Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Nasihat Para Saudara


__ADS_3

Pagi Hari yang sibuk, pagi sekali Divara sudah bersiap memakai makeup dan gaun pernikahan yang berat di dalam sebuah ruangan, hal yang sama juga di lakukan Dilan di ruangan yang berbeda...para wanita menemani Divara sementara para pria menemani Dilan...


Divara tampak gugup dan berkali-kali di tenangkan oleh Aley, Diza dan juga Dayse dan Kiara..mereka memberi semangad agar sang pengantin lebih rilex menghadapi pernikahan, dan kali ini namun dengan dukungan para saudari barunya Divara menjadi lebih tenang..


''Kau tenang saja Divara..menikah tidaklah sulit, kau sudah menghafal janji pernikahan...'' tanya Aley...


Divara mengangguk..


''Semalam aku sampai tidak tidur karna menghafalnya kak Aley...aku sangt gugup jika sebentar aku salah dalam mengucapkan janji pernikahan kami..''


''Divara...kau harus tarik nafas lalu menghembuskannya dengan pelan dan langsung mengucapkannya, tatap mata Dilan kau tak akan gugup...'' ucap Aley..


''Yah...benar melotot saja kepadanya ketika kau mengucapkannya..'' sambung Diza yang langsung di sanggah Dayse...


''Diza...ini pernikahan mengapa kau mengajarkannya berkelahi..''


Diza hanya tertawa...


''Kami akan memberi dukungan kepadamu, jangan kalah dengan para pria...kau jangan sampai kalah dari Dilan, mereka akan mengolok kita setelah pernikahan usai..'' ucap Aley yang di amini mereka semua..


''Baiklah......'' ucap Divara mencoba menguatkan diri..


Sementara..

__ADS_1


Disisi para pria..Dilan juga tak kalah gugup, ibu dan ayahnya sudah memberi ancaman lebih dahulu agar ia tidak gagal dalam mengucapkan janji pernikahan atau ibu akan menelannya hidup-hidup...


''Kau tampan sekali adikk kecil..'' ucap Damian menepuk pundak Dilan..sementara Willi dan Mark hanya tersenyum..berbicara soal Mark mereka sudah berdamai soal Diza jadi tak ada dendam di antara mereka..


''Kau harus menatap matanya Dilan dan katakan dengan sekali ucapan, apa kau mengerti...seperti yang kami lakukan....''sambung Mark memberi saran..


Will juga mendekat..dan menatap Dilan...kau harus bisa menaklukan Divara...


''Hey...itu jika mereka sudah di kamar pengantin..'' sambung Damian yang membuat ruangan seketika pecah oleh tawa...


Dilan memejamkan matanya..mengapa ia sangat gugup.....??


''Yah...hari ini pernikahanmu akan lancar bukan..''tanya Mark serius..


''Para mantanmu...''


Hening.....


Akhirnya mereka tertawa lagi dan benar-benar membuat Dilan semakin gugup..


''Apakah mereka benar-benar akan mendatangiku...''


''Kami akan menahannya tenang saja...'' ucap Damian...

__ADS_1


Sementara Mark dan Will menggeleng...


''Diza akan membunuhku jika aku mendekati mereka...''


''Dan Dayse akan menyruhku tidur di luar dan tak ada jatah..'' balas Will enggan...


Semua mata tertuju kepada Damian dengan tatapan menuduh...


''Bagaimana kalau Aley tau........''


Damian menggeleng dengan gugup....


''Aku hanya bercanda...malam ini adalah jatah makan malamku, dan Aura akan menginab di rumah orangtua kami....teganya kalian.....'' suara Damian tampak tersiksa..


Dilan tertawa namun tawa itu menguap dengan cepat hingga ia terbatuk-batuk...


''Kau akan merasakan bagaimana istrimu akan menyiksamu Dilan jika dia sedang marah, dan selamat datang di dunia pernikahan......'' ucap ketiganya serempak..


Dilan hanya menghela nafas...dengan percaya diri..


''Hal itu tak akan terjadi kepadaku...''ucap Dilan percaya diri...


''Kami akan menandaimu, jangan menangis karna patah hati atau Divara sedang menyiksamu..'' ucap Damian di amini Mark dan Will

__ADS_1


Mereka tertawa lagi.....


__ADS_2