
Ketika para tamu sudah pulang hanyalah tersisa Divara dan Dilan sendiri di hadapan orangtua mereka..sementara...Divara sudah tak tahan lagi..bagaimana mungkin ia akan menikah dengan seseorang yang sudah menghinanya..?? bahkan Divara tidak seperti tuduhan Dilan, ia memang miskin tapi bukan berari kemiskinannya membuatnya menjadi licik...
Duduk di hadapan mereka orangtua Dilan yaitu tuan Danar dan nyonya Hani..
''Ehm...bisakah ibu tau tentang orangtuamu Divara,...
Well Divara pikir inilah saatnya mengatakan kebenaran..siapa juga yang mau menikahkan putra tunggalnya dengan gadis sembarangan atau gadis miskin sepertinya..orangtua Dilan pasti akan berpikir 1000 kali memandangnya...dia gadis yang hanya bermodalkan wajah yang cantik dan semangad di dalam dirinya..
dan Divara akan menceritakan segalanya agar orangtua Dilan sendirilah yang akan membatalkan pernikahan mereka nanti...
Divara menundukan kepala dengan hormat..
''Tuan dan nyonya Lois, aku memohon maaf karna mungkin aku bukanlah wanita yang kalian cari..yah..seperti kata pepatah jangan percaya dengan tampilan luar seseorang....apa yang aku tampilkan sekarang ini bukanlah diriku yang sebenarnya....''
Danar dan Hani saling menoleh sementara Dilan hanya diam saja...ia sangat kesal dengan ucapan orantuanya yang malah meminta mereka menikah..
''Apa maksudmu ini Divara..bisakah kau bicara lebih jelas...''
Mata Divara berkaca-kaca..
''Aku adalah gadis miskin yang terusir dari rumah bibiku, orangtua kami sudah meninggal dan aku membiayai adikku sekarang....aku bekerja di perusahaan tuan Dilan...untuk menghidupi adikku...nyonya...bahkan pakaian yang aku pakai saat ini adalah pemberian tuan Dilan.....jadi akui bahkan tidak layak menjadi pendamping tuan Dilan apalagi masuk ke dalam keluarga nyonya dan tuan...sungguh aku tidak berani..'' ucap Divara dengan kejujuran yang menyakitkan hatinya..
__ADS_1
Hani menatap ke arah putranya...
''Apakah kau tidak menyukai Divara sedikitpun..''
''Apa maksud ibu...''
''Dilan...ibu dan ayah sudah lepas tangan kepadamu, kalian berdua harus menikah apapun yang terjadi..dan mengenai status sosialmu Divara ibu dan ayah akan menerimamu asalkan kau akan mengabdikan hidupmu untuk putra ibu,....''
Deg!!!
Apakah ini mimpi....????
''Ibu yang memohon kepadamu Divara,....kau lihat tadi wajah keluarga ibu...bagaimana jika ibu membatalkan pernikahan kalian bukankah ibu akan sangat malu...''
''Tapi.....''
''Waktu kalian berdua menyiapkan diri adalah 1 minggu dari sekarang...minggu depan kalian akan menikah dan ibu akan membelikan rumah baru untuk adikmu jika dia mau dia bisa tinggal disini bersama kami...''
Divara sungguh tak mampu berkata ia dan Dilan saling menatap tajam...
''Ibu........'' suara Dilan terputus...
__ADS_1
Hani menatapnya dengan tajam...
''Malam ini juga ambil adik Divara dan untuk sementara bawa dia kesini di rumah ini...ibu akan menunggu...''
Danar juga mengangguk setuju...
''Lakukan itu sekarang Dilan..'' titah Danar dengan ketegasan..
Dilan berdiri termasuk Divara, mereka lalu menundukan kepala dalam-dalam...
''Baiklah......ayah...aku akan menjemputnya sekarang.,..''ucap Dilan menundukan kepala dengan patuh..
Mereka pun melangkah keluar dari mobil...Dilan menaikan sudut bibirnya,...semua sesuai dengan rencananya...
''Dilan kita perlu bicara...aku.....''
''Ssstt...kepalaku mau pecah Divara..dan sebaiknya kau mendengar ibuku, dia akan menghancurkanmu jika kau tidak mau...'' ucap Dilan lebih dahulu masuk ke dalam mobil dan di ikuti Divara...
Mobil mewah itu meluncur menuju flat kecil yang di sewa oleh Divara..
Astaga bagaimana hidupnya nanti...??
__ADS_1