
Arkana masih menatap mata Ana dan mencari penjelasan di wajahnya namun..istrinya hanya diam saja...
''Apakah kau yakin jika tak ada mengganggumu Ana...'' Arkana mencoba mencaritau, mendesak Ana kalau perlu..yah..ia tentu tak ingin terjadi sesuatu dengan istri dan anaknya...
''Tidak...aku baik-baik saja...'' ucap Ana mencoba bersikap tenang...
''Lalu mengapa kau terlihat cemas..'' Arkana mengerutkan kening....
Ana tersenyum menyembunyikan kebenaran..
''Aku hanya mencemaskan pernikahan Hani,...apakah semua akan baik-baik saja...''
Ana sungguh masih memikirkan pengirim pesan misterius itu namun tak mampu mengatakannya kepada Arkana, ia tak mau suaminya menjadi khawatir..Ana berjanji kali ini ia akan mengatasinya...Ana yakin pengirim pesan itu adalah Maya..ia tau benar Maya pasti merasa bersalah kepadanya...
''Semua akan baik-baik saja..di pesta pernikahan besok aku ingin kau tetap berada di dekatku atau Alex...jangan pernah pergi ke tempat yang sepi..jangan pernah jauh dari pandangan kami Ana...''
Ana mengangguk dengan meyakinkan...
''Aku akan mengingat semua perkataanmu sayang...''ucap Ana patuh..
Arkana lalu tersenyum,. kembali meraih Ana di dalam pelukannya hingga ia sendiri menghela nafas..apa yang akan terjadi besok Arkana sungguh tidak tau....namun ia akan melindungi keluarganya...dengan nyawanya..
''Baiklah...bagaimana kalau kita tidur sekarang...''bisik Arkana mencium dahi Ana..
''Baiklah ini sudah tengah malam....aku lelah sekali...''
Ana membeku ketika Arkana menggendong tubuhnya ala bridal style...
''Aku merasakan sensasi pernikahan kita sayang...aku mencintaimu..'' bisik Arkana sekali lagi,..
''Yah...aku juga mencintaimu...''balas Ana dengan senyuman bahagia...
Sungguh ia tak menginginkan apapun lagi..ia hanya ingin keluarganya bahagia...itu saja......
Pintu kamar terbuka dan Arkana membaringkan tubuh Ana di ranjang...pria itu lalu membersihkan dirinya dan kemudian naik ke ranjang dengan tetap memeluk Ana,...
''Hey..manja sekali sih..'' bisik Ana tidur di dalam pelukan Arkana.....
''Aku ingin setelah ini semua selesai...kita kembali ke negara kita sayang...apa kau mau..''tanya Arkana dengan tatapan nanar...
Ana menganggukan kepalanya......
''Aku akan mengikuti kemanapun suamiku pergi...''bisik Ana semakin memeluk tubuh Arkana...
Arkana mengangguk puas...
''Bagaimana Alesya apakah dia sudah tidur...''
''Hmm....dia sudah tertidur...seharian ini dia terus menangis mencarimu..'' bisik Ana lembut...
''Anakku...aku sangat mencintainya...''bisik Arkana dengan senyuman...
__ADS_1
''Yah...lebih besar mana rasa cintamu..kepadaku atau Aleysa...'' tanya Ana menyipitkan matanya...
Arkana tersenyum....
''Kalian berdua adalah hidupku, jangan memintaku memilih sayang...kau adalah sebelah diriku, dan Aleysa adalah sebagian dari diriku..kalian berdua adalah satu kesatuan yang tak akan pernah bisa di pisahkan...walau aku mati..'' ucap Arkana dengan suara yang tegas.,..
''Yah...kau gombal sekali...'' bisik Ana tertawa,....
''Percayalah aku hanya mengatakan ini pada wanita yang aku cintai..yaitu Anastasya Arkana..''
Ana mengangguk dengan penuh rasa bangga....
''Baiklah...sekarang kita harus tidur...aku sangat lelah..'' bisik Arkana memejamkan matanya...
''Aku juga...'' balas Ana memeluk Arkana denfgan erat.....
Keduanya saling memeluk dengan begitu bahagia,....sampai akhirnya Arkana dan Ana terlelap dan tertidur nyenyak...
**************************************************
Pagi harinya...........
Ana sangat sibuk karna ia harus pergi kerumah Danar untuk melihat Hani...adiknya sama sekali tak ingin jauh darinya bahkan ketika ia berada di ruang makeup..
Arkana sudah pergi sejak tadi bersama Alex, mereka berdua yang menangani sesi keamanan...ia dan pengasuh baby Aleysa segera berangkat menggunakan mobil...
