Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Putus Asa


__ADS_3

Alex tak mampu lagi menahan kesabarannya karna gadis ini benar-benar mempermainkannya, karna dia bukan hanya membeli satu barang yang tadi ia tunjukan namun satu keranjang penuh dan ia sama sekali tidak merasa bersalah sedikitpun, sedangkan ALex menatap minumannya yang sudah mencair..ia hanya membeli satu barang dan gadis ini benar-benar menguji kesabarannya..


''Kau sudah mempermainkanku yah......'' Alex memperlihatkann seringai tajamnya, apakah gadis ini sama sekali tidak tau jika dirinya adalah seorang Mafia nomor dua yang paling kejam..


Gadis di depannya menoleh dan kembali menunjukan senyuman malaikatnya hingga benar-benar membuat Alex terhipnotis..


''Aku sama sekali tidak ingin mempermainkan siapapun....''


''Cepat kembali ke tempatmu Maya,..aku sedang buru-buru sekarang dan tidak punya waktu untukmu.''


''Tidak aku tidak mau..ini tempatku..''


''Maya....''


''Apa...'' balas gadis itu tak mau kalah..


''Jika kau sekali lagi membantahku maka...aku akan........'' kata-kata Alex menguap begitu saja ketika Maya sama sekali tak takut kepadanya, gadis itu malah menaikan alisnya dengan sikap menantang...


''Paman...jangan bilang kalau kau mau berebut tempat denganku.''


''Apa.....kau menyebutku paman..'' Alex jelas tersinggung 35 tahun apakah dia sudah setua itu...?


Maya bersedekap, menatap Alex dari atas sampai ke bawah..dia pria yang sangat tampan, bertubuh tinggi dan sangat maskulin, mirip seperti para mafia dalam film yang ia tonton, mereka berjas hitam, wajah tanpa ekpresi dengan sorot mata yang dingin..pria ini mempunyai semua yang ada pada diri seorang Mafia..Maya akui dia memang tampan namun..terlalu dewasa baginya..usia Maya baru 19 tahun..saat ini ia akan melanjutkan sekolah bersama kakaknya ke luar negri...


Maya mendekatkan wajahnya dan tersenyum mengejek..


''Usiaku 19 tahun jadi katakan aku harus memanggilmu apa selain paman..?''


Alex sungguh kehilangan kata..gadis ini sungguh merusak harinya...


''Kali ini kau lolos...awas saja jika kita bertemu lagi maka aku akan.....''


''Sssst...jangan mengancam seorang gadis tak berdaya, kau akan berdosa...lagi pula kau mau membeli apa sampai kesal begini..''


Alex menunjukan minuman beralkohol dalam kemasan kaleng dengan rasa kesal yang kentara...


''Jadi kau minum minuman seperti ini...pantas saja..''


''Pantas apa..''


Maya mendekatkan wajahnya hingga nyaris bibir mereka bersentuhan...


''Pantas saja kau terbakar emosi karna kau minum sesuatu yang hanya membuatmu terbakar, kau sangat tidak menjaga kesehatanmu.''


Maya lalu meraih kantung belanjanya yang sudah di bayar dan meraih sebuah minuman dingin lalu menyerahkannya di tangan Alex, sebuah jus jeruk di dalam botol kaya dengan vitamin C nya...Maya kemudian tersenyum...


''Di usiamu yang sekarang kau harus membiasakan dirimu agar minum minuman yang sehat...alkohol akan membunuhmu dengan cepat.''

__ADS_1


Maya lalu membayar belanjaannya lalu ia menatap Alex yang berdiri dan memandangnya dengan tajam...


''Semoga kita tidak bertemu lagi paman..''


Maya tau ini saat baginya untuk lari, tatapan pria ini sangat menakutkan hingga jantungnya berdebar..sesungguhnya tadi ia hanya pura-pra berani...


Maya terus berlari ke arah parkiran mobil tanpa melihat ke belakang lalu segera masuk ke dalam mobil yang di kendarai seorang gadis cantik..


''Mengapa kau buru-buru sekali.''


''Kak Hani...'' desah Maya menghela nafasnya...


''Apakah kau sudah membeli semua permintaan kakak..''


''Tentu.,..apakah hari ini kita akan berangkat...?''


''Yah....kakak tak ingin menundanya...''


''Bagus aku sudah tak sabar lagi.'' Maya tampak antusias..


Ketika mobil itu menjauh dari minimarket itu ia masih menoleh dan melihat seorang pria sedang menatap ke sekelilingnya dan mencari seseorang..Maya tersenyum..kau..tidak akan menemukanku, desis Maya pelan..


**********************************************


Ana mulai menata semua pakaiannya dalam koper sambil sesekali memeluk perutnya..hari ini mereka akan akan berangkat dan memulai hidup baru di sebuah kota kecil di luar negri. Ana telah berjanji melupakan semuanya..dan meninggalkan segala kenangan di masa lalu termasuk Arkana...


