
Damian membeku mendengar ucapan dingin dari mulut Aleysa kepadanya, bahkan ia mengatakannya dengan wajah yang datar dan tanpa ekspresi...
''Awwaooww...sakit sayang...'' bisik Damian mengerang menyadari Aley menyentuh bibir Damian yang terluka dengan kapas alkohol..itu nyeri sekali..
Aley terus saja menyentuh dengan sangat kasar....
''Jangan mengeluh, aku bahkan tidak perduli....ckckck...''
Aley bangkit namun lengannya tertahan oleh pegangan Damian, keduanya saling menatap..
''Ada apa lagi...''
Damian bangkit berdiri dan menatap mata Aleysa dengan begitu dalam....
''Aku tau jika aku benar-benar telah menyakiti dirimu walau itu tak sengaja,....aku ingin kau tau jika aku tidak pernah sengaja Aley.....aku sangat mencintaimu.....''
Aley menaikan sudut bibirnya dengan dingin dan mengempaskan pegangan tangan Damian...
''Bagaimana jika kau merasakan hal yang sama....kau tak akan pernah merasakan yang aku rasakann sampai kau merasakan sendiri menjadi sepertiku....''
Damian mengerutkan kening....
''Apa maksudmu...''
''Aku lelah....dan ingat semua perkataanku Damian...jangan pernah menyentuhku sampai batas waktu yang aku tentukan....''
Aleysa lalu melangkah menuju ranjang dan berbaring membelakangi Damian yang masih berdiri menatapnya....
Damian menjadi gusar....sebelum insiden ini ia bahkan belum menyentuh Aley...ya ampun dia akan menjadi gila...
Damian lalu melangkah menuju ranjang dan berbaring di ranjang yang sama saling membelakangi tubuh masing-masing....Aleysa mencoba menutup matanya namun sangat sulit untuknya,..perasaan terhianati begitu membekas dan membuatnya terus merasa sakit hati, tidak bisa...dia tak akan memaafkan Damian begitu saja....tidak...
Sedangkann Damian berbaring terlentang matanya nyalang menatap langit-langit kamar....ia sungguh menyesal karna memberi kesempatan Seila masuk ke dalam ruangannya, dia pikir mereka hanya akan bicara dan ia tak akan melakukan hal di luar kendali namun Damian salah...
Wanita gila itu menghancurkan segalanya, menghancurkan kepercayaan Aley kepadanya...jemari Damian terkepal...sesaat ia menoleh kepada Aley yang masih membelakanginya...jemarinya terangkat ingin menyentuh Aley namun...ia tak jadi menyentuh bahu Aley karna rasa bersalahnya yang terlalu besar....ia sungguh mencintai istrinya namun ironisnya ia juga yang menyakiti hati istrinya...
Damian memejamkan matanya.....apakah Aley akan memaafkannya lagi??
*******
Paginya Damian dan juga Aley pulang kerumah mereka tidak membawa Aura pulang, karna Ana pikir sikap Aley masih labil dan cenderung emosi dan ia tak ingin cucunya mendapat kekerasan sekecil apapun dari keduanya..
Dan hal itu di setujui Damian, ia ingin merebut hati istrinya kembali dan itu butuh waktu dan konsentrasi, jadi Aura lebih baik di tangan orangtua mereka... Aley dan juga Damian, mereka berdua berjanji kalau mereka akan menyelesaikan masalah mereka sendiri dan berdamai....
para orangtua hanya bisa berharap rumah tangga keduanya akan baik-baik saja...
********
Aley keluar dari toilet, hari ini dia bersiap untuk menghadiri acara ulang tahun sahabatnya Cleo, sebuah gaun cantik sudah di siapkan Aley untuk hari spesial sahabatnya...
__ADS_1
Aley masih memakai handuk tipis miliknya...dan melangkah ke depan cermin, Aley tersenyum..ia harus tampak sempurna di pesta ulangtahun sang sahabat...
Ketika Aley menanggalkan handuk dan menyisakan tubuh polosnya saat itu juga Damian membuka pintu dan membeku....di saat yang sama Aley meraih handuknya dan melilitkan lagi di untuk menutup tubuhnya...
Aley berdehem,...ketika Damian masuk dan menatapnya tajam...ketika Damian ingin menyentuhnya...
Aley bergerak mundur dengan sinar mata dingin...
''Aku ingin......''
''Tak ada sentuhan Damian, tak ada percintaan...aku bahkan masih sangat jijik padamu...bekas gadis itu di bibirmu bahkan belum hilang.....dan lagi aku akan ke pesta...kau tidak lupa kau sudah memberi ijin....''