Sepanjang perjalanan Hani terus menelfonnya memastikan apakah dia sudah datang...?
Ana mengetik pesan yang di kirim kepada Hani...
Kakak akan segera sampai, tenanglah....
*****************************************
Setelah beberapa saat kemudian mobil akhirnya sampai di Mansion kediaman Danar...Ana pun turun dari mobil dengan pengasuh Aleysa di belakangnya..
Kedatangan Ana sudah di sambut Fera dan Fania yang sudah menunggunya...ada juga Steve dan Daniel yang tersenyum ramah kepadanya...
''Ana.........'' jerit Fera langsung memeluk tubuh sahabatnya dengan erat...
Hubungan mereka kembali dekat ketika Ana memperbaiki hubungan Steve dan Fer---a yang sempat rusak dulu..bahkan mereka dekat seperti saudara perempuan....
''Aku merindukanmu Fera..'' bisik Ana dengan mata berkaca-kaca...
Sedang Stev hanya tersenyum lega sembari menggendong anak lelakinya yang berusia hampir 5 tahun bernama Mark...
Pandangan mata Fera tertuju pada baby Aleysa yang begitu menggemaskan....ia pun segera mengambil Aleysa dan menciuminya dengan gemas...
''Menantuku..'' bisik Fera dengan suara yang lembut...
Mendengar itu membuat mereka tertawa seketika...namuin untuk Mark pria kecil itu hanya menatap tak suka ketika ibunya bilang mereka akan di jodohkan...
__ADS_1
''AKu tak akan menikahi bayi Mom..'' bisik Mark kecil dengan kesal...
Ana langsung menggendong Mark yang tampan itu...hingga Mark terlihat salah tingkah...
''Jadi kau tidak mau jadi menantuku...apa kau yakin...? putriku akan menjadi idola di masa depan....'' puji Ana bangga..
Mark hanya bersedekap dan menaikan sudut bibirnya,...
''Ia hanyalah seorang gadis yang bawel nanti...aku benar-benar akan payah..'' Mark menggelng dengan ekpresi menggemaskan...
Fera dan Ana tertawa dengan keras...
Seketika itu juga Fania mendekat membawa bayi tampannya untuk di pamerkan...
''Tuan Mark..kau harus bersaing denganku...'' ucap David anak dari Fania dan juga Daniel...
Mereka tak mampu menahan rasa gelinya melihat anak-anak yang bertingkah sangat lucu...
Dan seorang pelayan mendekati Ana..
''Nyonya...anda harus menggnati gaun pesta karna acara akan di mulai...''ucap pelayan menunduk hormat..hingga Ana tersenyum...ia baru sadar jika di antara mereka hanya dirinya yang belum bersiap..
''Fera...Fania...aku harus ke kamar..'' pamit Ana bergegas...
''Pergilah aku akan menjaga menantuku...'' ucap Fera dengan senyuman...
Ana pun mengangguk setuju lagi pula ia akan mengunjungi Hani dan melihat keadaannya..Hani sudah menelfonnya berkali-kali...Ana segera melangkah mengikuti sang pelayan pergi..
Sementara Fera benar-benar jatuh cinta dengan Aleysa..tak henti-hentinya ia menciumi dengan gemas pipi Aleysa yang montok..sampai Steve dan Mark saling menatap...
''Bunda...berikan anak kecil itu kepada pengasuhnya...'' Mark bersedekap memasang wajah culas..
Fera menatap tajam kepada anaknya lalu mendekati Mark....
''Bunda mengatakan dengan sungguh-sungguh kalau bunda akan menjodohkan kalian jadi kau harus menjaganya mulai dari sekarang....''titah Fera dengan tegas...
Mark hanya menggelengkan kepalanya...
''Bunda lebih baik mengasingkan aku saja..aku akan sangat rela daripada menikah dengannya...astaga..orangtua selalu memutuskan segalanya dengan kejam...''
Mark lalu melangkah menjauhi sang bunda sambil memainkan ponselnya....
************************************
Ana selesai berdandan, hari ini dia sangat cantik dengan gaun berwarna pink tanpa lengan..ia terlihat seperti seorang gadis saja...
Ana tersenyum menatap ke arah cermin..ia tak sabar menunjukan tampilannya di hadapan Arkana dan Alex..ia ingin tau pendapat mereka.....
Sebuah pesan masuk dan membuat Ana menoleh..Ana tau jika pesan itu dari sang misterius itu...
Ana lalu mengambil ponsel dan mematikannya, tanpa membaca pesan itu.....ia memejamkan matanya....semoga semua baik-baik saja.....
__ADS_1