
Setelah kenyang Ana mengajak Aira untuk pulang, sepanjang jalan mereka saling bercerita demi mengenal satu sama lain, dan tak pernah di sangak Ana jika Aira dan dirinya punya banyak kesamaan, apa saja topik yang mereka bahas pasti seru dan nyambung hingga Ana seperti menemukan pengganti Hani yang menghilang dari hidupnya...
''Aku tak percaya kau seorang introvert, kau sangat cerewet...'' ucap Ana menggeleng...
''Jujur kakak,...aku sama sekali tidak menyukai keramaian dan lebih suka menghabiskan waktuku di dalam kamar, selama ini ibu selalu mengurungku dengan alasan dia mau aku belajar dan tidak terlibat dengan dunia luar..''
''Menyedihkan wanita penyihir itu, sebenarnya dialah pemicunya sehingga kau menjadi seorang introvert dan mengurung dirimu di kamar..kau masih muda seorang gadis perawan...keluar dan lihat dunia...''
Ketika Ana menyebut tentang gadis perawan lantas membuat wajah Aira memutih, ia kehilangan moodnya ketika ingatan tentang ia tidur dengan pria dewasa di Hotel itu lalu menghantuinya...
Tanpa sadar Aira tenggelam dalam lamunannya..pria dewasa itu tampak biasa saja ketika tau mereka sudah tidur bersama, ya ampun..bisa-bisanya Aira mabuk dan lupa diri, ia malah menyerahkan kesuciannya kepada pria yang seharusnya menjadi pamannya...bagaimana mungkin?? pria itu pasti sudah punya istri dan malam itu hanya sekedar bersenang-senang di club...untung saja Aira memberi nama dan alamat palsu untuk pria itu, kalau tidak seseorang akan mencarinya dengan predikat pelakor...
Aira menggeleng, tak pernah ia berhenti mengutuki kebodohannya yang tidak hati-hati pada orang asing....semoga saja tidak akan terjadi sesuatu kepadanya..apalagi sampai hamil..
Gadis itu mengigit bibirnya dengan cemas, sial...hari dimana dia melakukan hubungan itu adalah masa suburnya...? tidak mungkin...
Ana mengerutkan kening melihat Aira tampak mencemaskan sesuatu, ia tiba-tiba diam dan tampak menghela nafas beberapa kali...
''Aira......Aira...''
''Yah.......kak Ana..''
''Ada apa...mengapa wajahmu seperti itu...'' bisik Ana dengan tatapan khawatir, mungkinkah gadis ini sakit..?
''Aku minta maaf kak Ana...aku sedikit masuk angin tadi dan berkeringat...'' balas Aira tidak enak...
Ana menganggukan kepala,...sementara mobil berhenti didepan sebuah gerbang yang sangat tinggi dan privat...lalu Aira melebarkan matanya ketika gerbang otomatis itu terbuka di hadapannya, tidak..bukan karna ia heran dengan canggihnya gerbang itu, namun...mata Aira menjadi takut melihat beberapa pria berjass hitam tampak menjaga gerbang..tubuh mereka tinggi besar dengan wajah yang tidak ramah..para pria itu menunduk hormat pada sosok kak Ana...
Aira menoleh...dan Ana tersenyum...
''Ada apa dengan wajahmu lagi Aira, apakah kau masuk angin lagi...''
''Kakak...maafkan aku..apakah kakak seorang gangster, mungkin suami kakak...''
__ADS_1
Ana mematikan mesin mobil dan tersenyum ke arah Aira yang masih menunggu jawabannya...
''Aku adalah istri seorang mafia, aku juga punya sahabat mafia dia sudah seperti kakakku sendiri...''
Karna terlalu syok Aira menjerit keras, hingga Ana terkejut, sementara beberapa anak buahnya mendekati mobil mereka namun Ana langsung mengisyatkan tangannya agar mereka pergi semua baik-baik saja..
Mafia...pasti kejam...
Mafia apa..?? apakah mereka menculik manusia..ya ampun, apakah kak Ana sebenarnya punya tugas itu mencari wanita untuk di selundupkan..? kalau begitu ia adalah korban berikutnya begitu..? apakah setelah keluar dari sini maka dia akan di bawa, di bius dan ginj*l serta semua organnya di ambil....
Aaaarrrh...memikirkannya saja Aira menjadi gila sendiri, itu sama saja,,..dia berhasil melarikan diri dari singa buas malah sekarang terjebak bersama ular berbisa dan buaya ganas...
