
Divara mendekat meski Mike masih bersikap dingin, semua egonya runtuh seketika melihat Mike yang memalingkan wajahnya ke tempat lain..
Divara duduk di sisih ranjang dan menahan airmatanya ketika menatap mata Mike...
''Bagaimana keadaanmu Mike..''
''Pergilah Divara bisakah kau tidak berpura-pura, apapun yang terjadi kepadaku bukanlah urusanmu bukan...? aku sadar sekarang bahwa aku hanya mengharap sesuatu yang sia-sia dan aku sadar tak ada gunanya lagi aku mengejarmu...jadi aku memutuskan melepaskanmu Divara....''
Deg!!!!
Divara merasa bingung dengan perasaannya sendiri, mengapa sekarang dia tak ingin pergi...? mengapa dia tak ingin meninggalkan Mike sekarang...?
mengapa dia tidak suka dengan sikap menyerah Mike kepadanya...??
Divara menundukan kepalanya....airmatanyanya mengalir...
''Maaf.....maafkan aku Mike....aku sungguh tak menyangka aku bisa sejahat ini padamu, aku sangat egois Mike...jujur sampai detik ini alasanku menolakmu karna perasaan bersalahku sendiri,.....aku sangat kesal sendiri Mike...maafkan aku...''
Hening...
Miek menoleh..astaga, mengapa Divara menangis..dan ia yang menjadi tidak nyaman...ia hanya ingin mengerjai Divara namun ketika wanita yang ia cintai menangis membuat Mike luluh....
''Eehhm...jadi kau..akan tinggal disini..''
''Yah...kapanpun kau ingin aku tinggal maka aku akan tinggal Mike, jangan usir aku please.....aku menerima perjodohan kita....''
__ADS_1
Deg!!!!
Mike ingin melompat namun, ia sadar ia sedang berakting sakit sekarang dan akan hancur jika Divara curiga dan tersinggung...
Mike memasang wajah dinginnya.....
''Aku tidak suka di permainkan Divara..''
''Aku tak pernah ingin mempermainkanmu lagi Mike...'' isak Divara begitu sedih..
Mike akhirnya membuka tangannya lebar-lebar dan membiarkan Divara menghambur ke pelukannya dengan erat...pria itu memejamkan matanya puas ketika Divara menangis di pelukannya...
Ini semua berkat saran Damian dan paman Arkana,....darah Mafia yang pintar begitu kental di dalam darahnya..dan Mike merasa bangga akan hal itu...
''Kau mau memaafkanku Mike...''
''Apakah kau masih merasa sakit...'' bisik Divara tiba-tiba...
Hening...
Mike lupa jika dia sedang berakting sakit dan Divara akan curiga..
''Aku ingin mengatakan kalau pelukan ini sangat melelahkan bagiku, perutku masih sakit...''
Divara tertawa..lalu menjauhkan tubuhnya dengan perasaan bersalah....
__ADS_1
''Maaflkan aku Mike...''
''Ssstt,....berhentilah minta maaf..dan tentang rasa bersalahmu pada Dilan, berhentilah mempersalahkan diri sendiri, semua adalah takdir..kau telah melahirkan Dilan kecil sebagai pengganti...bukankah itu cukup.....Tuhan tau hatimu...''
Divara membeku mendengar ucapan Mike yang terasa begitu menyentuh hatinya...
''Mike......''
''Aku....haus...bisakah kau mengambilkan aku air minum...'' pinta Mike lembut ketika melihat Divara akan menangis...
Divara lalu mengangguk patuh...menyediakan segala kebutuhan Mike..sampai ia tertidur dan Divara terus menjaganya...
Tengah malam........
Divara sedikit terkejut ketika merasa tubuhnya di sentuh...jemari Mike sudah menelusup kedalam piyama tidurnya dan membuat Divara membuka mata dan menemukan tatapan tajam Mike padanya...
''Hoh...Mike....apa yang kau lakukan,...bukankah kau masih sakit...'' suara Divara terputus ketika Mike kembali melum** bibirnya...
Tubuh Divara kembali terbanting di ranjang dan Mike menaiki tubuhnya...
''Kau seperti vitamin bagiku sayang,....aku menginginkanmu untuk menyempurnakan penyembuhanku..bagaimana sayang apakah kau bersedia....'' Mike tersenyum penuh gairah..
''Hah...''
Divara membeku ketika ia hanya bisa pasrah dan mengangguk ketika Mike kembali melum** bibirnya...
__ADS_1
Vitamin.....???