Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Rasa Cemburu Yang Membakar


__ADS_3

Will dan Dayse saling menatap dengan tajam....


''Will....''


''Apa sebenarnya yang ingin kau tau....mengapa kau mengikutiku sampai ke kamar....''


Will meraih tubuh Day merapat kepadanya dan tak ingin melepasnya hingga Day harus sedikit meronta..


''Will lepas...bukankah kita akan bercerai....''


Will tersenyum dingin...


''Hal yang sama aku tanyakan kepadamu Day...bukankah kita akan bercerai...mengapa kau lancang masuk ke kamarku dan ingin mengintrogasi wanitaku mengapa.......''


Sinar mata Will menajam, tubuh mereka bersentuhan dan membuat gairahnya menggila harumnya tubuh Day membuatnya mabuk dan mendamba...tak bisakah Day menerimanya tak bisakah Day mengalah dan mengatakan ya...aku mencintaimu Will..??


Sesederhana itu dan Will akan berjanji menomor satukan Day di atas segalanya...


''Ehm....Will lepas.....aku ingin bicara..''


Sontak Will melepaskan pelukan....pria bertubuh tinggi dan besar itu bersedekap...menantang Day untuk bicara..


''Katakan......''


''Aku tak ingin kau melakukan S*x di masa pernikahan kita dengan wanita lain walau wanita itu Luna kekasihmu....jika kau melakukannya maka aku pun akan melakukannya dengan Derrek....''


Day merasa sudah gila mengatakan hal ini pada Will tentu saja bagaimana mungkin ia bersikap posesif pada pria yang akan menjadi mantan suaminya..namun Day tak mampu menahan perasaannya rasa marah membakarnya ketika membayangkan Will akan tidur dengan wanita lain selain dengannya,..ada rasa sedikit tidak rela di hatinya...yang Day tak mengerti mengapa dia melakukannya....


Will mengusap wajahnya dengan kasar...ia menatap Day dengan tajam lalu mendekat....


''Apa maksudmu Day...apa kau cemburu krna itu kau bersikap posesif kepadaku...''


Day menggeleng dengan tegas...menepis kalau ia cemburu, perasaan ini hanya perasaan tidak terima dan bukan cemburu...


''Aku tidak cemburu ya ampun,.....kau percaya diri sekali....''ucap Day tertawa kesal..


Will kehilangan kesabaran ia mendekat dan meraih lengan Day merapat kepadanya..pria itu tersenyum sinis...


''Baiklah aku tak akan pernah memaksamu cemburu kepadaku.....tapi biar aku tegaskan kepadamu Day...aku akan tetap melakukannya dengan Luna...entah kau suka atau tidak...''


''Mengapa kau harus melakukannya, apakah ini bentuk aroganmu terhadap wanita,...''

__ADS_1


''Betapa naifnya cara bicaramu Day, aku seorang pria yang telah menikah,...dan bercinta adalah salah satu kebutuhanku namun.....ironisnya istriku sendiri menolakku dan ingin bercerai jadi....katakan apa yang harus kulakukan kalau keinginan untuk memenuhi kebutuhan itu datang.....'' Will menatang Day....


Dayse memijit kepalanya sebentar...


''Kau harus bisa menahannya sampai perceraian kita Will...aku saja tidak memikirkannya.'' ucap Day dengan egois..


''Pria dan wanita tidak sama Dayse...'' Will berusaha bersabar..


''Bukankah itu hanyalah alasanmu saja Will...''


Will menggelengkan kepalanya, sebenarnya dia bisa memaksa Day bercinta saat ini karna Day masih istrinya namun..


Tidak...ia ingin Day menyerah sendiri tanpa mampu di paksa...dan Will akan melakukan segalanya demi memprovokasi Dayse..dan memancing rasa cemburunya keluar...


''Baik...kalau begitu silahkan pergi dari kamar ini nona Dayse Morgan...apapun yang aku lakukan itu bukan urusanmu.....''


''Will....kau mau melakukan apa....''


Will meraih lengan Day membawanya ke pintu kamar...


''Kau sangat membuang waktuku Dayse,....sebentar lagi Dayse akan datang jadi...kami akan bercinta karna itu pergilah dan jangan menjadi pengganggu...''desis Will tajam...


