Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Kiara Yang Manis


__ADS_3

Keduanya masih berpelukan dan menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung Mall, sementara itu Hani menenangkan putrinya dengan kelembutan seorang ibu..


''Bagaimana kalau kita makan saja sayang...''bisik Hani membujuk..


Kiara mengangguk..ia sudah lebih lepas sekarang dan tidak takut lagi kepada Hani..langkah keduanya terarah mencari tempat makan, dan langkah Hani terhenti melihat Maya juga sedang berada tak jauh dari toko dan sedang melihat-lihat dia tak sendiri namun bersama Denis yang terlihat tak nyaman...


''Maya.......'' jerit Hani mengangkat tangannya...


Maya pun melambai ke arahnya dan mereka melangkah dengan cepat...


bagitu melihat Denis..Kiara membeku, ia sedikit gugup menyadari Denis juga menatapnya tajam..


''Maya.....''


''Hani....''


Kedua wanita tu saling memeluk, mata Maya langsung terarah kepada sosok Kiara yang sangat cantik..matanya indah mengingatkannya kepada seseorang...


''Siapa gadis cantik ini...''ucap Maya tampak jatuh cinta...


''Dia adik dari Divara, calon istri Dilan...dia adalah anakku sekarang....''


Mata Maya melebar..tentu saja dia ingat Divara...pantas saja tadi dia mengingat diamana dia melihat mata ini...


''Siapa namamu sayang...''


''Kiara Naira, usiaku hampir 16 tahun...''ucapnya seraya melirik Denis yang hanya menatapnya datar...

__ADS_1


''Kau tumbuh dengan cantik...tubuhmu bahkan sama tinggi dengan Deniz....'' tatap Maya melirik Hani dengan pandangan penuh arti...


Hani hanya tersenyum pasrah...dari semua anak-anak..hanya Denis yang belum mempunyai pasangan...jika mereka mau menjodohkan mereka maka cukup jauh perbedaan usia mereka namun...Hani dan Maya akan mencoba...tradisi perjodohan di antara mereka begitu kental...


''Bagaimana kalau kita makan bersama....'' tawar Hani tersenyum...


''Ide bagus kakaku sayang..'' balas Maya penuh arti...


Mereka berdua berjalan di depan sementara Denis dan Kiara melangkah di belakang..


''Jangan terlalu serius ketika ibu nanti berniat menjodohkan kita..'' ucap Denis dengan nada dingin..


Kiara menoleh...


''Tentu saja..jangan khawatir kau terlalu tua untukku...''


Denis menghentikan langkahnya...ia menoleh tak terima...


Kiara terkekeh...


''Jangan terlalu serius kakak.......'' ucap Kiara sambil melangkah lagi...''


Denis lalu melangkah di samping Kiara..


''Kau masih sekolah..''


''Kelas 2 SMA, tahun depan aku akan lulus..bagaimana denganmu kakak...''

__ADS_1


Denis tersenyum...


''Aku pemimpin perusahaan, jika kau akan magang di kelas tiga maka maganglah di perusahaanku aku akan memberimu nilai A...''


''Aku akan kesana....'' jawab Kiara tersenyum..


Dan Denis membeku..bahkan senyuman Kiara terlihat sama dengan senyuman Divara...hatinya bergetar pada gadis ini..


''Bagus..aku akan menunggu....'' jawab Deniz..


Mereka akhirnya menemukan restoran yang enak dan menghabiskan waktunya dengan cerita-cerita yang hangat..


''Jadi pernikahannya minggu depan...''ucap Maya menghela nafas...


''Mengapa kau menghela nafas Maya...''tanya Hani penasaran..


Maya menatap Hani...


''Semua anak di keluarga kita sudah punya pasangan dan kau tau...hanya Denis yang masih sendiri..bagaimana caranya aku kau akan menjadi penggiring pengantin nanti...aku kesal sekali...''ucap Maya dengan lelah..


''Ibu tolonglah...jangan seperti ini...aku bisa mendapatkan gadis yang kau inginkan sekarang juga...''


''Yah...ya...ya...dan mereka akan menghilang secepat angin pergi...'' sambung Maya kesal..


Kiara menatap pasangan ibu dan anak itu yang sedang bertengkar kecil dan tersenyum..


''Ibu..apakah aku tidak terlalu kecil untuk menjadi pendamping kak Denis di pernikahan kakak nanti..''

__ADS_1


Deg!!! Denis membeku..


Sedangkan Maya dan Hani saling melemparkan tatapan penuh arti.......


__ADS_2