
Ana membeku ketika pelukan Alex masih begitu kuat pada tubuhnya. yah...mereka masih berada di dalam kamar dengan pintu yang tertutup..
''Lepaskan aku..''
''Tidak..aku sudah pernah melepaskanmu dan akibatnya aku kehilanganmu Ana, sekarang tidak lagi...aku tidak akan mundur walaupun mungkin Arkana akan membunuhku dalam kemarahannya...aku akan melawan sekarang.''
''Alex..aku mohon lepas, apa yang kau inginkan..bukankah aku memintamu berjuang, kau yang membohongiku itu artinya kau..telah melepaskanku lalu kau memintaku harus apa..''
Ana membeku ketika tubuhnya di balik hingga mereka saling menatap tajam..
''Kau harus memilihku Ana..aku akan melakukan apapun, untuk bersamamu aku akan menghadapi Arkana, aku akan menghadapinya tanpa takut, aku hanya ingin kau percaya padaku kali ini.''
''Kau sadar dengan apa yang kau katakan Alex...kita berada dimana sekarang, kau hanya akan mempermalukanku dan menyebabkan kemarahan Arkan, kau tau dia bisa membunuh tanpa memilih tempat.'' mata Ana berkaca-kaca sesaat.
''Tapi aku mencintaimu Ana, tidakkah kau mengerti...apakah kau tidak memiliki sedikit perasaan saja kepadaku..''
''Aku bahkan belum melihat usahamu Alex...tidak...apa buktinya jika kau mencintaiku.''
''Apa yang harus aku lakukan....'' Alex sungguh putus asa..
Ana mendekatkan wajahnya.....dengan senyuman tajam, menatap Alex dengan pandangan yang penuh arti, waktunya sudah berkurang dari sebulan, tinggal sedikit lagi batas waktu yang di berikan Arkana baginya untuk menghancurkan ALex. di banding harus melihat Alex mati di tangann Arkana, maka Ana lebih memilih menjatuhkan Alex dengan cara lain, karna Ana tau pasti jika suaminya tidak akan melepaskan Alex begitu saja.....
Menatap Alex saat ini sungguh membuatnya tidak sanggup, ia sungguh tak sanggup menyakiti Alex, bayangan kebersamaanya dengan Alex sanggup memukul telak hatinya, Ana juga berhutang budi karna ALex pernah menolongnya dari bunuh dirinya di masa lalu...
''Serahkan semua hartamu padaku...apakah kau...sanggup..? airmata Ana menetes.....jika kau sanggup maka aku akan memilihmu...''
Alex membeku mendengar pernyataan Ana yang sama sekali tidak di duganya...
''Harta...kau ingin semua hartaku Ana...'' tatapnya seolah meyakinkan pendengarannya lagi, ia tak ingin percaya namun inilah kenyataannya..
Ana tersenyum dingin.........
__ADS_1
''Aku lelah menjadi seseorang yang tak punya apapun, aku lelah jika aku harus mendapat penghinaan jadi.....aku ingin mendapatkan segalanya, apa kau bisa melakukannya...Alex...''
Alex mengangguk tanpa ragu, memegang kedua bahu Ana dan menatap mata wanita yang sangat ia cintai itu dengan mata yang basah...
''Semua hartaku, semua apa yang aku dapatkan tak ada artinya di banding aku harus kehilanganmu Ana, jika kau menginginkannya bahkan aku bisa memberikan hidupku kepadamu...aku bisa memberikan segalanya.....''
Ana kehilangan jiwanya, mendengar penyerahan diri Alex membuat hatinya sangat sedih...mengapa harus seperti ini, apakah dia telah berbuat kesalahan dengan mendekati Alex demi balas dendam, namun jika ia tak melakukannya maka Arkana akan membunuh Alex tanpa ragu, Arkana tentu jauh lebih kaya dan punya kekekuasan dari Alex, dengan mudahnya Arkana akan menghancurkan Alex.
Ana hanya sedang mengulurkan waktu sekarang.......
dan jika Ana mau menyelamatkan hidup Alex maka ia harus menguatkan hatinya, ia harus mendapatkan semua harta Alex, menyimpannya utuk sementara dan mungkin Ana akan mengembalikannya nanti......namun untuk sementara ia membiarkan Alex berpikir bahwa ia gadis penggila harta...
