Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Cengkraman Will


__ADS_3

Day hampir menjatuhkan tubuhnya dari atas kapal namun sebuah tangan menggapainya hingga tubuh Day bergelantungan di badan kapal, lengannya serasa ingin putusm, menyakitkan...padahal ia ingin sekali terjatuh dan selesai....


''Arrrgghh.......''


Dayse meronta ketika melihat ombak besar di bawahnya yang siap menyambut tubuhnya jika terjatuh..sementara pria kuat yang memegang tangannya tak ingin menyerah...


''Lepas....lepaskan aku.......''jerit Day berteriak keras...


Sementara pria itu memajukan tubuhnya ketika ia memandanginya dari atas...saat itulah mereka bertatapan..


Day menjadi pucat melihat sosok Will memeganginya dari atas.....


''Bahkan untuk mati kau harus meminta ijin kepadaku Dayse...''teriak Will dengan suara yang terdengar keras...


''Tidak....lepaskan aku...aku tak ingin bersamamu..kau jahat.''tangis Dayse begitu pilu...


Mengenang ketika pria itu terus memasuki dirinya, seolah tak bosan....Dayse sudah muak,...ia sama sekali tak ingin lagi di sentuh pria kejam itu tidak....lebih baik dia mati...


Namun...sepertinya kematian menjauh...


Entah terbuat dari apa pria ini,dia sangat kuat menahan tubuh Day yang lumayan berat dengan satu tangannya...Day harus pasrah ketika tubuhnya terangkat naik, dengan mudah...


Will menggapainya seolah ia sangat ringan, padahal Dayse cukup berat...tubuh mudahnya sangat padat..


Will dengan mudah mengangkatnya ke atas kapal dan menghempaskan tubuhnya ke lantai...Dayse mengerang...lengannya begitu nyeri ketika bergelantungan di bawah sana, masih merintih...Day terkejut ketika Will mencekal tangannya dan menariknya berdiri dengan tatapan tajam....


''Kau ingin mati hah......kau ingin mati....''


Rambut Day di jambak dengan kuat,..hingga gadis itu menjerit kesakitan...


''Arrggghh...sakit.....'' isak Day ketakutan..


Will mendekatkan wajahnya...


''Kau bilang kau ingin mati lalu mengapa kau merasa kesakitan....''


Day sungguh merasa takut melihat seluruh tubuh Will yang terlalu kekar..


''Yah...bunuh aku saja...aku rela, aku tidak sanggup lagi........''


''Hahaha...membunuhmu, apa kau sudah gila..pelayaran kita masih sangat jauh dan aku...tak akan pernah melepasmu..kau satu-satunya yang bisa memenuhi kebutuhan ranjangku jadi...aku tak mungkin membunuhmu sekarang........''


''Tidak...aku tidak mau...''


Jawaban Day rupanya membuat Will murka...ia kmudian memanggil beberapa anak buahnya yang bertubuh tegap dan tinggi, wajah mereka bahkan lebih garang darinya...Will kemudian menatap Day dengan tajam....

__ADS_1


''Pilih melayaniku atau mereka....''


Pilihan apa itu....? pria gila ini sungguh....membuat tubuh Day melemah apalagi melihat tatapan garang para pria kasar ini...sungguh tubuhnya merasa ngilu lalu menatap Will sekali lagi meski ia juga benci kepada Wil namun lebih baik baginya di sentuh hanya satu orang di banding harus di gilir pria-pria mengerikan ini....


Airmata Day menetes lagi.....


''Baiklah aku memilihmu saja.....'' ucapnya dengan rasa sakit yang benar-benar sakit...


Will tertawa dengan kemenangan lalu membungkuk memikul tubuh Day seperti karung beras dan membawanya masuk ke kamar mereka..


Pria itu lalu meletakan tubuh Day di atas ranjang kemudian menerjangnya, menciuminya dengan membabibuta dan segera terbakar...


Bibirnya mencari-cari bibir Day yang mungil dan melum** dengan penuh hasrat...dengan mudah pria itu melepaskan pakaian Day dengan sekali gerakan, tubuh Day kembali polos di hadapannya, sekuat tenaga..Day menahan hatinya dari rasa jijik ketika pria itu kembali menjil*ti p*ting pa yu da ra nya dan menghisapnya seolah haus....


