
Akhirnya waktu yang di tunggu akhirnya tiba...Arkana sebagai langganan untuk mendampingi Divara menuju altar..suasana tampak sangat haru karna putra tunggal Danar Lois dan Hani Lois akhirnya menikah...mereka berdua terlihat bahagia sebagai orangtua,..Divara terlihat begitu gugup, jemarinya bergetar ketika mengalungkan tangannya di lengan Arkana..
Arkana menurunkan pandangan...bahkan gadis ini terlihat pucat...
''Divara...''
''Yah....ayah Arkana...''
Divara mulai di ajarkan untuk memanggil semua ibu dengan ibu dan ayah untuk beberapa ayah dekat mereka...seperti ia memanggil Arkana saat ini..
''Jangan tegang..anggap saja kalau kedua orangtuamu sedang menyaksikan acara paling penting di dalam hidupmu sekarang...mereka sudah bahagia dan kau juga harus bahagia...angkat wajahmu dan hadapi pernikahanmu dengan senyuman..''
Divara menatap sosok Arkana yang bijak dan tersenyum..
''Terimakasih ayah...aku akan mencoba...''
Divara mengangkat wajahnya dan mulai merasakan percaya diri di dalam dirinya, mereka pun melangkah pelan...
''Lihatlah adikmu Kiara dia trsenyum dan sangat cantik..'' bsiik Arkana agar Divara bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa gugupnya.....
Kiara mengangguk dengan penuh harui, melihat sang adik sangat bahagia dalam balutan pakaian yang mahal....
__ADS_1
''Terimakasih Ayah...aku sudah lebih baik sekarang, berkatmu...''
''Tentu saja anakku....'' balas Arkana dengan lembut,...
Arkana akhirnya bisa mengantarkan Divara ke depan Altar suci yang telah di tunggu oleh Dilan yang tak kalah gugup..
Arkana kemudian menyerahkan Divara kemudian di sambut oleh Dilan..lalu Arkana kembali duduk dan pengantin menghadap sang pendeta...
Pendeta memulai doa-doa dan mulai memberkati pernikahan mereka, sementara keduanya berdiri dengan kegugupan yang kentara...ketiika tgiba saat pembacaan janji pernikahan, mereka saling berhadapan dan saling berpegangan tangan,...
''Aku...Dilan Lois, bersedia menerimamu Divara Naira sebagai istriku yang sah di hadapan Tuhan, dan berjanji akan setia saling mencintai dan mengasihi, dalam susah maupun senang, sehat atau sakit sampai maut yang memisahkan..''
Hening.....
''Aku Divara Naira, bersedia menerimamu Dilan Lois, sebagai suamiku yang sah di hadapan Tuhan dan berjanji akan setia..saling mencintai dan mengasihi dalam susah maupun senang, sehat atau sakit sampai maut yang memisahkan..''
Divara menghela nafas lega..
Pendeta menatap keduanya dengan senyuman..
''Dengan demikian aku menyatakan kalian sebagai suami dan istri yang sah di hadapan Tuhan dan negara..apa yang telah di persatukan Tuhan tidak dapat di pisahkan manusia....
__ADS_1
Dan.....
Seluruh ruangan di penuhi riuh tepuk tangan, dan kedua mempelai di persilahkan memberi ciuman pernikahan..
Dilan menatap Divara dengan tajam lalu mendekat setengah memeluk tubuh Divara ia mencium kening isrinya dengan lembut..
Semua berbahagia...dan memeluk kedua pengantin dengan erat...sementara itu Denis tak berhenti menatap sosok Kiara yang tampak cantik malam ini..lalu tersenyum..baru saja ia mendekat...
Langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria muda seusia Kiara mendekat mereka tampak bercanda dan saling berbisik..
Deg!!!!
Mengapa menjengkelklan sekali...? dasar anak kecil.....desis Denis membuang pandangan,....
Hani dan juga Danar menatap Dilan dan Divara dengan mata yang basah..
''Ibu dan Ayah sangat bahagia sayangku....semoga pernikahan kalian di berkati Tuhan dan selalu bahagia...''
''Terimakasih ibu, aku akan setia kepada Dilan dengan segenap jiwaku..'' ucap Divara berjanji..hal yang sama di katakan Dilan...
''Ibu dan Ayah..tunggulah aku akan memberikan kepada kalian cucu yang banyak, agar ibu dan ayah bahagia..'' ucap Dilan dengan bangga..
__ADS_1
''Yah..kami akan menunggu putraku..'' ucap Hani di iringi tawa bahagia mereka..