Ya ampun..apa yang harus ia lakukan...?? tubuh Aira meorsot lemas, bahkan ia tak sanggup keluar dari mobil...Ana hanya terkekeh ketika ia bisa membayangkan apa yang Aira pikirkan dan ia sungguh merasa lucu, gadis ini benar-benar polos dan menggemaskan...
Aira bahkan tidak sadar ketika anak buah Ana yang di lihatnya tadi sedang menurunkan belanjaan...
''Ehem...apakah kau mau tinggal di dalam mobil...? mereka akan datang dan menstrerilkan mobil ini apakah kau yakin kau akan tetap disini...'' ucap Ana lalu keluar dari mobil..
Aira seketika melompat dan turun dari mobil beberapa kali ia berdehem dengan gugup lalu mendekati Ana dan memeluknya dengan erat..
Ana seketika tertawa mendengar perkataan Aira yang lucu, waah...jika Alex tau dia membawa gadis cerewet dan penakut ini maka Alea akan menendangnya pergi..yah..Alex masih trauma dengan Maya yang ternyata adalah orang suruhan Dave...bahkan Alex terlihat lebih berhati-hati sekarang...
Lalu bagaimana dengan Aira.sementara Alex ada di dalam. Ana harus bisa menyakinkan Alex lebih dahulu baru mengenalkan mereka..Alex cenderung agresif dan Ana tak ingin Alex menyakiti Aira..tidak, ia tidak rela.
''Dengarkan aku...untuk malam ini kau tidur saja di toko, di atas ada kamarku..kau istirahat disana saja,..besok aku akan mengenalkan kau kepada seluruh penghuni rumah ini bagaimana.....''
Aira menggeleng.....
''Jangan tinggalkan aku kakak, bagaimana jika ketika aku terlelap mereka datang dan membiusku..'' ucap Aira enggan..
Bunuh saja dia sekarang itu lebih baik dari pada menunggunya tertidur, bahkan sekarang Aira tidak meradakan kantuk lagi..ia terlalu takut dan...gemetar...
Ana menghela nafas...
__ADS_1
''Aira....begini saja...kau tunggu di kamar dan jangan kemanapun, aku akan bicara pada kedua Mafia itu dan ketika mereka bisa menerimamu aku akan menemuimu dan mengeluarkanmu dari sana...''
''Tidak mau...'' rengek Aira dengan mata yang basah, sungguh dia ketakutan sekali...
''Aira...bagaimana jika aku menempatkanmu dengan seorang pelayan perempuanku...''
Kali ini Aira mengangguk dengan patuh, setidaknya ia tida sendirian..
''Berjanjilah jangan bunuh aku, jangan menjualku, jangan ambil bagian dari tubuhku aku..tak ingin cacat.,..''Aira bersungguh-sungguh ketika mengucapkannya...
Namun Ana kembali tertawa dengan lepas...
''Aku akan menjemputmu tenang saja......''
''Janji kakak...'' tanya Aira mencoba meyakinkan hatinya sekali lagi..
''Aku janji..aku akan menemuimu dan aku akan mengenalkanmu pada mereka...''ucap Ana sungguh-sungguh...
Aira akhirnya setuju, lalu Ana memanggil salah satu pelayannya dan memintanya mengantar Aira ke kamar di toko mereka..Aira lalu menurut dan mengikuti langkah sang pelayan sambil sesekali menoleh ke arah Ana...
''Aku akan melindungimu tenang saja...'' teriak Ana meyakinkan...
Aira akhirnya tersenyum dan menghilang di balik pintu toko, Ana pun menghela nafas.....sekarang saatnya meyakinkan kedua pria itu semoga saja..mereka mau menerima Aira....
**********************************
Ketika Ana baru sampai di pintu, ia langsung mendapat tatapan tajam dari kedua mafia itu, Arkana dan Alex bersedekap...
''Ana..kali ini apalagi...? kau membawa pulang seorang gadis tanpa ijin kami..bagaimana kalau dia mata-mata Dave..mengapa kau tidak belajar dari pengalaman Maya..''suara Arkana terdengar sedikit keras hingga Ana menghela nafas....
Astaga.....bagaimana ini...?
Alex mendekat....
__ADS_1
''Berikan kunci kamar toko Ana..aku akan mengintrogasinya malam ini..jika aku menemukan kenyataan dia penghianat maka dia akan tamat...'' desis Alex tak sabar, ia tau dari cctv kalau Ana menggiring seorang pelayan mengantar gadis itu, karna malam hari jadi wajah sang gadis tampak samar...tapi Alex tidak akan melepaskan gadis itu...
Tubuh Ana melemah........