
Maya menyentuh selang oksigen Ana, dan tersenyum menang..lihatlah dirinya sekarang..kakak tercintanya bahkan tidak berdaya...Maya membenci wajah malaikat itu sekarang meski sejak dulu ia sangat menganggumi kakaknya..namun sejak Alex benar-benar tak bisa melepaskan diri dari kakakny Ana menumbuhkan perasaan cemburu yang tak bisa di tolerilnya, bukankah Ana terlalu sekarang...?
Mengapa kedua pria paling berpengaruh itu bisa jatuh cinta kepadanya, apakah menjadi sosok yang lemah adalah daya tarik Ana...? May memejamkan matanya di banding dirinya yang tomboi dan periang apa artinya, dia hanya di anggap sebagai pelengkap dalam sebuah drama..
Dan May ingin menjadi seperti Ana..mulai dari sikap, cara bicara....dengan begitu mungkin Alex akan menyukainya..? dengan begitu mungkin ia tak akan menjadi nomor dua lagi...?
Maya tersenyum...
''Kakak...bagaimana kalau kau..tidur saja selamanya..? anakmu aku akan menjaganya..hahaha..bagaimana...? cukup sudah kau menerima perhatian dan cinta mereka kakak..bukankah kau terlalu serakah untuk merasakannya lebih lama,..? aku tak akan membiarkannya....sekarang tiba giliranku kak...dan aku akan membebaskannmu...''
Sinar mata Maya penuh dendam, dengan cepat di raihnya selang infus Ana dan melepasnya,....saat itu juga Ana mulai bernafas dengan susah payah..dadanya naik turun berusaha menggapai oksigen sebanyak-banyaknya...
Dan yang di lakukan Maya hanya tersenyum....namun tidak lama ketika pintu terbuka lebar dan Hani berdiri dengan mata yang melebar terkejut...
''Maya...apa yang kau lakukan...'' jerit Hani begitu marah...
Gadis itu berari dan mencengkram lengan Maya dengan kuat, dan menghempasnya jauh..selang oksigen yang terlepas buru-buru di pasangkan Hani di hidung Ana dan kakaknya bisa bernafas kembali..airmata Hani menetes, debaran jantungnya bahkan masih memburu karna ketakutan hampir saja ya Tuhan..jika sedikit saja ia terlambat maka kakaknya akan selesai...airmata Hani menetes dengan tubuh yang gemetar...
Jemarinya mengepal dan menoleh menemukan Maya yang berdiri dengan mata berkaca-kaca..Hani tak mampu membendung kemarahannya..lagi..
''IKut aku sekarang Maya..'' ucap Hani dengan sinar mata membunuh...
Maya tak mampu melawan, gadis itu terpaksa ikut dengan Hani keluar ruangan...menuju mobil dan pergi dari area rumah sakit..
***********************************************
Sebuah pantai yang sepi menjadi lokasi yang di pilih Hani, gadis itu memerintah Maya turun dari sana..lalu ia pun bergerak meraih pistol dan ikut turun bersama Maya....
Keduanya bertatapan dengan tajam....
Hani melangkah cepat dan sesaat kemudian...
__ADS_1
Pack!!!!
Tubuh Maya terlempar jauh ke belakang, jatuh ke atas pasir.. hingga menyisakan tanda merah yang kentara di wajahnya...Hani masih tidak puas, lalu mendekat lagi..meraih tubuh Maya sekali lagi dan melayangkan tamparan bertubi-tubi di wajah Maya...
''Apa yang kau lakukan pada kakak hah...apa kau sudah gila...apa kau ingin mati....'' jerit Hani tidak terkendali...nafasnya masih terengah-engah kara menahan emosi...
Maya meneteskan airmata.......
''Aku hanya ingin membebaskannya..bukankah aku melakukan hal yang benar.....''isak Maya sesegukan..
Hani mencengkram ujung baju Maya membawanya mendekat ia sungguh marah menyadari kakaknya Ana hampir mati jika saja ia terlambat, dan yang menginginkan kematiannya adalah adik angkat sendiri, gadis yang sudah di tolong Ana..dari panti asuhan yang sama, kak Ana memberikan segalanya, kenyamanan, sekolah yang bagus, uang, mobil,..kasih sayang....lalu apa yang di lakukan Maya sebagai balasan ini membuat Hani sakit hati dan tidak bisa memaafkan Maya.....