Namun sekali lagi Day menghempaskan tangannya...airmatanya menetes entah mengapa.....


Will terbakar cemburu.....


Diraihnya tubuh Day mendekat hingga nyaris bibir mereka bersentuhan...seringai tajam muncul di wajah Will...


''Bagaimana kalau kita berdua bersepakat saja.....''


''Apa maksudmu..Will......''


''Kita masih suami istri dan kau masih punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan bercintaku...mari lalukan ini denganku sampai kita bercerai...dan saat itulah kita berhenti melakukannya.....''


''Kau sedang merencanakan sesuatu padaku Will..''


Will tertawa......


''Jika kau menolak maka pergilah dari sini Day,....hanya itu saja yang bisa aku tawarkan agar kita tetap menjaga kesucian dan menghormati pernikahan kita setidaknya sampai kita bercerai..bagaimana......''


''Jadi maksudmu adalah jika kau menginginkan aku maka aku harus datang padamu dan melakukan kewajibanku..begitu..dan setelah itu kita kembali pada kehidupan kita masing-masing..''

__ADS_1


Will tersenyum misterius...


''Tentu saja Day....kita tidak melakukan dosa jika bercinta, kita pasangan yang sah,...jadi bagaimana menurutmu kau setuju....''


Day memejamkan matanya, apakah melakukan hal ini adalah benar..? namun ini satu-satunya cara agar dia bisa tenang, entah mengapa dia benci jika membayangkan Will akan tidur dengan wanita lain..ada sedikit tidak rela di dalam hatinya yang tidak ia mengerti...


Sedangkan Will menganggap ini adalah kesempatan untuk membuat Day hamil....jika kemarin dia masih ragu untuk punya anak maka sekaranglah saatnya....membuat Day tak bisa menolaknya..dengan membuat istrinya hamil...


Will mengepalkan tangannya...memandang tubuh Day yang mulus malam ini membuat milikya menggila di bawah sana hingga ia sudah meronta merindukan sarangnya..


Ahh..terlalu indah percintaan yang ia lakukan bersama Dayse...dan Will benar-benar merindukan Day...sudah seminggu lamanya....mereka tidak melakukannya...


5 menit...


10 menit.....


Day seolah tenggelam bersama pikirannya sendiri dan


Will merasa ia sudah cukup untuk menunggu jawaban dari wanita ini dan menjadi hilang rasa sabar...


''Tampaknya kau tidak ingin melakukan kewajibanmu Dayse..baiklah...aku tak bisa bersabar lagi...aku ingin kau pergi saat ini....''


Will melangkah seraya mengambil ponsel miliknya dan mencari nomor Luna...pria itu segera akan menelfon namun...


Day merebut ponsel milik Will dan seketika itu juga ia melemparkannya ke lantai dan ponsel itu hancur dengan mengenaskan..


Will benar-benar terkejut sampai ia kehilangan kata...


''Aku benci kepada wanita itu....baiklah...aku bersedia, mari kita lakukan saja,....toh kita masih suami istri....'' ucap Day akhirnya mengalah...


Day tak tau apa yang membuatnya ingin memberikan dirinya namun, rasa cemburu membakarnya dengan cepat ketika nama Luka di sebut...


Dan Will tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya..pria itu mendekat dan meraih tubuh Day dengan posesif dan mendekatkan wajahnya..


''Berikan juga ponselmu..tak adil rasanya kau masih menyimpan pesan pria itu..'' ucap Will dengan ketegasan sempurna...di wajahnya...


Day membeku namun ia tak bisa apapun dan mengalah Dayse lalu mengambil ponsel miliknya seperti yang di perintah Will lalu meletakannya di dalam genggaman Will..


Pria itu tersenyum puas...


''Bagus sayang..kini kau adalah milikku...'' desisnya meraih Day yang pasrah menatapnya...

__ADS_1


Dayse membeku dengan jantung yang berdebar ketika Will membawa tubuhnya ke atas ranjang, dan dalam sekejap...melum** bibir Day dengan begitu dalam....


Deg!!!!!


__ADS_2