
Dave Maya melebarkan matanya ketika Dave merobek paksa pakaiannya, arimata Maya menetes ketika ingatan tentang mantan kekasihnya Matteuw yang pernah memaksanya menghadirkan trauma yang sudah lama hilang...
Maya sekuat tenaga meronta, namun tubuh Dave yabng jauh lebih tinggi darinya membuat Maya kesulitan untuk meronta..
''Lepaskan aku Dave...apa yang kau lakukan pria menjijikan...'' umpat Maya berusaha mendorong tubuh Dave menjauh darinya walau itu sangat sulit, tubuh Dave sekeras batu, dan dengan mudahnya melunturkan semua penutup tubuhnya..
''Melepaskanmu..kau sudah gila Maya, kau pikir..aku akan membiarkanmu setelah penghinaan yang kau berikan..hah....beraninya kau melawan seorang Dave.,...kau akan merasakan kehancuran..dan aku pastikan itu dariku...
Maya menggeleng penuh airmata...
Ketika dengan mudah pria ini menerjang tubuhnya dan membantingnya ke ranjang dengan kasar ketika Maya hendak mencoba melepaskan diri...tubuhnya polos di hadapan Dave, jemarinya bergetar mencoba menahan..ketika bibir Dave, melum** bibirnya, mereguk kenikmatan bibir Maya dengan kasar...
Tak perduli betapa kerasnya Maya meronta namun sekeras itulah Dave melumpuhkannya...
''Lepaskan aku Dave..''
''Diam...mulai sekarang kau akan melayani kebutuhan bercintaku...kau mengerti...mari kita hancur bersama..'' teriak Dave dengan murka, pria itu Menindih setengan tubuh Maya membuat Maya sama sekali tak bisa melepaskan dirinya, airmatanya menetes marah..karna tak berdaya...
Maya meronta mencoba melepaskan penyatuan bibir mereka yang membuatnya jijik..tak ada perasaan apapun di antara mereka dan kenyataan itu membuat Maya semakin tak sudi di sentuh oleh pria ini...
''Dave..''
''Diam.....'' teriak pria itu di kuasai amarah...
''Tidak....jangan lakukan itu....''
Dave kehilangan kesabaran, lalu menyumpal mulut Maya dengan kain, tubuh Maya yang di kunci membuat ia kehilangan suaranya...
Dave tertawa puas, menatap Maya dari atas tubuhnya dengan kemenangan yang nyata tergambar jelas di wajahnya...
''Kau adalah seorang bud*k ku sekarang..hahahah.....''
__ADS_1
Dave lalu menunduk dan mengul** puncak pa yu da ra Maya dengan gerakan yang kasar, gadis itu memekik ketika pria itu menghis** ujung pa yu da ra Maya yang masih perawan dan belum di sentuh...ujung pa yu da ra Maya tampak kemerahan, akibat lum**** Dave tanpa jeda..seolah dia sedang menikmati makan malamnya yang bahagia...
Airmata Maya menetes ketika Dave masih saja bermain di antara kedua bukit kembarnya, meremasnya dengan kasar dan meninggalkan tanda kemerahan disana dan membuat Maya meronta dan menangis keras, saat itulah ia teringat pada Alex, yang menjaganya sama sekali tidak menyentuhnya...airmata Maya menetes, memanggil Alex dari dalam hatinya..
Semoga kau bahagia Alex....maafkan aku.......jerit Maya dalam hatinya..ia telah kehilangan segalanya...
Saat itulah....
Dave tanpa menunggu mengarahkan kej*ntanan nya pada Milik Maya, tak perduli Maya meronta dan menangis, gadis itu beruntung Dave tidak membunuhnya bukan, namun Dave memilih menghukumnya dengan cara lebih kejaam...
Maya mengigit kain yang di sumpal di mulutnya, airmata menggenang dengan penuh rasa sakit...yah...Dave memperlakukannya seperti budak.. sentuhan itu terasa menyakitkan ketika itu di lakukan tanpa perasaan, bagaimana hidupnya nanti Maya sungguh tak tau...namun yang pasti ia tau dirinya tidak sedang baik baik saja..ini kah balasan untuknya..?karna telah menyakiti orang-orang yang mencintainya...Maya memejamkan matanya sungguh sedih. namun bukankah itu pilihannya untuk berkorban..?
Sementara Dave berada di antara tubuh Maya yang di paksa terbuka, pria itu menekan kedua paha Maya agar gadis itu tidak bergerak..
