
Dokter menatap Ana dan Alex secara bergantian,..sembari membetulkan kacamatanya ia menghela nafas...
''Aku punya dua berita yaitu berita baik dan buruk...''
Ana menggeleng dengan wajah yang pucat...tidak..apa yang sebenarnya terjadi...?mengapa dokter mengatakan hal ini...? rasanya kaki Ana tak mampu menopang tubuhnya hingga Alex memeluknya, menahannya agar tidak jatuh...
''Dokter..apa maksud anda...? berita baik dan buruk..mengapa harus seperti itu...mengapa malah membingungkan kami...'' ucap Alex mulai kesal....
Dokter berusia pertengahan 40an itu menatap mata Alex dengan sangat menyesal....
''Peluru sudah berhasil kami keluarkan dari tubuhnya...dan saat ini pasiean masih belum sadar, dan di tempatkan di ruangan ICU, untuk sementara tak ada yang beoleh mengunjunginya sampai beberapa jam kedepan...''
Ana yang mendengar hal itu memejamkan matanya penuh rasa sakit...dadanya seperti di hantam sesuatu yang keras..sakit sekali...
''Lalu kami hanya akan menunggunya sadar bukan...jadi itu berita buruknya dokter...? kami akan menunggunya sadar...dia punya istri dan anak yang sangat menunggunya...dia...''
''Masalahnya tidak sesederhana itu tuan...pasien sebenarnya telah memiliki sakit lain dan penembakan ini hanya semakin memperburuk keadaannya...''
Alex mendekat....
''Apa maksud dokter, sakit apakah Arkana..apa yang terjadi kepadanya,....''
Dokter itu menghela nafas...dengan mata yang tatapan menyesal..
''Pasien menderita kangker stadium lanjut...dia tidak akan pernah mungkin bertahan...''ucap dokter dengan hati-hati..
Seperti mimpi di siang bolong betapa hancurnya hati Ana mendengar penuturan dokter.....rasanya dunia kecilnya hancur seketika, bagaimana bisa Arkana menderita penyakit mematikan itu...bagaimana bisa...? airmata berguguran tanpa bisa di cegah Ana...
Wanita itu menghempas pegangan Alex darinya...
''Apa.......''
Kali ini Ana mendekat mencengkram kedua lengan sang dokter dengan sedikit kuat, jemarinya gemetar ketika ia menatap mata dokter memohon keajaiban...
Airmata Ana tumpah.....
''Tidak dokter...katakan ini tidak benar, suamiku sebelumnya baik-baik saja...dia tak pernah menunjukan kalau ia sedang sakit...tidak...tidak mungkin dia menderita sakit...itu tidak mungkin...kau pasti salah memeriksanya...tidak dokter...periksa lagi.....aku mohon...anakku masih kecil dokter,...mana mungkin dunia sekejam ini padaku,...bagaimana mungkin,...'' tangis Ana mulai kehilangan kendali dalam dirinya.
Hingga Alex hanya mampu menahannya....yah..ia juga terkejut dengan perkataan sang dokter yang mengejutkan...hingga matanya basah...
Arkana...mengapa ini bisa terjadi kepadanya....
__ADS_1
''Nyonya....maafkan aku, sebagai seorang dokter aku sudah berusaha untuk membuat semua pasiean kami sembuh, namun aku juga tak bisa melakukan apapun...aku hanya ingin menyampaikan ini pada keluarga...dan bersiap untuk kemungkinan buruk yang akan terjadi pada pasien...''
''Tidak....kau bohong...tidak...'' jerit Ana geram....
Ana mulai meronta seperti kehilangan akal....tidak bisa, dia tak akan membiarkan apapun terjadi pada Arkana tidak.....tidak bisa,...Arkana tidak boleh pergi darinya....
''Ana...''
Alex menarik tubuh Ana menatapnya dengan tajam, yah..ia sangat mengerti perasaan Ana saat ini hingga tak tau harus bersikap bagaimana, Ana sampai melukai sang dokter kalau saja Alex tidak menjauhkannya, dokter itu hanya mampu menatap sedih...dia mengerti apa yang Ana rasakan...jadi ia tak masalah jika Ana mencakar tangannya hingga tergores...
Dokter itu pun pergi dari sana.....meninggalkan Alex yang masih menenangkan Ana yang terus meronta dengan keras...
''Ana...tenanglah...''
''Tidak.....bagaimana bisa aku tenang Alex...bagaimana bisa...aku akan memindahkan Arkana ke tempat lain...dokter ini salah mendiaknosa suamiku tidak...'' teriak Ana histeris dan mulai menangis lagi...
''Ana......''
