
Diza memakai gaun terbaiknya...ia tampil dengan sangat manis malam ini sebuah dres berwarna biru laut model sabrina, panjangnya di atas lutut, dia sangat manis dan menggemaskan...
Diza tersenyum....namun senyumnya tidak lama, ia menjadi bingung....
sekarang dia mau memilih siapa, antara Mark dan Dilan..yah..memikirkannya saja membuat wajah Diza merah padam..
Diza lalu mengangguk,
''Baiklah...ayo aku akan menemuimu Dilan...kau pasti butuh aku.'' ucap Diza mengangguk dengan yakin, sebenarnya ia juga ingin menemui dokter Mark namun..Dilan pasti lebih butuh dirinya, jika Dilan memintanya bertemu itu pasti dia sedang galau..atau sedang jatuh cinta lagi pada gadis baru, jadi Diza sudah memutuskan untuk menemuinya.
\=\=\=\=++++\=\=\=\=
Mobil Diza akhirnya berhenti di sebuah restoran, ia pun segera turun disana...dan langsung terkejut ketika Dilan menyambutnya,
Malam ini Dilan terlihat berbeda, jika biasanya Dilan memakai kaos santai sesuai dengan ciri playboynya maka kali ini berbeda...Dilan begitu tampan, ia memakai jass tiga potong yang membalut pas di tubuhnya..Dilan tampak dewasa dan penuh kharisma hingga Diza terpaku beberapa saat ia terpana dan itu kenyataan..
''Hai..anak kecil, kau cantik sekali...'' puji Dilan tersenyum..
Diza merasa aneh mengapa ia menjadi gugup sendiri...? dan mengapa hatinya berdebar-debar...
''Kau sangat berbeda Diza..kau sangat cantik, kau...begitu manis...''
''Ehm....aku lapar..''
Diza mengalihkan pembicaraan ketika ia menjadi salah tingkah di hadapan Dilan. ada apa dengannya..?
Dilan mengulurkan tangannya dan menyambut jemari Diza..keduanya melangkah satu demi satu langkah menuju tangga restoran mahal ini..
Diza semakin gugup saja mana kala, aroma tubuh Dilan yang maskulin benar-benar membuainya..sepanjang jalan Diza hanya diam saja, walau bukan hanya dia yang diam..tapi Dilan juga diam saja.
Pelayan membuka pintu sebuah ruangan yang prifat dan mempersilahkan keduanya masuk...
Diza melangkah santai, namun tidak berlangsung lama..wajahnya begitu terkejut ketika menyadari mereka tidak sendiri di ruangan ini namun bersama sosok yang begitu di kenal Diza..
''Dokter Mark..'' desah DIza dengan penuh rasa terkejut..
Dilan menggunakan kesempatan itu untuk melepaskan pegangan mereka..
__ADS_1
''Duduk Aley,...kita harus bicara...'' pinta Dilan dengan suara serak..
Disamping Mark ada seorang gadis yang begitu cantik, dan manis..dengan sekali pandang Diza sudah tau kemana arah tatapan sang gadis tak lain adalah kepada sosok Dilan di sampingnya..
Sesuatu dihati Diza seperti tercabik sesuatu yang tajam dan membuatnya terluka...meski ia tidak tau mengapa ia harus terluka..tidak mungkin karna Dilan bukan...? karna dia lebih menyukai Mark..
Dilan menarik kursi yang lebih dekat dengan Mark dan meminta Diza duduk disana..lalu ia pun duduk di dekat gadis yang begitu cantik itu..
''Ehm...kau cantik sekali Diza..'' ucap Mark menatap DIza dengan tajam.
Sementara Dilan hanya meraih gelas berisi wine dan meneguknya dalam jumlah banyak..pandangannya berubah menjadi dingin...
Diza mencoba tersenyum dan mencoba mengerti bahwa Dilan mengatur pertemuannya dengan Mark dan mendamaikan mereka,..seharusnya dia senang bukan, lagi pula gadis itu pasti..........
''Kau juga tampan dokter Mark..'' balas Diza mencoba bersikap lembut..
Mark tersnyum lalu membuang pandangan pada Dilan yang dari tadi diam saja...
''Dilan....mengapa kau tidak mengenalkan calon istrimu kepada adik kesayanganmu..''
Deg!!!!
Jantung Diza berdebar terasa nyeri yang menusuk, matanya berkaca-kaca tanpa mampu ia cegah, namun sekuat tenaga Diza berusaha menyembunyikan perasaannya yang aneh...