Keduanya saling bertatapan dari atas, ketika Dave tersenyum dingin...sesaat kemudian tanpa aba-aba Dave menggerakan tubuhnya dan menembus kesucian Maya yang sama sekali tidak ia sangka...
Milik Dave menerobos masuk dan mengklaim milik Maya sebagai miliknya,dan satu senyum kemenangan terbit dari sana...melihat gadis ini menjerit membuat Dave sedikit bingung...
Hening........
Dave menatap Maya yang masih merintih dengan penuh airmata, pria itu membeku tidak bergerak, entahlah ini pertama kalinya ia berhubungan dengan seorang perawan, Dave mendsah nikmat ketika milik Maya mencengkram dengan penuh kehangatan ketika miliknya masuk dan mengklaimnya sebagai pemilik pertama...
''Sshhiitt......'' erang Dave ketika knikmatan itu nyata membungkusnya dan menghempaskannya ke awan yang paling indah dan melayang disana...
Mengapa ia harus meragu..?Maya pantas mendapatkannya bukan...? dia telah menghancurkan hidup Dave, sehingga Dave kehilangan segalanya..ia kehilangan perusahaan, kekayaan dan cinta...dan itu semua karna Maya..karna gadis ini...bukankah semua pantas ia dapatkan...? sudah baik dia tidak membunuhnya..namun sebagai gantinya..
Maya harus membayar semua itu dengan tubuhnya..
Dave menurunkan pandangan, menikmati airmata Maya yang merupakan kesenangan baginya...
Dave mulai menggerakan tubuhnya, tak perduli jika ini merupakan yang pertama untuk Maya..pria itu tidak melunak sedikitpun, malah semakin menggerakan tubuhnya yang bergetar karna kepungan kenikmatan yang sayang untuk ia lewatkan,...
__ADS_1
Dave tersenyum dingin......
**************************************************
Setelah berkeliling dengan mobil, Alea akhirnya membawa Aira ke apartemennya yang berada di tengah kota, keduanya lalu naik menggunakan lift menuju lantai 30, sepanjang perjalanan pikiran Aira entah mengapa terus tertuju kepada sosok gadis bernama Maya tadi, yah...malam ini Alex lebih banyak diam...ia tak tau mengapa, padahal semua baik-baik saja sebelum gadis itu datang dan mengambil perhatian Alex..
Aira melirik kepada Alex yang masih diam seolah tenggelam dengan pikirannya sendiri...Aira lalu menghela nafas, susah jika berhubungan dengan pria yang belum selesai dengan masa lalunya...
Aira merasa nyeri mulai menyebar di dadanya...apakah lebih baik dia mundur saja..perasaannya belum terlalu dalam jadi, mudah baginya untuk pergi bukan..? sebaiknya mereka membatalkan rencana pernikahan mereka...yah...Aira tak ingin menambah beban masalah di hidupnya, ibu tiri dan saudara tirinya saja sudah memuatnya kehilangan tenaga, apalagi soal Alex yang masih memikirkan masa lalunya,...?
Aira mengepalkan tangannya dengan keuat ketika ia bisa melihat tatapan gadis itu kepada Alex, mereka saling menatap dalam sepersekian detik walau kak Ana lalu mengalihkan pembicaraan...
Ting!!!!
Alex meraih jemari Aira dan melangkah keluar, menuju pintu apartmennya pria itu menekan pasword disana dan sesaat kemudian pintu terbuka.
Alex membimbingnya masuk.....dan menutup pintu di belakangnya..
Alex menatap seluruh ruangan, sial... aparterment ini pernah ia tunjukan kepada Maya, mengapa tatapan Maya tadi terasa menusuk ke dalam hatinya...sial, mengapa ia harus merasakan perasaan ini...?
Hening...
Tanpa sadar..Alex mengabaikan Aira yang sedang menatapnya, hingga gadis muda itu menjadi sedih, dan semakin yakin bahwa...kebersamaan mereka adalah sebuah kesalahan...yah kesalahan, namun Aira memilih diam..ia tau bahwa Alex seorang mafia jadi ia tak ingin membuat pria ini marah...
''Ehm....apartemen yang bagus...'' bisik Aira memecah kesunyian..
Alex baru sadar bahwa ia membawa Aira saat ini, dan menoleh dengan senyum minta maaf...
''Aira....''
Gadis itu tersenyum, menyembunyikan kesedihan di hatinya...
__ADS_1
bukankah ia harus mengalah...hati Aira terasa nyeri..