Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Penjaga?


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Dayse bangun pagi dengan rasa kesal yang masih menumpuk di dadanya, ingatan rasa cemburunya semalam membuatnya sakit kepala sampai ia tertidur, bahkan Day tak bisa melakukan apapun dan hanya tertidur saja...


Pagi ini dia sudah harus memulai kuliahnya, dan sedikit bersenang-senang untuk menghibur diri...Dayse segera mandi dan menyiapkan dirinya, mengambil kaos tanpa lengannya dan memakainya...dan bagian bawah ada rok jeans yang pendek di atas lututnya, rambutnya di gerai panjang dan sapuan make-up tipis terlihat pas di wajahnya...


Dayse mengambil tasnya dan segera turun dari kamarnya, menuju lift dan turun ke lantai 1, mungkin hari ini dia akan membolos saja dan pergi bersama teman-temannya karna kepalanya terasa penuh..ia butuh reflesing..


Jadi sebelum berangkat ia masih menyempatkan diri menelfon sahabatnya untuk membuat janji temu...


Dayse mengabaikan pelayan yang memintanya sarapan, biasanya jam segini ibunya sudah ke toko kue milik ibu Ana,..ayahnya pasti sudah ke kantor,...sedangkan kak Denis sedang berada di luar negri untuk urusan perusahaan, jadi Day akan sendirian saja..dia biasa bepergian bersama mobil kesayangannya tanpa pengawalan supir karna ia tak suka di kawal...


''Baiklah di tempat biasa maksudmu Key, baiklah aku segera ke sana....'' ucap Day sambil melangkah mendekati mobilnya dan membuka pintu...


''Tunggu.....''


Deg!!!!!


Dayse merasa pendengarannya masih normal namun itu tidak mungkin bukan..ataukah dia mengalami halusinasi...?


''Dayse Morgan.....''


Kali ini Day menoleh dan membeku melihat sosok Will yang menatapnya tajam..mendekatinya dengan langkah yang tegas, lalu menjebaknya di badan mobil dengan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri, Day terperangkap dan menatap sosok Will yang terlihat berbeda percaya diri dan gagah dalam balutan jass..


''Mengapa kau dirumahku, tidak,.....mengapa kau belum kembali ke kapalmu...'' tatap Day tajam,....


Will tersenyum dengan lembut,


''Aku memutuskan akan tinggal di kota ini dan memulai bisnis bersama Darren dan juga ayahmu Dave...aku juga akan mengejar cintaku.....''


''Cintamu.....Dayse tertawa karna pikirannya terbawa pada sosok gadis semalam bernama Luna...jadi kau mau mengejar Luna...''


Will mengangguk, wajahnya mendekat hingga Day merasa sesak nafas....


''Aku ingin membuatnya jatuh cinta kepadaku..''ucap Will penuh penekanan, hingga mata Day menjadi panas....ia pun menantang Will dengan senyuman...


''Baiklah...kalian berdua cocok silahkan saja, aku ingin menegaskan satu hal padamu Will, aku telah mulai mempersiapkan berkas perceraian kita...jadi......''


Will tersenyum...

__ADS_1


''Tak perlu buru-buru, jika aku akan menikahi Luna maka kita akan bercerai.....''


Will merapatkan tubuhnya seperti ingin mencium Day namun, hingga Dayse menjadi sangat gugup hatinya berdebar ketika Will nyaris menyentuh bibirnya... namun wajahnya berubah memerah ketika menyadari Will tidak ingin menciumnya namun hanya membuka pintu mobil untuknya.,..ya ampun betapa malunya Day saat ini...


''Masuklah...aku akan mengantarmu kemanapun mulai dari sekarang...''ucap Will menuntun Day masuk ke dalam mobil..pintu di tutup dan Will hanya tersenyum bahagia,...ia bisa dekat dengan istrinya mulai dari sekarang meski yah...ia harus berusaha menahan kuat pesona Day yang membius...


Bahkan rasanya ia ingin membawa Day dalam percintaan panas yang membuatnya rindu namun, Will sudah bertekad ia ingin membuat Dayse jatuh cinta kepadanya dan membuat wanita ini menyerah dan sadar kalau mereka ternyata telah saling mencintai....


Will tak sabar untuk memainkan perannya...


**********


Mobil meninggalkan kediaman Dave Morgan..dan Day masih tak habis pikir, mengapa Will ada dirumahnya sepagi ini...?


Day menoleh ke arah Will yang sedang fokus menatap jalan di depannya...