Damian menganggukan kepala lalu melangkah mendekati kursi santai di kamar mereka dan menyandarkan tubuhnya...sambil memejamkan matanya.,..
''Lakukanlah sesukamu Aley...'' ucap Damian sambil melonggarkan dasinya...
Damian lalu mengarahklan langkahnya menuju toilet...
Sementara Aley menghela nafas...ia tau benar kalau Damian sudah hampir seminggu tidak menyentuhnya dan itu pasti kesakitan yang besar untuk Damian ketika ia harus menahan hasratnya...Aley menaikan sudut bibirnya dengan penuh dendam....
Ini belum apa-apa...karna ia berencana membuat Damian tersiksa sampai hatinya menjadi puas....Aley menyipitkan matanya dengan tajam...lalu kembali menyiapkan dirinya...
++++++++
Damian hanya mengawasi sesekali betapa cantiknya Aley dalam balutan gaun yang indah berarna gold...tubuh Aley masih padat karna usia mudanya jika begini Aley terlihat sangat muda...para pria di luar sana akan berpikir kalau Aley adalah seorang gadis SMA di bangku kelas 2, Damian hanya tersenyum...sial sekali Aley sedang menghukumnya dan dia tak boleh memaksa atau Aley akan kembali mengadu pada orangtua mereka..
Lalu bagaimana caranya menyentuh Aley tanpa membuatnya marah...? sementara tubuh bawahnya kesakitan menahan gairah...
''Kau boleh tidur lebih dahulu dan aku akan menyusul...''
Damian lalu hanya mengangguk...
''Aku lelah sekali Aley, pergilah...kau tau bahwa kau adalah seorang istri jadi jaga dirimu....''
Aley mengangguk....
''Aku bukan sepertimu yang tak bisa menjaga nafsumu sendiri.....cikckck, jangan mencurigaiku sementara kau sendiri...''
Damian bangkit dari ranjang...
''Aley....jangan mengungkit kesalahanku lagi dan lagi...aku tau aku bersalah tapi aku tidak sengaja...bisakah kau tidak mengatakannya lagi Aleysa...''
Aley tersenyum...
''Itu adalah bagian dari hukumanmu Damian....'' tatap Aley tajam...
Damian menganggukan kepalanya...
''Baiklah...jangan sampai kau bermain api di pesta Cleo...karna aku tak akan memaafkanmu juga Aley...''
__ADS_1
''Hahahha...kau tidak akan mendapatkan kesalahanku...''
''Bagus...kita liat saja nanti...''ucap Damian tersenyum...
Aley lalu melangkah keluar dari kamar dann melangkah keluar rumah...
Damian mengepalkan tangan...lalu ia segera meraih ponselnya dan menelfon anak buahnya....
Bisakah kau....melakukan sesuatu di pesta itu....ya...aku butuh fotonya...baik...''
Damian mematikan ponselnya...ia pun tersenyum lega ketika mendapatkan ide....matanya turun memandangi sesuatu yang mengeras di bawah sana dan mengusap wajahnya dengan kasar...
''Bertahanlah...aku sedang berusaha okey...'' Damian kembali ke ranjang dan mencoba tidur...
********
Aley turun dengan gaun panjangnya menutupi mata kaki....disana sudah ada beberapa temannya dan ia langsung bergabung dengan mereka dan melangkah bersama menuju Aula Hotel milik keluarga Cleo...
Aley masuk dan langsung menjadi pusat perhatian, hanya beberapa teman dekatnya yang tau dia menikah...
Beberapa pria menatapnya dengan rasa kagum yang tinggi namun bagi Aley...dia cukup tau diri..ia tak akan membuat kesalahan dan Damian akan menggunakan kesempatan itu untuk membuat dia tunduk,....
Tidak....Aley tak akan membiarkannya..
''Aleysa....''jerit Cleo senang ketika melihat kedatangan Aley....
Sementara sepupunya tak berhenti menatap sahabat Cleo dengan pandangan kagum, gadis cantik yang sempurna....
Keduanya saling memeluk dengan senyuman bahagia...
''Aley aku pikir kau tidak datang, aku sangat senang....''
''Aku pasti datang..aku sudah berjanji....''
Cleo menganggukan kepalanya....
''Kenalkan Aley, ini sepupuku...''
Aley mengangguk dan menyambut uluran tangan pria di samping Cleo...
''Namaku Arden....''ucap pria itu tersenyum..
''Namaku Aleysa Rule...'' balas Aley...
''Senang bertemu denganmu Aley...''
Arden melakukan sesuatu di luar dugaan dengan mencium tangan Aley dengan mesra...
Deg!!!
__ADS_1
Aley merasa gugup...