Apakah ini karma untuknya...? mengapa rasanya berat sekali...kalau tau akan seperti ini lebih baik Day menyerahkan diri saja...ia lebih baik di penjara...


''Arrgghhhh....''


Day menjerit ketika sesuatu yang besar itu mendesak masuk ke dalam intinya sesak disana, rasanya begitu penuh ketika milik Will menyatu dengan milikknya...


''Yah,...manis...kau begitu nikmat....'' desah Will di sela gairahnya yang naik..


Wil mulai bergerak mencari kenikmatan dalam diri Day yang membuatnya candu.....sementara bibirnya tak bisa lepas dari p*ting pa yu da ra Day dan menghis*pnya tanpa jeda...terlalu nikmat...ketika tubuh mereka bersatu dalam penyatuan..ia memiliki gadis tercantik dengan mata paling indah di dunia bagi Will dan berjanji tak akan pernah melepaskan Dayse...


******************************


''Ehm...kau tidak boleh berduaan dengannya taukah kau..dia kakak iparku..mengapa kau mengincarnnya..lagi pula kau jauh lebih dewasa darinya...aku beritau yah..kakakku Damian tidak akan pernah membiarkan bahkan pada nyamukpun dia akan cemburu.....kau bayak pilihan dokter..seperti aku........''


Diza tertawa sendirian ia merasa lucu ketika ia mulai berkata-kata sendiri sementara kak Aley masih tidur....Diza mulai berkata-kata lagi..sambil melangkah kesana kemari...


''Dokter Mark, kau tau...aku juga suka pria yang lebih dewasa..bagaimana kalau kau mengincarku saja...aku rela kok.....''


''Baiklah...bagaimana kalau aku mengincarmu saja....''


Deg!!!!


Diza hampir jatuh pingsan menyadari itu mungkin suara dokter Mark...gadis itu memejamkan matanya sejak kapan dokter Mark datang apakah dia mendengar semuanya...??


Diza menoleh dan ingin melangkah namun, ia malah menubruk dada bidang sang dokter dan hampir jatuh karnanya...beruntung dia dokter yang sigap dengan menangkap tubuh Diza yang hampir jatuh mencium lantai....


Deg....deg.....deg......


Diza membeku menatap mata dokter Mark yang begitu indah..dan hal yang sama di alami dokter Mark.....melihat senyum gadis ini langsung menggetarkan hatinya...hingga untuk beberapa saat mereka mulai saling memandang...dengan tajam....


''Aaaku...aa..aaku........''

__ADS_1


''Kau bercanda...itukah maksudmu nona....''


''Diza,..namaku Diza....'' Diza menjadi salah tingkah dan mengigit bibir tipisnya...


Mark menurunkan pandangan sungguh terpana dengan sosok Diza yang sangat manis dan periang..melihat senyum gadis ini membuat semua lelah yang di rasakan Mark menghilang dengan cepat...di ganti perasaan bahagia...


''Namaku dokter Mark seperti yang kau tau.....''


Mark melepaskan pelukannya setelah memastikan Diza berdiri dengan tegak...


Keduanya menatap dengan senyuman...


''Hai.....'' sapa Diza dengan senyuman cerahnya..


''Hai Diza.....'' balas Mark dengan senyum tampannya....


''Apa dokter ingin memeriksa kak Aley...''


''Sebenarnya ya,.....tapi kakak iparmu masih tidur nanti saja aku kembali...''


Mark ingin pergi namun...seketika ia kembali menatap Diza...


''Bisakah aku tau nomor ponselmu Diza..''


''Hah,....''


*************************


Dilan melirik kesal, dia menjemput Diza karna Damian sudah kembali menjaga Aley....Dilan merasa aneh...karna Diza terlihat senyum sendiri..seperti sedang jatuh cinta..


''Apa kau sudah gila tersenyum sendiri..''


Diza menghentikan langkahnya sambil melirik Dilan...


''Mulai besok jangan mengantar atau menjemputku lagi..urus saja pacar-pacarmu itu...''


Dilan semakin heran.......


''Mengapa....''


''Karna dokter Mark dan aku.......''


Jemari Dilan terkepal dengan kuat, rasa cemburu mulai menguasainya...


''Apa maksudmu..........dokter Mark..''

__ADS_1


''Aku menyukainya...'' ucap Diza dengan mata berbinar hingga wajah Dilan memucat..


''Apa....''


__ADS_2