''Will...mengapa kau ada dirumahku sepagi ini...dan...mengapa kau...mengantarku, jelaskan padaku karna aku tidak mengerti....'' ucap Dayse penasaran..


Will tersenyum....


''Semalam ayahmu memberiku tugas baru, aku akan menjadi bodyguardmu, supirmu, penjagamu dan apapun sesuai kondisi...'' ucap Will trsenyum dan kali ini Day sedikit terpengaruh...


''Mengapa begitu..aku sama sekali tak butuh penjaga, apalagi supir...aku biasa melakukan semuanya sendirian...'' balas Day dengan dingin..


''Itu dulu Dayse,...namun sekarang, kau punya aku sebagai penjagamu meski mungkin kita akan bercerai namun....kita bica menjadi seperti teman, sahabat......''


Deg!!!


Ada yang berbeda ketika keduanya saling menatap...Will kemudian memalingkan wajahnya dengan cepat atau, tatapan Day akan meluluhkan semua rencananya, tidak...ia harus benar-benar memastikan kalau Day telah jatuh cinta kepadanya dan saat itulah Will akan jujur dengan perasaannya...


Dayse mengangguk, sebegitu besarnya Will menginginkan perceraian darinya sehingga ia selalu mengungkit kata bercerai darinya sungguh Days merasa seperti gila sendiri, Luna memang cantik, ia punya tubuh yang berisi dan lebih sexy, ukuran pa yu da ra nya saja super besar..Dayse hanya menggelengkan kepalanya...ia kalah jauh..


''Baiklah Will...mari kita tidak saling mengganggu....'' ucap Day tersenyum...


Mobil pun melaju ke arah kampus, dan akhirnya sampai juga....Day baru saja ingin keluar namun ponsel milik Will berdering dan pria itu segera mengangkatnya, di hadapan Day....


''Sayang, baiklah....aku akan menemuimu...tidak aku baru saja selesai menyelesaikan tugasku....''

__ADS_1


Dayse merasa terbakar, ia tidak menunggu Will selesai menelfon, ia pun turun dari sana dan melangkah menjauhi mobil meski Will kemudian tersenyum seraya mematikan ponselnya...


Dayse cemburu....itu artinya misi Will berhasil....pria itu tak mampu menyembunyikan senyum bahagianya namun tidak lama...karna ia bisa melihat dengan jelas seorang pria tampan mendekati Day dan memeluk istrinya...istrinya di depan matanya...??


Will terbakar cemburu.........beraninya dia menyentuh miliknya....??


Will ingin keluar dari mobil dan membuat perhitungan namun ia sadar, dia sendiri juga sedang memainkan perannya...namun melihat pria itu memeluk Day membuatnya kesal setengah mati....dadanya terasa panas...


******


''Maaf Derrek...aku harus pulang bersama bodyguardku..ayahku benar-benar tidak melepasku bersama orang lain....''


Derrek merasa kesal.....


''Bagaimana kalau aku menghadapi ayahmu Day....dan mengatakan tentang hubungan kita...'' ucap Derrek ketika Day sudah selesai kuliahnya.....


Sambil melangkah menuju parkiran, keduanya tetap saling menggenggam tangan....dan sedikit bercanda....


Namun Day sedikit terkejut ketika tiba-tiba Will sudah muncul di hadapan mereka entah dari mana, sontak Day melepas genggamannya dan hal itu membuat Derrek sedikit bingung..mengapa Day melakukannya...??


''Saatnya pulang Dayse...'' ucap Will tajam...


Dayse menghela nafas, ini saatnya membalas.....ia pun menoleh kepada Derrek...


''Bagaimana kalau nanti minggu depan kau menemui ayahku....semakin cepat maka akan semakin baik untuk hubungan kita.....''


''Tentu saja...namun siapa pria ini...'' tanya Derrek melirik Will yang jauh dari kata ramah..


''Dia adalah penjagaku...'' bisik Dayse tersenyum..


Derrek sama sekali tak suka dengan sosok Will lalu ia menarik Day mendekat....dan mereka saling menatap...


''Jika kita sudah menikah...maka tak perlu aa penjaga karna akulah penjagamu..'' ucap Derrek tajam..


Will hanya mengeraskan wajahnya...dia akan membunuh pria ini..lain kali...Will sangat kesal...


''Baiklah...bukankah aku harus menurut apa kata suamiku...'' ucap Dayse penuh arti...

__ADS_1


Deg!!!!!


Will mengepalkan tangannya......


__ADS_2