
Day menatap sang ayah yang begitu serius, mengantar undangan..mengapa harus dia sendiri ysng mengantarnya...??
''Ayah...aku akan mengantar undangan itu, tapi aku ingin bicara kepada kalian berdua sekarang,....''
Dave dan Maya saling menatap...
''Katakan...apa yang akan kau bicarakan...?''
Maya menundukan kepalanya ia sangat takut memulai ini semua namun, ia harus mengatqakannya demi hubungannya yang baru dengan Derrek...
Maya dan Dave meletakan undangan di meja dan sekarang berfokus kepada Day yang terlihat sedikit takut...
''Katakan ada apa Day...'' ucap Maya merasa takut entah mengapa...
Day menundukan kepalanya ketika matanya menjadi panas....airmata mulai menumpuk disana....
hingga Dave dan Maya semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi kepada Day....
''Katakan Dayse..apakah ada yang menyakitimu...katakan pada ayah karna ayah tak akan membiarkannya...''
''Aku...telah menikah ayah...ibu....''
Terkejut dan syok, itulah yang tergambar jelas di wajah kedua pasangan itu mendengar kejujuran sang anak di depan mata mereka, Dave sampai gemetar karna terlalu terkejut..
''Day......''
Airmata Dayse menetes dengan begitu derasnya..ia kemudian menjatuhkan dirinya di hadapan kedua orangtuanya dengan wajah yang tertunduk sampai ke tanah, ia sangat menyesal karna telah berani menikah dengan pria asing yang tidak di kenalnya dengan baik.....
''Ayah ingat ketika aku menghilang selama 6 bulan...''
Dave mengangguk, berulang kali ia mengusap wajahnya dengan kasar, berharap ini adalah mimpi namun sayangnya ini adalah kenyataan yang menyakitkan..
''Lalu kau pergi dari kami dan menikahtanpa persetujuan kami begitu, Dayse apakah kau benar-benar anakku...''
''Aku minta maaf ayah...ibu, karna itu aku mengatakannya sekrang aku sangat takut....pernikahan ini di paksakan, karna itu aku ingin bercerai...aku sama sekali tak menginginkan ini semua apalagi meneruskan pernikahan ini....'' isak Dayse dengan tangisan yang pecah....
Deg!!!!!
Maya meraih tubuh Day berdiri dan menatapnya tajam...
''Apa yang kau katakan ini Dayse..kau mengatakan dua hal dalam satu hari, kau menikah saja mampu membuat kami syok, sekarang kau mengatakan perceraian seolah itu gampang bagimu....siapa dia...siapa pria itu...kau membuatku gila, kau menikah tanpa persetujuan kami...apakah kau benar-benar ingin membunuhku....'' jerit Maya mengeratkan pegangannya di lengan Day hingga ia merintih kesakitan....
Day menangis histeris di hadapan orangtuanya..
''Katakan siapa dia.....aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri...'' ucap Maya tegas..
Day tau betul jika ibunya Maya sudah mengatakan sesuatu dengan penuh emosi maka semua akan terjadi...Day menggelengkan kepalanya..
''Ibu.....aku.....''
''Katakan siapa dia..''
''Aku hanya ingin bercerai darinya ibu, jangan menyentuhnya...''
__ADS_1
Maya tertawa dengan kesal..Day begitu kekeh untuk bercerai namun begitu melindungi suaminya...apa yang sebenarnya di inginkan Day...
Dave yang melihat Dayse ketakutan dan hampir pingsan menjadi iba, ia lalu memeluk sang istri dan menenangkannya..
''Sayang...kau harus tenang..kau tak boleh mengatakan hal yang membuat putri kita takut...''
Maya seolah tersadar dan melepaskan peganggannya, tanda kemerahan terlihat jelas di kulit putih Dayse..gadis itu meringis..
''Dayse..katakan kepada kami siapa dia..''
''Ayah dan Ibu tak perlu tau siapa dia karna aku juga ingin melupakannya dengan segera...Day menghapus airmatanya...pernikahan ini hanyalah sebuah kesalahan dan aku...berjanji kepada kalian, aku akan memberikan pernikahan yang terbaik, dengan orang yang baik dan terhormat, aku berjanji....'' ucap Day menundukan kepalanya...
''Ya ampun...aku hanya punya satu anak perempuan namun aku menjadi gila karnanya..'' ucap Maya terdengar sakit hati..
Dave menatap Maya...
''Apakah kau butuh pengacara sayang...''
Day mengangguk.,....
