
''Dua minggu lagi...'' jerit Aleysa memecah kesunyian...
Alex dan ketiga orangtuanya yang lain terkejut dengan reaksi Aley yang terlihat syok...Alex pikir putri kesayangannya itu meminta semakin memajukan tanggal pernikahan..
Ana lalu berdem...
''Dua minggu terlalu lama Alex, mereka sudah melakukannya jika kita tidak segera menikahkan mereka aku takut jika godaan untuk melakukannya lagi akan semakin besar saja...aku ingin pernikahan mereka kita lakukan 3 hari dari sekarang...''ucap Ana memberi pendapat..
''3 hari....'' jerit Aley mendadak lemas,
Karna terlalu lemas sampai Damian harus menahan tubuhnya agar tidak jatuh, Damian tersenyum dan menatap ke arah sang ibu mertua Ana yang memberi isyarat kepadanya..hal yang sama di tunjukan ayahnya Arkana..Damian sungguh lega, pukulan ini tak ada apa-apanya di banding imbalan menikahi Aley secepatnya...
Alex menatap istrinya lalu Ana dan Arkana,
''Jadi lebih cepat lebih baik, aku mengerti dan mari kita mulai persiapannya...''
Aley memejamkan matanya, ia tidak bisa menghindar lagi, jika dia protes maka mereka akan marah kepadanya tapi mengapa malah menikah secepat ini..? Aley menggeleng tak percaya, ia akan menikah 3 hari dari sekarang, dan menjadi seorang istri..itu tidak mungkin...?
Alex kemudian mendekati Damian dan Aleysa....menatap mereka dengan dalam..
''Aley...pergilah, bawa calon suamimu dan obati dia...dan untuk kau Damian....jangan pernah menyentuh Aley sebelum pernikahan kalian jika kau lakukan itu maka.....''
''Aku akan menahan diri papa...terimakasih atas kebaikan hatimu..'' Damian menundukan kepalanya dalam-dalam..
Aley juga melakukan hal yang sama ia menatap Alex..
''Papa...terimakasih...''
Alex hanya menghela nafas....
''Pergilah...kami para orangtua akan bicara..''ucap Alex dengan singkat..
Damian mengangguk, lalu meraih jemari Alea dan membawanya pergi...
Sementara keheningan melanda mereka berempat...
''Kejadian terulang kembali Alex, dan aku ingin...kita memperhatikan anak-anak kita yang lain seperti Diza.''ucap Aira yang di amini oleh Ana dan Arkana...
''Tapi mereka akan saling menjaga, aku lihat Dilan selalu ada disisih Diza...''ucap Alex...
Aira dan Ana saling menatap dengan arti yang sama...
''Semoga kejadian ini tidak terulang..''ucap Arkana mencoba menanggapinya dengan bijak..
*********************
''Aow...sakit Aley..mengapa kau tidak bisa sedikit lebih lembut...'' sela Damian protes..
Aley sungguh kesal..
__ADS_1
''Aktingmu sangat menjengkelkan Damian, mengapa akhirnya kita harus menikah dalam 3 hari...hidupku berbuah dengan cepat...''
Damian melirik dingin...
''Kau yang terlalu dramatis Aley...mengapa kau malah membelaku dengan airmatamu, karnatangisanmu membuat ibu Ana iba dan meminta pernikahan di majukan dalam 3 hari..lantas aku bisa apa kalau ibu sudah memutuskan..''
Aleysa menyipitkan matanya...
''Ibu akan selalu berada di pihakmu Damian, apakah dia benar-benar ibu kandungku,...mengapa dia malah lebih memperhatikanmu....'' Aley sungguh kesal dan dengan sengaja menempelkan kapas berisi Alkohol di permukaan luka Damian yang masih basah..pria itu kembali mengerang....
''Aku akan memasukimu lagi bagaimana...'' Damian mengancam dengan suara dingin..
Namun kata-kata itu ditanggapi dingin oleh Aley, gadis itu memutar bolamatanya dengan kesal...
''Sentuh aku maka ku adukan kau pada papa, biar papa memberimu pukulan wajahmu akan jelek di hari pernikahan kita..'' jawab Aley dengan wajah kusut...
Damian hanya terkekeh dan memeluk punggung Aleysa dengan posesif...
