
Alex terkejut ketika tangannya di tarik ke belakang, hingg pria tampan itu menghentikan langkahnya, Alex menghela nafas ketika melihat Maya sangat pucat..
''Ada apa...''
''Bukankah kau terlalu buru-buru, mengapa ingin menemui kakakku...dia akan sangat marah jika aku membawa pria pulang apalagi kau langsung ingin bicara serius..''keluh Maya sedikit kesal..
Alex menggenggam jemari Maya...
''Kita sudah tidur bersama..bagaimana jika terjadi sesuatu kepadamu seperti kau bisa saja hamil.'' tuduh Alex..
''Hamil.'' ulang Maya dengan syok..ia sama sekali tidak memperhitungkan jika saja ia mungkin akan hamil.
''Yah...jika kau ketahuan hamil dan kita menikah maka kakakmu akan lebih marah lagi sayang..''
Maya memijit pelipisnya dengan bingung, bagaimana bisa mereka sudah tidur bersama dan melakukan hubungan itu? sedangkan ia tak merasa ada yang kurang dalam dirinya bahkan di daerah intinya baik-baik saja...tidak terjadi apapun, mengapa Alex bersikeras mengatakan jika mereka sudah tidur bersama...?
Ah...semakin Maya mencoba berpikir, namun semakin kepalanya terasa sakit, Maya lalu menatap mata Alex menocba membujuk...
''Bagaimana jika kita menunggu saja...kita baru saja kenal Alex..mana mungkin aku percaya..kepadamu.''
Wajah Alex mengeraskan tatapannya...lalu tersenyum sinis..
''Bagaimana dengan Matteuw..bukankah kau sudah mengenalnya lama...? lalu tentang semalam apakah dia bersikap baik padamu atau malah ingin menghancurkanmu..'' ucap Alex tak tahan...
Maya tertegun...ia seperti mendapat tamparan keras dari Alex..yah..Matteuw adalah pria yang di percayainya namun nyatanya pria itu malah menghancurkannya...bagaimana bisa ia percaya...?
Maya menatap sosok Alex yang masih menggenggam jemarinya dengan erat...mungkinkah pria ini yang terbaik untuk dirinya...?
''Ayo kita masuk Maya...''
Alex tersenyum misterius menyadari Maya sama sekali tidak meronta ketika mereka semakin mendekati toko. pria itu semakin tidak sabar untuk bertemu dengan kakak Maya...
********************************************************
Arkana berbaring di sofa sembari mengawasi Ana yang sedang duduk di hadapan layar laptobnya, dahi Ana tampak mengerut seperti memikirkan sesuatu dan membuat Arkana penasaran...
''Ehm...mengapa kau tampak bingung.'' seru Arkana dari sofa..
Saat itulah Ana mengangkat wajahnya dan bertemu dengan mata coklat terang milik Arkana..
Deg!!!!!
Ana lalu memutus pandangan, dan menghela nafas..
''Hotel A ingin bekerja sama dengan toko ini..aku sedikit bingung akan menerimanya atau tidak..''
Arkana menoleh dengan tertarik, sekejap saja ia bangkit dari kursi dan mendekati Ana..dan duduk di hadapan istrinya walau ia tau Ana sedang menatapnya dengan tajam...penuh peringatan,...namun Arkana tidak perduli..
''Pemilik Hotel itu dia...wanita atau.......''
''Namanya tuan Dave, usianya 32 tahun..ia seorang duda tanpa anak, ia pria yang kaya dan punya jabatan berkelas, kehidupannya juga sangat stabil, jauh dari gosip apalagi tentang kekerasan dia jauh dari rokok, minum......Ana tak tahan untuk menatap Arkana dengan sinis ketika menyinggung tentang minuman, membuat Akana terbatuk-batuk seketika....''
''Apa kau sedang menyindirku Ana..'' ucap Arkana tak terima...
''Aku sama sekali tidak menyebut namamu kok...aku hanya mengatakan profil sang pemilik Hotel..mengapa kau malah tersinggung...? apa kau merasa tidak percaya diri sekarang..''
Arkana memajukan tubuhnya.....
''Katakan lagi tentang kelebihannya aku ingin mendengarnya dengan cepat...kau pikir seorang pria tak bisa menyembunyikan sisi gelapnya...kau hanya terlalu naif...''
Ana menutup lembaran kertas di hadapannya dan berfokus menatap Arkana...
'' Tentu saja aku naif dalam memilih seorang pria aku pikir dia mencintaiku dan percaya kepadaku tapi...aku salah karna yang ada di pikirannya tentang aku adalah S*x...'' Ana menaikan alisnya tajam..
__ADS_1
Arkana tertawa kesal...pria itu bersedekap...
''Apakah kau benar-benar berpikir seperti itu tentangku...''
''AKu sama sekali tidak menyebut namamu Arkana...apa kau tersinggung...'' Ana sekali lagi mencibir kesal...
Kenyataan itu membuat Arkana kehilangan kendali...
''Kau jelas mengatakan itu kepadaku Ana....aku adalah suamimu satu-satunya pria yang menidurimu hingga sebentar lagi kau akan melahirkan anakku lalu kau mau mengatakan apa lagi...'' desis Arkana dengan bangga...
Jemari Ana terkepal.........