''Diam...pergilah tinggalkan aku...pergi...'' teriak Ana seperti kehilangan akalnya...
''Tidak...dengarkan aku..kau harus tenang Ana,..kita akan mencari solusinya...''
''Tidak......aku tidak mau menunda Alex...bagaimana kalau Arkana semakin parah...? bagaimana...''
Pacckkkkk!!!!!!!
Heningg....
Alex terdiam di tempatnya menyadari Ana menampar wajahnya dengan keras....pria itu sedikit meringis ketika sudut bibirnya berdarah...Ana menggunakan kekuatannya
Keduanya saling menatap.....
''Tinggalkan aku saja...''ucap Ana dengan sangat dingin....
''Ana....'' Alex masih mencoba membujuk...
''Pergi.....'' jerit Ana kesal...
Alex hanya menghela nafas,...lalu mengikuti langkah lemah Ana dari belakang, menjaga agar wanita itu tidak jatuh..Alex sangat khawatir...tamparan Ana tak ada apa-apa di banding dengan rasa sakit yang di alami Ana saat ini....sungguh berita Arkana begitu menghancurkan hati semua orang yang mencintainya..termasuk Alex....
Ana melangkah dengan cepat walau langkahnya terhuyung karna rasa pusing yang melanda kepalanya..yah...ia segera meraih ponselnya dan mencoba menelfon Hani, Danar bisa membantunya mencarikan rumah sakit yang besar bukan...? Danar punya segalanya dan ia pasti punya koneksi rumah sakit yang lebih bagus....namun kepalanya terlalu pusing untuk melihat huruf di benda kecil itu...
__ADS_1
Ana berdiri lagi menegakan tubuhnya...mengapa terasa sakit sekali...??ia melangkah sembari memijit dahinya...
Namun baru saja beberapa langkah, tubuhnya goyah dan jatuh tersungkur..pandangannya menjadi berkunang-kunang....
Tidak...ada apa dengannya...bukankah ia tidak boleh lemah...? Ana mencoba bangkit untuk melangkah namun ia kehilangan kendali..rasa pusing begitu kuat mencengkramnya hingga tubuhnya goyah....
Ana hampir saja jatuh sekali lagi, kalau saja Alex tidak menangkap tubuhnya dengan cepat.....
''Arrghh...'' desah Ana mengeryit..kepalanya terasa nyeri seperti menusuk-nusuk..
Ana menatap Alex yang terluka..dan sedikit merasa bersalah...
Sedangkan Alex hanya diam saja,....mengabaikan luka bekas tamparan Ana kepadanya...ia menatap Ana sekali lagi dengan tatap mata yang tegas...
''Kau harus istirahat...aku berjanji kita akan mencari rumah sakit yang lebih besar Ana...tenanglah...''ucap Alex menunduk mengangkat tubuh Ana dan menggendongnya...
Ana hanya diam saja...ia terlalu lelah dengan semua ini jadi ia memilih tidak menjawab perkataan Alex kepadanya
Alex terus melangkah dengan tatapan kesedihan yang dalam..sementara Ana memejamkan matanya pasrah,...ia akan menjadi gila jika Arkana benar meninggalkannya...tidak...? airmata Ana menetes ketika ia masih memejamkan mata dan itu sangat melukain Alex....
Pria itu terus melangkah membawa tubuh Ana pergi....
*****************************************
Hening...........
Ruang keluarga itu menjadi sangat hening ketika Alex menyampaikan kabar buruk tentang Arkana...Hani langsung menangis dengan histeris, sambil menggendong tubuh Aleysa.. dan di tenangkan Danar sementara Ana masih terbaring di kamar setelah di beri suntikan penenang..karna ia terus menangis ketika membuka matanya....
''Bagaimana bisa kak Arkana mengalami ini semua di saat keadaan mulai membaik dan ada Aleysa yang masih membutuhkannya...
Mengapa.....dunia seakan tak adil untuk kak Ana....?
''Apakah kita tak bisa mencari cara lain untuk pengorbatannya..apakah sungguh tak ada harapan lagi...''tanya Hani ingin tau...
Alex menggeleng dengan berat hati...
''Saat ini Arkana belum sadar, dan sayangnya kita hanya punya waktu untuk mengucapkan selamat tinggal...''ucap ALex sembari mengusap wajahnya dengan kasar....
Tangisan Hani pecah saat itu, sementara Danar dan juga, Fania, Daniel, Steve dan Fera hanya mampu menghela nafas dengan kesedihan yang dalam..
Dan terdengar suara barang yang pecah dari dalam kamar Ana, hingga membuat Alex terkejut......
__ADS_1
Pria itu segera berlari menaiki tangga dengan gusar,.....
''Ana........''