''Sebelum kau menyerahkan semua hartamu maka kau harus menahan dirimu Alex, jangan berbuat gegabah,..jangan pernah bertindak di luar kendali karna bukan hanya kau yang hancur, Arkana akan membunuhku tanpa ragu..'' lirik Ana tegas...
Wanita itu kemudian melepaskan pegangan Alex dengan sedikit tekanan dan membuat pria itu membeku, menoleh ke arah Ana yang melangkah menjauh ke arah pintu...pria itu mengepalkan tangannya....
Melangkah dengan cepat dan menarik lengan Ana hingga tubuh Ana berbalik, Alex sungguh tak mampu menahan perasaan rindunya yang meluap-luap...pria itu segera mendorong tubuh Ana hingga membentur tembok kokoh di belakangnya dan menjebaknya dengan kedua tangannya masing-masing di sisih tubuh Ana..
Keduanya bertatapan tajam, yang satunya terlihat terkejut namun tatapan yang satunya begitu nekat....Ana melebarkan matanya ketika ALex mendekatkan wajahnya....
Alex menurunkan pandangan dan menatap bibir Ana yang begitu ia rindukan...berada dekat dengan Ana membuatnya menggila....
''Tak taukah kau jika aku merindukanmu sampai aku...merasa akan gila Ana..''
Jemari Alex naik dan membelai wajah Ana dan bergerak pelan menyentuh bibirnya yang penuh dan begitu indah....
''Alex...jangan pernah....''
''Mengapa...apakah karna kau adalah istri pria itu, yah...aku bahkan tidak takut apapun.....''
''Alex....jangan.....''
__ADS_1
Kata-kata Ana terputus ketika bibir Alex mendarat di bibirnya, dan melum**nya dengan kerinduan yang dalam, Ana meronta namun tak mudah karna tangan ALex sigap dan menahannya hingga kekuatannya menghilang, Ana memejamkan matanya ketika airmata itu menetes........
Sungguh...ciuman mereka membuatnya sangat rindu, ia masih mencintai Alex itu kenyataan yang tidak bisa ia sangkal,...Arkana merebutnya di luar kehendak, ketika hatinya masih bersama Alex...
Ciuman itu terasa hangat dan lama, ketika Ana mulai terlena.....dan membalas ciuman Alex yang indah dan membangkitkan kenangan lama...
*******************************************
Arkana sedang duduk bersama para pejabat dan petinggi beberapa perusahaan besar, ia sedang melakukan deal untuk bisnis barunya...
Seorang asisten mendekat padanya dan membisikan sesuatu yang membuat wajah Arkana berubah menjadi sangat dingin, bahkan jarinya sudah terkepal dengan kuat...Arkana berdiri dan pamit sebentar kepada semua kolega bisnisnya dan berjanji akan datang sebentar lagi setelah menemui istrinya...mereka pun mengerti, lagi pula siapa yang berani membantah seorang Arkana..walau ia tersenyum namun itu bisa berakibat fatal, dan mereka memilih mengikuti semua perkataan Arkana tanpa mampu membantah.......
''Dimana istriku sekarang...'' gumam Arkana dengan suara dingin menahan amarah...
''Berada di kamar 205 tuan.''ucap sang pria menundukan kepalanya penuh hormat..
Arkana mengangguk lalu melangkah menyusuri lorong panjang dan berhenti sebentar....
''Aku ingin kau...memeriksa cctv, siapa yang masuk dan keluar setelah ini..''
''Baik tuan Arkana.......''
Arkana menganggukan kepalanya, ia pun terus melangkah dan akhirnya sampai di depan pintu yang sudah di jaga oleh beberapa anak buahnya....
''Kalian sudah masuk..''
''Tidak tuan Arkana, kami menunggu kedatangan tuan..''
Arkana hanya diam saja, pandangannya tertuju pada pintu yang tertutup dan mengepalkan tangannya dengan kuat, tak ada yang boleh....menyentuh miliknya atau mereka akan kehilangan nyawa mereka...itu adalah janji seorang Arkana...
Pria tampan yang masih di liputi amarah itu menekan kartu di pintu dan membukanya...
__ADS_1
Arkana membeku melihat apa yang terjadi di hadapannya, matanya melebar penuh amarah.........
''Anastasya..........''