
Begitu sampai dirumah, Arkana sama sekali tidak melepaskannya, pria itu kemudian membawa Ana langsung ke kamarnya, Ana hanya menurut tanpa ingin protes karna ia tau percuma melawan seorang Arkana.
Pintu terbuka dengan lebar hingga keduanya masuk dan pintu akhirnya tertutup dengan sendirinya..
''Aku ingin mandi sebentar...'' Ana melangkah menuju ke kamar mandi namun....
Aksana menahan lengannya untuk mencegahnya melangkah lebih jauh, Ana membalikan tubuhnya keduanya bertatapan...
''Mengapa kau menahanku...''
''Tidak....aku tak ingin kau menghapus jejak di tubuhmu sebelum aku menyentuhnya..''
Kerutan di dahi Ana semakin dalam, tak mengerti...Aksana mendekat, meraih tubuh Ana hingga jatuh ke dalam pelukannya, mencium aroma istrinya dalam-dalam dan menyimpannya di dalam kepalanya...ia tak akan membiarkan penghianatan sekecil apapun meninggalkan jejak...
Ana merasa bingung ketika pria itu langsung membuka atasannya dan menatap keseluruhannya yang setengah polos dan hanya menyisakan pakaian dalam yang tipis.....Ana menghela nafas.......
''Arkana..apa kau tidak percaya....''
Arkana menoleh menangkap tatapan tidak terima di wajah Ana namun sedikitpun ia tak perduli.....
''Istriku baru selesai bertemu dengan mantannya, dan haruskan aku percaya begitu saja...tidak, aku seorang mafia yang terbiasa bekerja dengan teliti...aku tidak akan pernah membiarkan sedikitpun jejak lolos dari pengamatanku...kau harus tenang karna aku...akan mencoba menaruh kepercayaan jika kau tidak mengecewakanku sekarang........''
Ana akhirnya menganggukan kepala meski ia sangat kesal di perlakukan seperti ini sungguh Ana berusaha menahan rasa malunya, dia di periksa seolah pendosa...wanita itu menatap dengan pasrah...
Aksana kembali mendekat dan melepaskan atasan terakhirnya dan menyentuhnya dengan penuh penilaian, di bawah lampu yang terang...hingga Ana hanya mampu menahan kepalan tangannya yang bergetar di belakang punggungnya...
Bibir Arkana mendekat, melum** dan memberi jejak kepada tubuh Ana yang memang adalah miliknya, berulangkali ia menyentuh dengan sedikit kasar ketika sadar Ana memang tak melakukan apapun, Arkana tak menunggu atau menahan hasratnya yang memang selalu bangkit ketika bersama Ana, hanya tubuh Ana yang mempu membuatnya puas...
__ADS_1
Arkana lalu membawa tubuh Ana dan membaringkannya di atas ranjang dan mulai beraksi, senyumnya tidak ia tahan lagi ketika sadar Ana masih setia.....
Jemarinya naik dan menyentuh keindahan dada Ana yang seolah menunggunya untuk di sentuh, bibirnya mencari-cari kenikmatan di balik penyatuan kecil mereka, rasanya tak bisa di bayangkan Aksana, ia sungguh tergila-gila kepada tubuh Ana...lid*hnya bermain di sektar dada Ana dan memberi sensasi terbakar yang indah.
Ana hanya bisa pasrah di bawahnya tanpa bisa melawan, hatinya sudah ia gadaikan demi dendam. bahkan rasa malu mulai menghilang dari dirinya, hanya ada rasa sakit dan ingin membalas itu saja....
Ana memejamkan matanya ketika pria perkasa itu menyatukan dirinya sedalam mungkin dan memasuki Ana yang sempit, suara ******* dan erangan lolos dari bibir Arkana yang menggapai kenikmatan penuh.....
Tubuh keduanya bersatu tanpa sedikitpun cela, Ana bisa menerima bukti gairah Arkana yang besar meski sedikit sulit, tubuh keduanya bersatu mencapai puncak....
