
Divara menatap ke arah pintu dan membeku, matanya melebar melihat sosok Mike berdiri disana dengan senyuman yang terpancar dari bibirnya..jika di lihat lebih teliti..Mike memang memiliki sedikit kemiripan dengan sosok Ayah Arkana...
Untuk sesaat Divara memijit kepalanya yang terasa nyeri....karna ia sama sekali tak menyangka..pria yang ia hindari justru adalah pria yang akan di jodohkan dengannya..
''Mike...silahkan masuk anakku...''
Mike tersenyum dan melangkah..ia lalu memberi hormat kepada Danar dan juga Hani lalu menatap tajam ke arah Divara yang sepertinya tak suka dengan kehadirannya..
Mike di sambut hangat oleh Danar tentu saja..dia adalah keponakan Arkana jadi...tentu saja Mike di sambut dengan penuh kebahagiaan...
''Silahkan duduk Mike...''
Sementara Divara sudah tidak tahan lagi..bagaimana mungkin Mike bisa kemari...bagaimana mungkin...Mike bisa sengaja datang ke rumahnya dan menawarkan perjodohan...Divara menjadi gelisah..
''Sayangku Divara....ini Mike...dia pria yang sangat baik...ibu yakin dia bisa menjadi pengganti Dilan..''
Mendengar itu DIvara tertawa mengejek...ya ampun pria licik ini....
Divara melirik tajam dari sudut matanya....
''Ibu dan Ayah..apakah kalian tak sabar untuk mengusirku sebagai menantu...''
Hening...
__ADS_1
Hani menggeleng tentu saja tidak..oww...Divara mulai berpikir yang tidak-tidak. mereka hanya ingin Divara punya seseorang jadi tempat bersandar...
''Divara..jangan berkata seperti itu...kau adalah putri kami sekarang....jangan pernah berpikir seperti itu...''
Hani mulai terlihat ingin menangis dan menimbulkan rasa bersalah di hati Divara, ia pun menatap mata sang ibu dan ayah Danar...mengapa dia terbawa emosi...mereka hanya ingin yang terbaik untuknya...
Divara merasa sangat bersalah..
Divara memejamkan matanya...bahkan sampai saat ini dia masih merasa bersalaah kepada Dilan dan berniat menghukum dirinya seumur hidup dengan tidak menikah..bukan apa-apa....Divara hanya ingin menikmati kesendiriaannya demi menghormati Dilan..
''Maafkan aku...ibu dan ayah....dan kau tuan Mike...bisakah menghormati keluarga kami...? suamiku meninggal belum sampai setahun...mana mungkin aku bisa menerima perjodohan ini.''
Mike hanya diam saja..ia sama sekali tidak menjawab kata-kata tajam Divara dan hanya diam.....
''Aku ingin waktu yang tidak terbatas...''ucap Divara tak sanggup menolak permintaan sang ibu dan ayahnya...
Hani dan Danar saling memandang dengan senyuman..
''Tentu saja...Mike...apakah kau bersedia menunggu sampai Divara siap...'' tanya Danar dengan antusias..
''Aku masih punya banyak waktu yang tak trbatas juga untuk dirinya tuan Danar...''
Mike melemparkan tatapan tajam kepada Divara....
__ADS_1
Pembicaraan pun selesai, Divara dan Mike meninggalkan Mansion mewah kediaman Danar Lois...
Mereka melangkah sedikit menjauh,....dan ketika Divara sampai di mobil..Mike menghela tangannya dan ia pun membalikan tubuhnya...
''Divara......''
''Mike......''
''Ikut mobilku sekarang...aku ingin kita bicara...''
Divara mengerang namun tak punya pilihan.....ia mengangguk dan masuk ke dalam mobilnya..mobil mereka melaju beriringan keluar dari gerbang namun tidak lama...karna Mike langsung menghentikan laju mobil Divara di tengah jalan..pria itu keluar dari dalam mobil dan melangkah..
Kaca mobil Divara di ketuk hingga Divara tak punya pilihan selain membukanya..
''Mike...''
''Keluarlah,...orangku akan mengambil mobilku dan kau..ikut aku sekarang....''
''Tapi Mike........''
''Sekarang Divara....'' suara dingin Mike terdengar menekan...
Dan Divara tidak punya pilihan.....
__ADS_1
Divara keluar dari mobil dan Mike setengah menyeretnya masuk ke dalam mobil milik Mike....