
Hening......
Ruangan menjadi hening seketika....Aley sungguh terkejut dengan reaksi Damian yang begitu keras,....tubuhnya begitu ngilu melihat darah yang keluar dari bibir Mr.Derrek yang tumpah di lantai dan Damian berdiri dengan sisa kemarahan yang begitu kuat..
Hoh....apakah ini benar-benar tunangannya...?? Aley menggelengkan kepala,
''Pergi....pergi dari sini...pergi kalian berdua...'' jerit Aley langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya tak ingin lagi menatap mata Damian yang akan semakin membuatnya takut,
Damian ingin mendekat namun, ia tau jika ALey masih terkejut, karna itu ia lalu memilih pergi dari ruangan itu bersama sosok Derrek yang hanya mengerang dengan kesall..
Keduanya akhirnya meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Aley yang menangis sendirian di kamar, Aley tak ingin menemui siapapun saat ini...bahkan tubuhnya masih bergetar melihat kemarahan Damian...
Tidak....ia sungguh ketakutan kepada pria itu, apakah dia benar-benar tunangannya...??
***********************
''Jangan berani mendekati Aley karna dia adalah milikku..'' desis Damian masih berusaha menekan rasa marahnya...
Derrek mengelap sudut bibirnya yang berdarah dan melangkah menuju mobilnya yang kebetulan berdampingan dengan mobil Damian, pria itu menatap Damian penuh senyuman sinis...
''Kemarahanmu akan membuat semuanya lepas darimu Damian, liat saja..dan aku akan berdiam diri sambil menahan langkahku...''
Damian mengepalkan tangannya.......mencoba mendekati Derrek dan menarik dasinya mendekat...
''Aku akan membunuhmu kalau itu terjadi...''
Derrek tersenyum....
''Lakukan saja dan aku pastikan Aleysa akan semakin takut kepadamu..apalagi dengan kondisinya yang hilang ingatan sungguh Aley tak akan memberimu kesempatan,.....''
''Aaarrgghhtt...sial,....'' desis Damian kembali tersulut emosi..
Namun Derrek hanya tersenyum dingin...lalu melangkah pergi meninggalkan Damian seorang diri....berdiri di sana dengan menahan emosinya, pria itu menyandarkan tubuhnya di badan mobil...apa yang terjadi dengannya, mengapa perasaan marah dalam dirinya tak bisa ia kendalikan lagi...?? mengapa begitu melihat Aley bersama pria lain membuatnya kehilangan kendali..? padahal selama ini ia merasa emosinya baik-baik saja..mengapa justru semakin tidak bisa ia kendalikan...?
Apa yang sesungguhnya terjadi...??
Damian lalu masuk ke dalam mobil dan pergi dari rumah sakit itudengan cepat.
__ADS_1
*****************
''Membatalkan pernikahan...''ulang Ana melebarkan matanya ketika mendengar sang putri bicara...
ALey menggigit bibirnya,...
''Aku masih terlalu muda, aku masih ingin bersenang-senang...aku belum mau menikah...'' Aley memberi alasan..
Ana meletakan potongan buah dan menatap sang putri..
''Kau tidak mengerti sayang, pernikahan kalian tidak akan pernah mungkin batal...Damian mencintaimu, sejak kau lahir...papa Alex dan kami sudah menjodohkan kalian....ibu tidak.....''
''Walaupun kalian tau jika Damian memiliki sifat tempramental....kalian masih akan menjodohkan aku...bagaimana kalau dia melakukan kekerasan kepadaku setelah kami menikah..bagaimana kalau itu terjadi Ibu...tolonglah...hari ini dia memukul Dosenku Mr. Derrek sampai pria itu berdarah di depan mataku...aku benar-benar tak ingin menikah denganmu..'' teriak Aley dengan keras..ia sungguh ketakutan sekali...
''Diam......'' bentak Ana dengan tajam...hingga Aley terdiam seketika..
Ana begitu marah karna Aley menolak perjodohan, walau Aley masih kehilangan sebagian ingatan namun, ia tak akan pernah membiarkan pernikahan itu batal...
''Kau masih hilang ingatan Aley, kau sama sekali tidak mengingat sisi Damian yang baik dan selalu fokus pada kekurangannya...kau tau jika dulu Mr. Derrek mau merebutmu darinya..karna itu Damian bersikap tegas pada dosen tak tau malu itu.......''