Hingga tubuh Arkana menyerah dan tertidur pulas di sampingnya, namun....mata Ana masih menyala.ia kemudian turun dari ranjang dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah keluar dari sana Ana memilih duduk sendirian di balkon untuk menatap rembulan di tengah malam.....masih memakai gaun tidur tipisnya, ia membiarkan tubuhnya di terpa angin tengah malam.
Matanya terpejam....berusaha menggapai dirinya yang dulu, jauh sebelum semua peristiwa ini menimpanya dengan cepat...Ana memejamkan matanya ketika sadar sosok gadis polos dan lugu telah hilang darinya, karna beratnya beban dan rasa sakit yang ia alami membuat jati dirinya yang dulu menghilang........
Dulu ia hanya berpikir dengan sempit, dunianya hanya berpusat kepada Steve dan panti asuhan mereka, Ana memejamkan matanya yang terasa panas....betapa indah jika ia mengingat semuanya...
Ana merindukan kehidupannya dulu, apakah ibu panti masih mengenalnya........??
Sebuah sentuhan di bahunya membuat Ana menoleh dan terkejut melihat sosok Arkana menatapnya...
''Ada apa...mengapa kau tidak tidur sayang,...''
Ana langsung berdiri dengan gugup lalu menatap Arkana dan sedikit berdehem..
''Aku sedang bersantai...''
''Di tengah malam begini, setelah percintaan kita, apa kau sedang memikirkan sesuatu..ataukah sedang menyesal...''
__ADS_1
Ana membeku...
Sosok Arkana adalah seorang pria yang tampan namun sangat kejam, ia selalu curiga dengan hal kecil yang terlihat ganjil, sosok Arkana adalah sosok yang selalu bersikap curiga dik segala ke adaan, dan kenyataan itu membuat Ana sedikit resah, jika wajahnya mengerut, Aksana akan curiga, atau jika ia sedang tertawa Arkana pasti jug akan curiga..jadi Ana sungguh kehabisan akal menghadapi Arkana dan kemarahannya yang meledak-ledak..
''Ehm...sebenarnya aku sedang memikirkan tentang, pesta besok malam..''
Ana memutuskan untuk tidak menceritakan tentang panti asuhan kepada Arkana, ia pun duduk kembali dan memasang ekpresi sedikit cemas..
Arkana lalu mengangguk dan duduk bersama Ana namun, ia lebih memilih Ana duduk di atas pangkuannya agar ia terus memeluk tubuh Ana. ia tak punya banyak waktu bersama istrinya karna semua pekerjaanya yang menyita waktunya dengan sangat banyak..
Arkana memeluk Ana dari belakang menyandarkan wajahnya di bahu mulus Ana...
''Apa yang kau cemaskan sayang..aku ada bersamamu..''
''Aku hanyalah seorang gadis yang miskin dulunya, aku tak pernah tau pergaulan kelas atasa, aku...tak pernah punya pengalaman itu Arkana, aku sangat cemas karna mungkin aku hanya akan membuatmu malu....''
Ana hanya melebarkan matanya ketika Arkana membalikan tubuhnya dan keduanya bertatapan...
''Jika ada yang berani menghinamu di pesta besok maka mereka akan berurusan denganku, kau hanya harus mengangkat wajahmu tinggi-tinggi dan jangan takut, kau adalah istri dari seorang Arkana,..mereka pasti akan menghormatimu..''
''Para Wanita disana...apakah mereka suka mengejek..aku akan...''
Arkana memegang bahu Ana dan menatapnya dengan tajam,...
''Kau adalah Anastayaku yang cantik, besok adalah pertemuan para Mafia dan kelurga mereka...tentu saja akan ada para wanita yang kau sebutkan tadi namun, kau harus ingat satu hal Ana.....kau adalah istriku dan milikku, kau harus bisa mengendalikan keadaan dan aku akan mengawasimu besok...bagaimana...''
Mata Ana menjadi panas ia sama sekali tidak yakin, pertemuan para Mafia..itu berarti Alex akan ada disana besok...? kepalanya terasa nyeri seketika...
__ADS_1