''Aku butuh pengacara ayah yang terkenal itu, aku ingin bercerai darinya...''
''Baik...kami akan menyerahkan semua keputusan kepadamu...kau yang memulai ini semua dan kau akan mengakhirinya...kami akan tetap mendukungmu...'' ucap Dave pasrah..
Day mengangguk mendekati sang ayah dan memeluknya erat..airmatanya menetes lagi...
''Maafkan aku ayah....aku akan menebus semua kesalahanku dengan menjadi anak yang baik...aku berjanji..''
''Bagi ayah..melihatmu bahagia saja sudah cukup, lakukan apa yang menurutmu baik dan ayah akan ada di belakangmu..''
Dave melirik agar Day meminta maaf kepada Maya sekali lagi agar meluluhkan wanita yang melahirkannya itu.. dan Dayse mengangguk,....Dayse menjatuhkan dirinya...di hadapan sang ibu, ia pun segera memeluk Maya meski wanita itu masih sangat marah...
namun..airmata Maya menetes...
''Oh...Dayse,.....''
''Aku minta maaf ibu, aku minta maaf...aku akan memberimu menantu yang terbaik sesuai dengan keinginan ibu...''
''Siapa dia Day, bisakah kau tidak membuat ibu sakit hati kali ini..''
''Dia Mr. Derrek, dosen di kampusku..pendidikannya tinggi dia sangat baik, kami saling mencintai dan aku akan menikah dengannya...''
''Derrek....'' ulang Maya...
Maya pernah bertemu Derrek dua kali, dan memang Day benar soal pria itu yang tampan dan berkelas, dia menantu idaman bagi seorng Maya Morgan, karna itu Maya tersenyum menatap Day..
''Ceraikan pria asing itu atau siaapapun dia..dan aku mohon kepadamu Day...kali ini jangan kecewakan aku...Derrek adalah pria yang berkelas...dia pantas untukmu....''
Day tersenyum ketika melihat persetujuan sang ibu yang terlihat jelas di matanya.,..dan ia menjadi sangat lega...
Derrek benar mengenai kejujuran, dan saat ini orangtuanya setuju dengan hubungannya yang baru...
Ketika ia menjadi lebih tenang, Day mengambil undangan milik Will teman sang ayah, dan menyimpannya di dalam saku...malam nanti dia akan mengantar undangan itu..
__ADS_1
Dayse berdiri dengan senyuman ringan...
''Aku akan ke kamar...''
Dave dan juga Maya menganggukan kepala dengan senyuman pengertian...
''Baiklah sayang, jangan lupa undangannya...ini nomor ponselnya kau harus menghubunginya dulu....'' ucap Dave mengingatkan,...
''Baiklah ayah...'' Day menerima kartu nama bertuliskan
W
Dayse hanya menggeleng, mengapa tidak menulis Will saja....benar-benar unik....Dayse lantas naik ke kamar miliknya..
**************
Malam hari sekitar pukul 7 malam, Day baru saja keluar dari salon langganan miliknya untuk melakukan perawatan tubuhnya, yah...seluruh tubuhnya lelah ketika Will menyentuhnya...jadi ketika dia di pijat Day merasa lebih baik, tubuhnya harum dan segar...
Day segera mengirim pesan kepada Will untuk mengantar undangan...
Tuan will,
Aku akan mengantar undangan kepadamu, atas nama tuan Dave Morgan, jadi bisakah kita bertemu atau kau katakan aja posisimu sekrang, aku akan menemuimu..
Day mengirim pesan sambil melangkah ke sebuah toko eskrim di samping salon, ia akan menikmati eskrim sambil menunggu balasan tuan Will....
Tak lama kemudian setelah menunggu...
Ting.....
Ada ada balasan pesan masuk dari tuan Will.
Selamat malam nona..
Yah..aku sangat mengenal tuan Dave Morgan, aku sedang berada di Hotel S, bisakah kau mengantarnya sekarang..
Day
Baiklah....katakan nomor kamarmu aku akan pergi...
Will
Baiklah, kamar 505....datang saja aku menunggumu..
Day
Baiklah...
Day segera keluar dari toko eskrim dan dengan mobil ia meluncur menuju Hotel S, tak berapa lama kemudian ia sudah berada di depan kamar 505, sambil mengirim pesan.. Day menyandarkan tubuhnya di pintu...
Dan pintu pun terbuka, hingga tubuh Day terhuyung jatuh ke belakang namun Will segera menangkap tubuhnya..
Deg!!!!!!
__ADS_1
Keduanya bertatapan tajam dengan eskpresi terkejut.....