''Karna sikap Damian memang seperti itu..dan ibu yakin ketika bersamamu kau bisa menyembuhkannya Aley, kau bisa dan ibu yakin sekali....''bujuk Ana mencoba membujuk..
Aley sungguh tak percaya mendengar ucapan ibunya, gadis itu memegang kepalanya dengan kuat...ia menggeleng...
''Lalu aku yang harus berkorban begitu....dan seumur hidup harus menerima sikap Damian...apakah ibu sedang bercanda...''
''Sayangnya ya....kau harus menikah dengannya Aley, ibu tidak suka jika kau menjadi cengeng seperti ini....sekarang ibu tanya apakah Damian pernah menyakitimu jika ya...maka ibu akan bersedia membatalkan pernikahan kalian....''tatap Ana dengan tatapn beku...
Hening lagi...
Aley menjatuhkan airmatanya dan langsung menutup wajahnya dengan tangan...mengapa seperti ini, mengapa harus menikahinya...? sikap Damian tadi membuatnya terkejut...ia sungguh tak bisa menerima perlakuan Damian ia sungguh ketakutan, bagaimana jika pria itu menyakitinya...mungkin ia kehilangan ingatan karna perlakuan Damian hanya saja keluarganya menutupi semua itu darinya...
Aley mengangkat wajahnya dan menatap lurus kepada sang ibu,...airmatanya menetes...
''Lebih baik aku mati saja ibu, dari pada harus menikah dengannya...'' ucap ALey dengan tajam,...
Ana sungguh terkejut ketika mendengar pemberontakan putrinya yang sama sekali tidak di sangkanya. sebelum Aley hilang ingatan putrinya adalah gadis yang penurut dan tidak pernah membantah kata-katanya, Aley butuh Arkana dan Alex sekarang karna sungguh ia tak bisa mengatasi Aley kali ini..
__ADS_1
***************************
Pagi yang mendung di rasakan Diza, ia turun dari mobil dengan wajah sedikit sembab, walau itu tidak mengurangi kecantikannya...Diza melangkah masuk ke dalam gerbang kampus dan langsung berhadapan tatapan tajam milik Dilan, dan Diza bersikap dingin...ia sedang malas bercanda atau bicara apapun...ia tidak ingin meladeni Dilan karna moodnya sangat buruk,
Sedang Dilan menghadang jalannya....
''Katakan....mengapa kau tidak menjawab telp dariku Diza....''
Diza yang mendengar pertanyaan Dilan menjadi kesal...
''Aku sedang lelah Dilan menyingkirlah.,...''ucap Diza menubruk dada Dilan dan melanfgkah melewati pria itu...
Dilan hanya menghela nafas namun mengikuti langkah Diza dan kali ini mencekal tangan gadis itu hingga Diza berbalik...ia menjadi sangat kesal...Diza terlalu sensitif..
''Apa lagi Dilan kau benar-benar membuatku kesal...''
''Aku ingin tau apa yang terjadi itu saja Diza..lagi pula mengapa kau berubah,..mengapa kau bersikap aneh...''
''Itu bukan urusanmu...'' ucap Diza kemudian membalikan tubuhnya hari ini dia tak akan masuk kuliah, mood belajarnya menghilang di tambah lagi Dilan yang membuatnya kesal...
''Diza.....Diza....mengapa kau malah pergi....''
Dilan menjadi bingung sendiri namun ia tak bisa melepaskan Diza begitu saja, ia sungguh khawatir pada gadis ini...
Ketika Diza melangkah ingin menuju mobil...sebuah mobil lain berhenti di hadapannya, dan tanpa di duga Dokter Mark keluar dari sana dengan tatapan beku...ia mendekati Diza yang berdiri mematung menatapnya...
Sedangkan di belakangnya Dilan berdiri menatap Dokter Mark yang tiba-tiba muncul di kampus...mengapa hatinya menjadi nyeri...? Dilan sungguh tak mampu menahan perasaannya..jemarinya terkepal....menatap pemandangan ini yang memukul dadanya dengan telak...
Diza melonggarkan tenggorokannya berusaha mengabaikan kehadiran Dokter Mark yang menatapnya..gadis itu melangkah melewati dokter Mark namun...langkahnya terhenti sebentar...
Dokter Mark menangkap jemarinya....
''Aku ingin bicara Diza...'' tatap Dokter Mark dengan tajam dan penuh harap..
Deg!!!!!
Diza menurunkan pandangan menatap pegangan Dokter Mark di jemarinya....
__ADS_1