
Ana menatap tajam ke arah Arkana yang tampak percaya diri, ia lalu tersenyum..memajukan tubuhnya..
''Apa kau yakin mau bekerja sebagai pegawaiku..''
''Aku tak pernah seyakin ini sayang...'' Arkana mengedipkan matanya dengan menggoda hingga Ana semakin terlihat kesal namun berusaha menahan dirinya..
Ana menganggukan kepala...
''Jangan mundur lagi Arkana, kau harus mengikuti semua peraturan yang aku buat..jika kau menyerah itu sama saja dengan..kau membatalkan kesempatan yang aku berikan...''
Arkana menangkap sesuatu yang licik dari dalam mata Ana, astaga..wanita ini akan menyingkirkannya dengan segala cara..bagaimana bisa Ana bersikap ini padanya hanya untuk membuatnya menyerah..?
Wah...ia tak akan kalah bukan...? pandangan mata Arkana turun dan berhenti di perut Ana yang telah membesar ada kekuatan yang seolah menyemangatinya,..
Anaknya...bagaimanapun Arkana akan bisa merebut perhatian Ana kembali demi anaknya..
''Aku siap..''
''Bagus....aku akan memberikan rincian tugasmu lebih dahulu bagaimana...''
Arkana berdiri lalu mengarahkan langkahnya duduk di samping Ana hingga wanita itu sedikit bergerak menjauh..
''Arkana...kau mulai lagi,...aku sudah bilang tidak ada sentuhan fisik..''
''Aku hanya ingin menyentuh anakku, dalam hal ini aku punya hak Ana....aku hanya igin merasakannya sebelum aku mengalami penidasan dari ibunya...setidaknya aku hanya butuh kekuatan dari anakku, jadi jangan menghalangi hubungan ini atau kau akan berdosa...''
Ana tertawa kesal..lihatlah betapa pandainya pria ini bicara, astaga...mengapa dia pintar sekali...? dan kali ini Ana sama sekali tak bisa berkutik..
Arkana tersenyum ketika Ana hanya diam saja ketika pria itu menyentuh perutnya dengan gerakan pelan..
Ini pertama kalinya Arkana menyentuh anaknya setelah 5 bulan, astaga...perasaan hangat membanjiri hatinya, ia sungguh bahagia...entah mengapa..seperti perasaan bahagia yang tak bisa di jelaskan...mata Arkana berkaca-kaca,....ia sudah seperti seorang pria yang sedang jatuh cinta..
''Hai...anakku, ini aku ayahmu.....apa yang kau lakukan disana...? apa kau merindukan ayah..ayah ingin kau tau jika...ayah sangat mencintaimu..tumbuhlah dengan baik ayah akan menunggu sampai waktu agar kita bertemu...apa kau bisa menungguku sayang..''
Ana memalingkan wajahnya menepis rasa haru yang menguar dalam dadanya, Arkana berubah menjadi sosok yang hangat dan lain..hingga ia tak bisa berkata apapun...
Ketika pria itu mendekatkan wajahnya dan mencium permukaan perutnya, Ana hanya menahan nafasnya...lama bibir pria itu disana seolah ingin menggapai batin anaknya melalui sentuhannya ia ingin agar anaknya mengenal sentuhan murni dari ayahnya..untuk beberapa saat Arkana menikmatinya walau tidak lama karna ia merasa sebuah tangan mendorong tubuhnya menjauh.
Ana dengan tatapan dinginnya bersedekap tanpa rasa bersalah sedikitpun..wanita yang dingin...desis Arkana dalam hati.
''Sudah cukup Arkana..saatnya kau berkerja bagaimana..kau membuang waktu yang banyak..kau lihat sendiri pengunjung sudah mulai berdatangan bukan...''
Arkana menoleh ke sekelilingnya dan membenarkan, mengapa banyak sekali yang datang p[adahal toko kue ini tidak terlalu besar bahkan mereka rela antri...Arkana melonggrkan tenggorokannya..ia lalu berbalik kembali menatap Ana...
''Lalu apa tugasku sayang..''
Ana berdehem lalu memanggil salah satu karyawan prianya, Arkana hanya menatap kepada pria yang bertubuh sedikit kecil darinya...
__ADS_1
''Aku ingin kau bersama tuan ini untuk mengangkat beberapa karung tepung dari truck pengangkut yang datang...aku ingin semua bahan-bahan itu sudah ada di dapur..kita tidak punya banyak waktu Peter..'' titah Ana lalu melirik Arkana..
Tidak mungkin Ana tega membiarkannya mengangkat karung tepung bukan,...yang benar saja ia seorang mafia...seumur hidup Arkana tak pernah mengangkat beban yang berat...
''Ana....''
''Bisakah kau ikut dengannya Arkana...'' pinta Ana dengan nada dingin...