''Membebaskan dari apa...? jelas kau ingin membunuhnya..kau ingin membunuhnya karna keserakahanmu Maya....'' teriak Hani keras..
Maya begitu terkejut mendengar pernyataan Hani kepadanya...
''Apa maksudmu Hani...''
Pertahanan Maya runtuh seketika..airmatanya menetes dengan dramatis...
''Kakak.....''
''Aku bukan kakakmu Maya..berhentilah bersikap munafik karna aku sangat muak...''
''Maafkan aku........''
''Bagaimana jika aku terlambat tadi hah..bagaimana kalau kak Ana kehilangan nyawanya bagaimana...kau akan memisahkan ibu dari anaknya yang baru lahir,...kau akan memisahkan istri dari suami yang mencintainya...kau akan memberi luka yang amat besar pada keluarga kak Ana...'' jerit Hani dengan mata memerah.......
''Yah...aku memang melakukannya...kau tau kenapa...''
''Apa....'' tubuh Hani serasa lemah mendengar pernyataan Maya yang begitu jujur..
__ADS_1
''Aku muak ketika kak Ana mendapatkan segalanya..kakak mendapat perhatian dari kak Arkana....lalu seolah tak puas, kakak juga ingin merebut perhatian Alex...bukankah itu terlalu serakah...''
''Diam..kau sama sekali tidak tau apapun Maya..kau tidak tau kisah mereka bertiga...kau tidak tau betapa kak Alex sangat mencintai kak Ana bahkan lebih dari hidupnya sendiri...kau tidak tau apapun...jika kak Alex belum membuka hati...seharusnya kau bersabar dan bukan menyalahkan kak Ana...''
''Tidak...kak Alex tak akan pernah membuka hatinya selamanya untukku tidak akan pernah...selagi ada kak Ana maka dia akan terus mencintai dan menjadi bodoh walau harus menatapnya dari jauh...'' balas Maya penuh dendam,....
Hani sudah tak punya cara lain lagi...ia kemudian mengambil pistol dari dalam saku jaketnya dan mengarahkan lurus tepat di kepala Maya..keduanya saling menatap tajam...
''Tak taukah kau..aku adalah orang pertama yang akan membunuhmu jika kau melukai kak Ana...''
Maya sungguh terkejut menyadari pengaruh kak Ana begitu kuat hingga membuat Hani juga membelanya...ia semakin membenci Ana....
''Kau mau membunuhku Hani...'' ucap Maya dengan tatapan sedih...
''Mulai sekarang tak ada hubungan lagi anatar kau dan juga aku....perlu kau ingat aku akan selalu berada di sisih kak Ana...walau apapun yang akan terjadi..aku tak akan pernah membiarkan diriku menjadi seorang penghianat..apa kau mengerti Maya...dan jika kau mencoba menyakiti kak Ana maka aku tak akan segan menembak kepalamu..aku tidak ragu sedikitpun...''ucap Hani dengan sinar mata tajam...
Maya mengangguk menyerah...
''Aku minta maaf Hani...aku minta maaf...''
''Tidak...aku ingin kau pergi dari rumah terserah kau mau kembali ke panti asuhan atau kemanapun yang kau inginkan....aku sama sekali tidak perduli...jangan pernah menujukan wajah munafikmu di depan mereka atau aku...akan mengatakan segalanya..pada Kak Ana bahwa kau ingin membunuhnya, pada kak Arkana bahwa kau ingin melenyapkan ibu dari anaknya...dan juga pada kak Alex kalau kaulah...gadis yang ingin membunuh wanita yang ia cintai karna rasa cemburumu yang bodoh....bagaimana..''ucap Hani mengancam...
Maya menjatuhkan tubuhnya di pasir,....airmatanya menetes dengan isakan sakit hati...
''Yah...aku akan pergi..apa kau puas...''
''Aku yakin kau akan menyesal nanti Maya..''ucap Hani kemudian pergi dari sana meninggalkan Maya sendirian...
Meninggalkan gadis itu yang semakin tenggelam dalam dendamnya,...sampai mobil itu pergi jauh dan menghilang...
Maya berdiri dengan tatapan membunuhnya...lalu meraih ponsel dan segera menelfon seseorang...
__ADS_1
''Tuan Dave....''