''Hai...namaku Elena, aku dan Dilan akan menikah bulan depan, dia terus bercerita tentang adik kecilnya....aku senang sekali bertemu denganmu...''sapanya dengan ramah..sambil mengulurkan tangannya...
Diza menatap mata Dilan yang tampak dingin dan berbeda...lalu ia pun membalas uluran tangan Elena dan membalas senyumannya..
''Namaku Diza Rule, yah..karna di keluarga akulah yang paling kecil jadi...Dilan suka menjahiliku..kau cantik sekali...selamat atas rencana pernikahan kalian..'' ucap Diza seperti sedang menelan duri di tenggorokannya....
Diza kembali meraih minuman dalam gelas....dan meneguknya..
''Sekedar informasi untukmu Elena, jika aku menyukai Diza.....'' ucap Mark dengan senyuman misterius..
Diza mengangkat wajahnya ia menatap lurus mata abu Mark yang...tajam...ingin membantah namun, jika ia menghindar maka malam ini dirinyalah yang akan di kasihani..
''Aku senang mendengarnya dokter Mark.,'' Diza tersenyum dengan mata yang berbinar hingga Dilan menoleh dengan pandangan tidak terima...namun ia kembali diam...
__ADS_1
''Mungkin setelah orangtuamu pulang, aku akan menemui mereka untuk mengajukan lamaran..'' sambung Mark tak sabar..
''Diza masih kecil dokter Mark...dia tak akan mau menikah muda.........'' kata-kata Dilan terputus ketika Diza membantahnya..
''Siapa bilang aku tidak suka menikah muda, aku lihat kak Damian dan kak Aley saling mencintai...jadi aku pikir, tak ada salahnya aku mencoba....apalagi orang itu dokter Mark...'' ucap Diza semakin membuat Dilan menjadi panas...ia kemudian menoleh..
''Diza........''
Diza tertawa seraya menepuk bahu Dilan yang tampak tegang...
''Kau benar-benar penjagaku, kau kakakku yang baik Dilan..'' ucap Diza dengan suara yang bergetar,...
Mark tersenyum hatinya berbunga-bunga setelah mendapat lampu hijau..ia tak akan menyia-nyiakan waktu baginya Diza istimewa dan ia tak akan pernah melepas gadis cantik ini..
Sementara Dilan sudah tidak tahan lagi, semua perjodohan gila ini gara-gara Mark yang mengadukannya kepada orangtuanya, akibatnya sang ayah Danar, mencarikan jodoh teman bisnisnya agar Dilan bisa berhenti dari petualangan cintanya bersama para gadis..
Mark memang licik, dan ia terperangkap sekarang, Dilan menatap Diza yang membuatnya seakan gila, seluruh apa yang ada pada Diza selalu membuatnya candu, Dilan bahkan tidak bisa jauh dari Diza, dan sudah menjadi rahasia umum jika sejak kecil, Dilan selalu mengikuti kemanapun Diza pergi..ia tak akan mampu jauh dari Diza..lalu apakah ia mampu menikahi gadis lain...? Elena memang cantik dan sempurna, dia feminim dan elegan di banding Diza yang sedikit tomboi dan sedikit ceroboh...tingkah Diza masih seperti remaja dan anak-anak dalam satu tubuh, namun tetap saja Dilan sangat menyukainya...
Makan malam itu berakhir dengan dramatis..Mark mengantar pulang Diza dan sebaliknya, Dilan mengantar pulang Elena...
Makan malam itu terasa menyesakan di dada DIlan dan Diza..
****************************
Diza keluar dari kampus dengan wajahnya yang sendu..mengapa dia menjadi gadis yang labil, kemarin dia memikirkan Mark dan saat ini ia malah memikirkan Dilan...
Siapa sebenarnya yang dia sukai...sungguh Diza tidak mengerti sedikitpun..apa yang di inginkan hatinya...
Diza ingin masuk ke dalam mobil namun seseorang menarik tubuhnya dan ia terkejut....
''Dilan........''
''Ikut aku Diza...kita harus bicara.......''
Dilan ingin menggenggam tangannya namun Diza menghempaskannya dengan begitu kuat...
''Lepaskan tanganku Dilan....'' jerit Diza dengan mata berkaca-kaca....
__ADS_1
Dilan mengusap kasar wajahnya......ia mendekati Diza....