
Hani membeku mendengar ucapan Kiara yang begitu menyentuh dan menatap ke arah Denis...
''Bagaimana menurutmu Denis...''
''Maaf ibu Hani...tapi Kiara terlalu kecil dan aku tak ingin semua mata berpikir aku sedang mengencani anak-anak...'' seru Denis dengan dingin yang mampu merubah wajah Kiara..
Sementara Maya dan Hani hanya bisa mengurut dada,....dari tampilan tubuh Kiara cukup tinggi dan cocok bersama Denis di pernikahan nanti mengapa Denis malah menolak...??
''Denis.......'' kata-kata Maya terputus...
Denis menatap ibunya....
''Aku akan membawa teman wanitaku....jadi tenang saja aku tak akan mempermalukan ibu..''
Hani yang melihat Kiara yang kecewa hanya bisa memeluk putrinya, tampaknya Kiara menyukai Denis namun Denis menanggapinya dengan dingin..
''Ya sudah kalau begitu Kiara nanti menjadi pasangan anak dari teman ibu namanya Kay...dia berusia 17 tahun kalian akan cocok...'' bisik Hani membujuk..
Di saat yang sama Denis mengangkat wajahnya menatap Kiara yang hanya mengangguk dengan lemah..
Mengapa malah ia yang tidak rela...??
**********
__ADS_1
Berbagai persiapan menuju pernikahan sudah hampir 90% berkat kekuasaan Danar, di bantu Arkana, Alex, dan Dave lalu anak dan menantu mereka....jadi persiapan pernikahan bisa di lakukan dalam waktu singkat...
Tanpa terasa pernikahan akan di gelar dua hari lagi dan membuat semua terlihat sibuk dirumah Danar Lois..
Semua berkumpul dan menyambut meriah pernikahan ini, Divara dan Kiara gampang membaur dan akrab dengan keluarga besar para mafia itu sehingga semua berjalan dengan sangat baik..
Dilan duduk dengan memeluk Divara yang tampak tidak nyaman namun mencoba bersabar..apalagi ia sedang bersama para wanita....
''Aku akan menjadi penggiring pengantin tercantik...'' ucap Aley bangga..karna hanya dirinya yang langsing dan cantik sementara Aley dan Diza sedang hamil besar,..''
''Kak Aley curang, aku sumpahi abis ini kakak hamil biar ketika kak Denis menikah giliran kakak sedang hamil besar...'' ucap Diza yang mengundang tawa semuanya...
Aley menajamkan tatapannya kepada Damian..
Damian mengangkat tangannya menyerah...
''Yah...kalian harus memberikan kesempatan pada kami....'' ucap Dilan tak terima....
''Yah...aku mendoakanmu juga Dilan...'' ucap Diza dengan senyum Diza yang terpancar di wajahnya...
Sementara Denis sedari tadi mencuri pandang ke arah Kiara yang sedang meliuk-liukan tubuhnya di cermin mencoba gaun yang telah di jahit sang ibu...sementara...di saat yang sama Kiara menoleh kepadanya dengan tatapan beku, senyuman Kiara lenyap di ganti tatapan kesal....
Denis hanya mampu menghela nafas...
__ADS_1
''Bagaimana denganmu Denis...kapan kau akan menyusul Dilan...usiamu sudah 25 tahun...'' ucap Dilan mengedipkan matanya sedangkan Denis hanya mengangkat bahu...
''Aku sedang menunggu seseorang...aku akan sabar menunggunya...''ucap Denis lalu sambil menatap ke arah Kiara yang tidak perduli kepadanya sedikitpun...
Damian bertepuk tangan....
''Kami akan menunggu hari itu tiba...'' ucap Damian mengedipkan matanya ke arah Denis yang hanya tersenyum...
''Kalian akan menjadi penggiring pengantinku 3 tahun lagi...'' ucap Denis yakin..
''Semua bertepuk tangan dengan riuh, semua bahagia menyambut pernikahan Dilan dan Divara di depan mata...
*******
Malam harinya...
Divara menatap dompet kesayangannya...yang selalu dia bawa kemanapun, disana ada foto keluarganya yang lengkap...
Sontak matanya menjadi panas...dan seketika itu juga pintu terbuka dan sosok Kiara dan ibu Hani masuk..Hani dan Kiara mendekati Divara lalu memeluknya dengan erat....sangat erat hingga Divara begitu terharu...
''Kau punya orangtua sekarang sayang...jangan sedih...ucap Hani memeluk Divara dengan sayang...
Hal yang sama di lakukan Kiara..ia sungguh bahagia kakaknya akan menikah...
__ADS_1