''Bukankah sudah cukup waktu istirahatmu Arkana..jangan lupa kau adalah karyawanku sekarang...'' ucap Ana tajam..
Arkana menghela nafas...
Ana...benar-benar...licik...ada pepatah mengatakan pasanganmu adalah cerminan dirimu, dan Arkana baru menyadarinya sekarang...Ana juga sangat licik, dan ia sudah memperlihatkan itu sekarang...astaga bahakan dia tak punya hati...
Pandangan Arkana turun pada perutnya seolah meminta tolong...
Anakku cepatlah keluar dari sana dan tolong ayah...ibumu sangat kejam...
Arkana mendekati Ana lalu meraihnya jatuh di dalam pelukannya..jemarinya naik dan membelai perut Ana yang semakin membesar,...tatapan Ana mengeras....
''Jangan bekerja sama dengannya aku tak menyukainya...Ana,...''
Ana tertawa dengan sangat dingin.....
''Bagaimana jika aku menolak....aku semakin ingin bekerja sama dengannya..''
''Aku akan menembaknya dengan sangat kejam, lalu mayatnya akan aku lemparkan ke laut...''
Ana tersenyum....
Wajah..Arkana memucat......dan Ana semakin menekannya...
''Apa kau sedang mengancamku Ana...''
''AKu hanya mencoba membaca masa depan anak kita jika kau salah dalam mengambil keputusan..apakah kau perduli pada anakmu...Arkana..''
Pelukan itu melemah...Ana tau kelemahan Arkana dan memanfaatkannya dengan baik..keduanya masih bertatapan,....
''Aku mencintai anakku jadi.......''
''Ngomong-ngomong Arkana...anakmu adalah perempuan...apakah kau mau mematahkan hatinya dengan membunuh...''
Deg!!!!
Arkana sungguh terkejut.....
''Anak perempuan...''
''Tentu saja....'' balas Ana..
''Kita akan melihatnya bersama nanti..''desis Arkana tegas.
Ana melonggarkan tenggorokannya, mengapa tatapan Arkan
Arkana tersenyum...menatap Ana dengan tatapan memuja, kali ini ia mendekatkan wajahnya...
''Selain karyawanmu aku adalah suamimu bukan...aku adalah ayah dari anakku bukan...'' ucap Arkana menaikan alisnya...
Ana mengangguk dengan kesal...
__ADS_1
Ana merasa gugup ketika tubuh Arkana mendesaknya....sesuatu yang mengeras di bawah sana menyentuh kulitnya...wajah Ana terbakar.....yah...ia memang adalah istri Arkana lalu apa...?
''Apa maumu...Arkana lepas...''
Ana gemetar ketika jemari Arkana lancang dan bergerak naik menyentuh dadanya dan meremasnya lembut...
''Itu artinya kau adalah milikku.''
''Ini di ruanganku Arkana....''
''Apa itu artinya kau akan setuju jika setelah selesai semuanya kau mau...melayaniku sebagai suamimu..''
Wajah Ana merah padam...
''Jangan meminta hakmu Arkana..hubungan kita belum membaik..'' ucap Ana memberi peringatan..
Arkana tersenyum, membayangkan istrinya berani menyebut nama pria lain membuat api cemburu membakarnya dengan cepat...
''Mau bagaimana lagi..kau istriku..''
Ana tersenyum..
''Baiklah...setelah kau bisa menyelesaikan satu pekerjaan lagi bagaimana...''
Sshhitt......Arkana mengumpat.......namun tidak membantah..
''Katakan........''
''Aku ingin kau..........''
''Bagaimana jika kau memberiku ciuman semangat sayang..''
Arkana tidak butuh jawaban Ana, bibirnya mendarat mulus di bibir Ana dan melum** dengan penuh hasrat...
Arkana terbakar.....ketika bibir mereka saling melepaskan rindu, lid*hnya menjelajah masuk menuntut Ana membuka dirinya..
Ah....begitu hangat ketika bibir Arkana seolah menemukan rumahnya kembali...pria itu semakin memperdalam ciumannya tanpa ingin berhenti..
Namun.....
Suara bel di pintu membuat Arkana mengutuk siapapun di laur sana yang telah memutus gairahnya yang menyala.
Kesempatan itu di gunakan Ana untuk melepaskan diri...dengan sedikit kuat ia mendorong tubuh Arkana menjauh..nafas mereka masih naik turun, Arkana melirik bibir Ana yang bengkakk meski mereka hanya berciuman sebentar...
''Kendalikan dirimu Arkana...astaga..'' desis Ana kesal..
Arkana sekuat tenaga menahan gairahnya...
Astaga...ia sudah sangat merindukan untuk memasuki Ana dengan segera, bahkan tubuh bawahnya merasa kesakitan sekarang..
Ana dengan cepat menekan tombol di meja...dan sesaat kemudian pintu terbuka....
Deg!!!!!
Betapa terkejutnya Arkana dan Ana menatap sosok Alex dan Maya yang juga sama terkejutnya....
Kedua pasangan itu saling menoleh...
''Kakak....'' desah Maya takut...
Alex melebarkan matanya dengan pandangan sungguh syok...apalagi melihat Arkana juga disini...
''Kakak...'' ulang Alex dengan nada lemah...
__ADS_1