Ana memejamkan mata, meski ia memutuskan sikap yang terdengar egois namun, inilah yang terbaik...melindungi anaknya adalah hal yang paling utama baginya dan Ana tak akan mau menukarnya demi apapun..


Pesawat akan berangkat siang ini juga kau..tidak berubah pikiran bukan...?


Ana menghela nafas,...lalu mulai mengetik pesan untuk membalas...


Aku tak pernah seyakin ini..aku tidak akan berubah pikiran...


Bagus...siapkan dirimu untuk hari baru yang akan kau lalui Ana...


Terimakasih.....Steve, untuk segalanya...


Kau adalah adikku jadi, berhentilah berterimakasih...ini kewajibanku.


Ana lalu meletakan ponselnya dan kembali memejamkan matanya ketika rasa rindu itu kembali mengusiknya....


Maafkan aku...Arkana.......


*****************************************


Arkana membuka pintu kamar dan kembali menghela nafas dengan berat, tubuhnya jatuh merosot ke lantai apartemen yang sepi miliknya...kepalanya tertunduk dengan rasa sesal yang tak pernah habis....

__ADS_1


Sudah dua minggu Ana pergi darinya dan meninggalkan luka dalam untuk dirinya, hari-harinya tak pernah sama lagi seperti sebelumnya..hidupnya hanya di habiskan di jalan untuk mencari Ana...untunglah Alex tetap bersamanya dan menguatkan dirinya...


Semua anak buahnya sudah di sebar namun sampai saat ini Arkana belum menemui hasilnya, Ana seperti hilang di telan bumi..


Mata Arkana basah ketika ia kembali menatap foto USG anaknya yang selalu tersimpan di dalam dompetnya, kemanapun ia pergi Arkana akan selalu membawa foto itu sebagai pengobat rindu sekaligus memberinya kekuatan agar tidak pernah menyerah untuk mencari Ana..rasa rindu kembali menghantuinya dengan begitu kuat hingga Arkana merasa tak mampu bertahan ia benar-benar putus asa sekarang. tubuhnya juga telah kehilangan berat badan, wajahnya juga telah di penuhi rambut halus karna ia nyaris tak pernah bercukur..


''Ana...dimanakah dirimu..kau tau betapa aku sangat merindukanmu Ana...aku sangat merindukanmu.'' pria itu mulai menundukan wajahnya dengan dalam...


Ya Tuhan,....bisakah ia memohon untuk mempertemukan kembali dirinya dengan istrinya,...bisakah..dia berharap Tuhan...? bisakah dia berharap Tuhan akan mengabulkan permintaannya..kali ini..


****************************************


Arkana menatap dingin pada sosok asistennya dengan kesal, ketika Leo menerima kerjasama dari sebuah perusahaan yang tidak begitu terkenal, perusahaan itu berasal dari sebuah kota kecil di luar negri..ini sama sekali di luar dari kebiasaan Arkana..


''Kau sudah keterlaluan Leo..kau telah melanggar batasanmu..''desis Arkana mengepalkan tangannya..


Leo menundukan kepalanya...


''Proyek pembangunan Hotel disana akan sangat menjanjikan tuan Arkana,bukankah tuan Arkana sudah setuju..sebenarnya ini kesempatan agar tuan Arkana bisa menenangkan diri disana..aku sangat prihatin dengan keadaan tuan disini, jadi ampuni aku ketika mengambil keputusan ini..''


Arkana memejamkan matanya yang lelah...


''Lalu apa yang akan terjadi setelah penanda tanganan kerjasama itu Leo..''


Leo kembali menundukan kepalanya...


''Tuan harus berangkat ke kota itu sebelum akhir bulan.''


''Sial....kau benar-benar..''


Arkana sungguh merasa kesal, namun tak mampu berbuat apapun..Leo sudah memberi persetujuan dengan memakai stempel perusahaan jadi Arkana tak bisa mundur lagi...


Untuk sementara ia harus membagi waktu antara mencari Ana dan perusahaannya...


Arkana lalu bangkit berdiri, ia harus menemui Alex dan mendiskusikannya berdua....sejak ia kehilangan Ana hubungannya dengan Alex semakin membaik, persahabatan mereka begitu erat layaknya dua saudara yang tak terpisahkan.


''Ke luar negri.'' ulang Alex sembari meminum segelas jus jeruk..


Pandangan itu tak luput dari pengamatan Arkana,


''Yah...apakah kau akan terus meminum jus jeruk itu.''cibir Arkana menggoda sahabatnya..


Alex tertawa melihat cara makan Arkana yang lucu...


"Seseorang pernah berkata untuk menjaga kesehatanku di usiaku sekarang."


Arkana hanya mengangguk setuju...

__ADS_1


''Bagaimana denganmu Arkana, kau bahkan yang mengalami perubahan selera makan, seperti bukan dirimu..kau memakan rebusan sayur sebagai makanan sehat dan akan menjadi panik jika makan menu yang lain.''


Arkana mengangkat bahu, ia juga sama sekali tak mengerti....


__ADS_2