagi kepadanya...namun ini yang terbaik, ia sungguh tak bisa tahan melihat Aira makan eskrim itu dalam jumlah banyak, bagaimana kalau dia sakit...?


Mobil itu meluncur pulang meninggalkan kawasan pantai, dan menyisakan rasa kesal di wajah Aira yang terlihat jelas...


''Maafkan aku Aira..aku melakukan ini demi kamu...''


''Terserah.....'' ucap Aira tak sedikitpun melirik ke arah Alex yang makin bingung, bagaimana mengembalikan mood Aira yang yang terlanjur kesal..


''Ehm,.....bagaimana kalau kita makan sesuatu yang lain...''


Aira menoleh sebentar...dan menggeleng...


''Aku ingin pulang....''


''Bagaimana dengan belanja...aku akan menemanimu sampai puas...''


Wajah Aira menjadi cerah, mengapa mendengar kata belanja moodnya menjadi lebih baik...? astaga..ia sangat bahagia....


''Ehmm...karna kau yang memaksa maka aku dengan terpaksa akan ikut Alex, tapi kau harus ingat jika aku hanya terpaksa...'' desis Aira sedikit angkuh..

__ADS_1


Alex tersenyum melihat perubahan itu di wajah Aira....dan mengangguk...


''Yah..aku memaksamu untuk berbelanja...'' jawab Alex menyerah...


Sebuah pusat perbelanjaan menjadi pilihan Aira, dan karna Alex sudah berjanji maka Aira akan sekaligus memberi Alex pelajaran...


Mereka pun turun dari mobil, Aira segera mengapit tangan Alex membawanya masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu, hal yang tak pernah di lakukan Alex pada siang hari,...pria itu sungguh menyesali kata-katanya dengan memberikan Aira kesempatan untuk berlanja...


''Ehm...Aira,..bagaimana kalau eskrim saja...'' tawar Alex ingin sekali keluar dari sana...


''Eiit...No...aku tidak berselera lagi sekarang, aku ingin melihat pakaian,....sudah lama sekali aku tidak membelinya Alex...ayo...ikut aku...''


Aira tak memberi Alex kesempatan untuk menyela, gadis itu menarik lengan Alex memaksa pria itu berkeliling di siang bolong....satu demi satu butik dalam mall itu tak luput dari sasaran Aira....


''Ukurannya kekecilan...'' jerit Aira dengan wajah yang pucat ketika ia mencoba sebuah gaun yang indah,....berulangkali ia menatap cermin dan menyadari perutnya sedikit buncit dari biasanya...apakah karna stres kehilangan ayahnya maka ia makan dengan banyak...


Aira menyandarkan tubuhnya di dalam ruang ganti dengan lemas....apakah dia harus olahraga berat...?


''Aira..kau sudah terlalu lama di dalam, apa yang terjadi...'' teriak Alex dengan nada khawatir,...


''Alex.....'' suara Aira menjadi serak hingga Alex yang berdiri di luar menjadi panik...'


''Aira.....buka pintunya atau aku akan mendobraknya....'' teriak Alex waspada...


Baru saja dia akan menendang pintu, terdengar bunyi pintu terbuka dari dalam...


Aira menutup wajahnya dengan tangan hingga Alex semakin bingung...


''Apa yang terjadi kepadamu, apakah kau sakit..''


Aira masih menggeleng dengan sedih...


''Lalu ada apa Aira...''


''Baju yang biasa aku pakai tak ada yang muat lagi di tubuhku...haaaaa....mengapa ini terjadi kepadaku,...'' jerit Aira dengan histeris...


Alex sungguh kehilangan kata....Aira menangis hanya karna kenaikan berat badan...? pria itu tak tau harus bersikap apa kepada Aira,.....


''Kau bisa memilih ukuran yang lebih besar kan, mengapa kau malah menangis....''


''Tidak mau...enak saja...aku tak akan mengganti ukuranku...'' ucap Aira kesal...lalu melangkah keluar meninggalkan Alex yang hanya tertawa kesal...


''Gadis itu benar-benar...berbuat seenaknya saja, dia menangis hanya karna ukuran pakaian yang berubah..bagaimana bisa...? dia tinggal meminta ukuran yang lebih besar,....mengapa harus marah-marah....'' ucap Alex menggelengkan kepalanya...

__ADS_1


Semua karna eskrim...desahnya sambil mengejar Aira....


__ADS_2