Arkana memejamkan matanya...
Sial...sial.....Ana benar-benar menyiksanya....
''Ana bisakah aku mendampingimu...''
Ana tersenyum dengan sangat manis hingga Arkana menjadi ngeri sendiri...
''Sudah kuduga kau tak akan sanggup.....baiklah kau boleh pergi sekarang tuan Arkana...dan lupakan tentang anakku...'' ucap Ana dengan seyuman dingin...
Ana berdiri bersiap melangkah namun lengannya di cegah Arkana...
''Aku akan mengangkat bahkan satu truk pun Ana..kau sedang meremehkanku..''ucap Arkana sombong...
Ana tertawa...
''Tebakanmu benar silahkan...pergilah ke truk itu Arkana lakukan tugasmu dengan cepat setelah selesai maka......kau harus menemuiku...''
''Tuan Arkana...bagaimana kalau kita angkat sekarang saja...percayalah..ada banyak barang yang di pesan nyonya Ana..''
''Apa..'' teriak Arkana sungguh kehilangan kata...
Ana.....................
***************************************
Arkana terkejut ketika melihat sebuah truk berukuran besar terbuka di hadapannya dengan banyak barang di dalamnya. ada banyak karung dan dus-dus besar,.pria itu tersenyum..Ana lalu kembali menatap Peter..
''Tuan Arkana...taruhlah karung dan dus besar itu di punggungku saja,.aku akan mengangkatnya..''
Arkana menoleh kepada pria itu....
''Kau bisa mengangkat semuanya sendiri..''
Peter menghela nafas...sebenarnya ia pasti tak mampu namun ia tak boleh mengecewakan sang nyonya Ana..ia butuh pekerjaan ini dan butuh uang jadi ia akan berusaha mengangkatnya..
''Aku bisa....''ucap Peter percaya diri..
Dan Arkana pun merasa iba...yangh..entah mengapa ia merasa kasihan pada Peter yang harus mengangkat semua ini sendiri sedangkan dirinya pasti juga tidak sanggup mengangkatnya. tapi Ana akan marah jika semua ini tidak selesai di angkat..Arkana akan di pecat hari ini juga...
__ADS_1
Arkana mendekati Peter, menepuk bahunya...
''Dimana nyonya Ana sekarang,..maksudku..apa dia bisa melihat kita bekerja dari ruangannya...''
Peter menggeleng......
''Nyonya tidak pernah turun kesini apalagi mengawasi pekerjaan kami...sejak kehamilan nyonya sudah membesar...''
''Bagus...''
Arkana lalu duduk dengan santai dan meraih ponselnya, di walpapernya ada foto pernikahannya dengan Ana yang selalu menjadi penyemangatnya...
''Tuan Arkana...kita harus cepat bekerja karna nyonya Ana akan sangat marah.......''
''Ssst...kau cukup menutup mulutmu Peter..jangan pernah membocorkan rahasia kita.''
Peter hanya menganggukan kepala dengan takut-takut...
Arkana lalu menelfon seseorang dan tak butuh waktu lama..sebuah truk berisi puluhan pria berbadan tegap turun dari mobil hingga Peter gemetar..ia mendekati Arkana dan menundukan kepala. mereka sepertio para gengster yang ia liat di tv...siapa orang-orang ini..?
Salah seorang dari mereka mendekati Arkana dan menundukan kepalanya..
''Tuan Arkana....apa yang harus kami lakukan..''
Arkana tersenyum...lalu tatapannya terarah pada truk berisi full muatan bahan untuk membuat Roti dan Cake..
''Turunkan semuanya dengan cepat dan jangan sampai ada yang tersisa...jangan sampai istriku tau kalian ada disini..lakukan dalam beberapa menit lalu pergilah dalam sekejap..''titah Arkana tajam..
''Baik tuan Arkana,....''
Peter hanya melebarkan matanya....wah...tuan Arkana sangat kaya raya dan punya kekuasaan tentu saja...Peter menatap Arkana dengan kagum...
Sedangkan Arkana hanya tersenyum puas, pekerjaannya selesai....
**************************************************
Maya menetap toko kue di depannya dengan Alex di sampingnya ia sangat ketakutan untuk turun dari sana, semetara Alex sudah tak tahan lagi...ia ingin menemui kakak Maya dan melamar Maya....
''Ayo turun Maya...sekarang...''
Maya menggeleng takut...
''Beri aku waktu Alex..''
Alex kehilangan kesabaran...pria itu membuka pintu mobil dan meraih Maya keluar dari sana...
''Ayo masuk sayang...saatnya bertemu dengan kakakmu.''ucap Alex tegas...
__ADS_1
Setengah menyeret Maya, Alex tampak antusias mendekati toko milik Ana....