''Jika aku di pukul, kau benar-benar akan membiarkannya...atau kau malah langsung menjerit...papa...hentikan, jangan pukul Damian lagi..''suara Damian melembut menirukan suara Aleysa tadi ketika membela dirinya..
Aley menutu wajahnya dengan tangan dan tak mampu menyembunyikan wajah malunya..ketika Damian memeluknya, sekuat tenaga, Aley mengigit lengan Damian hingga pria itu menejrit keras.,...
Kesempatan itu membuat Aley melarikan diri dari tajamnya tatapan Damian, keduanya saling mengejar di sekitar taman, dan tak menyangka jika kelakuan mereka menjadi tontonan aneh dari Dilan dan Diza yang baru saja turun dari mobil...
''Apa yang terjadi kepada mereka..'' ucap Diza menggeleng sembari menyerahkan bingkisan kepada pelayan untuk di bawa ke dalam rumah, Diza baru saja kembali dari rumah Dilan dan mommy Hani menitipkan bingkisan untuk papa dan ayah sekeluarga,..
''Apakah mereka sedang membunuh..'' ucap Dilan meraih jemari Diza untuk mengejar Damian dan Aleysa...
Diza hanya tertawa melihat tingkah kakak dan kakak iparnya..
^^^^^^^^^^^
''Berhenti Aley...awas kau...'' jerit Damian mengejar Aley yang terlihat mulai lelah..
Aley terlalu tertawa hingga tak sadar ia terantuk pada batu kecil di depannya, tubuhnya menjadi goyah dan jatuh membentur rumput hias di bawahnya,...karna Damian juga terlalu dekat dengan Aley ia pun jatuh dan membentur tubuh Aley di bawahnya..
Keduanya jatuh dan saling memeluk dengan posisi Damian berada di atas tubuh Alea..
''Damian....sangat berat...turun dari tubuhku..'' jerit Alea menggertakan gigi..
Namun Damian terkekeh dan menjebak Aleysa dengan kedua tangan kokohnya,''
''Kena kau.....Aley...kau tak bisa lari kemanapun..''desis Damian mendekatkan wajahnya...
''Damian...kita berada dirumah mau apa kau...'' wajah Aleysa menjadi gugup..
Matanya melirik ke segala arah takut kalau-kalau ada pelayan yang kebetulan lewat..
Damian mendekatkan wajahnya ingin mencium Aley..namun bibirnya tertahan di udara ketika Dilan menahan kemeja yang di pakai Damian...padah sedikit lagi ia bisa mencium Aley...
__ADS_1
''Haisss...ini masih siang...kalian berdua membuatku panas saja....'' desis Dilan kesal..
Damian mengerang...sialan Dilan, dia datang di saat yang tidak tepat..
sementara Aley menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri di bantu Diza....
Dilan pun melepaskan pegangannya pada kemeja Damian dan pria itu segera jatuh ke tanah..
Dilan lalu menghampiri Aley dan Diza yang duduk di bangku taman...
sementara Damian segera bangun dari sana dan mendekati mereka...
''Ada apa sih orangtua kita berkumpul di rumah ayah..'' tanya Diza penasaran hal yang sama di ucapkan Dillan..
''Mommy dan Daddy ku juga mau kesini...apakah ada masalah...''
Damian mengusap wajahnya kasar, ia menatap Aley sesaat...
''Kami akan menikah 3 hari lagi...''
''Apa....3 hari lagi.....''ulang Dilan dan Diza dengan ekspreksi syok....
***************************
Dayse dan Deniz sedang makan malam bersama ketika orangtuanya turun dari lantai atas..
Dayse menoleh dan mengerutkan kening....
''Ayah dan Bunda...mau kemana...''tanya Dayse penasaran..tatapan yang sama di arahkan Deniz..
''Ini sudah malam...''sambung Deniz..
Maya dan Dave mendekat dan tersenyum kepada putra dan putrinya...
''Ayah dan ibu akan kerumah, Ayah dan ibu Aley,..kami akan mengadakan rapat sekarang...''
''Apakah terjadi sesuatu yang buruk..'' sela Deniz terkejut...
Dave menggeleng...
''Aleysa dan Damian akan menikah 3 hari lagi..''
Deg!!!
Deniz dan Dayse daling menatap dengan tatapan tak percaya...
''Menikah...?'' ulang Dayse dengan tatapan beku...
Jemarinya terkepal dengan kuat, ia harus memberi tau Mr. Derrek sekarang juga...
__ADS_1