
Dokter mendekat dan mengatakan kepada Divara kalau...Dilan di nyatakan meninggal dunia....semua yang hadir di tempat itu menangis dengan kencang bahkan Hani sampai jatuh pingsan, semua berduka dan semua menangisi Dilan yang telah pergi untuk selamanya..
Divara yang memang tak sanggup menahan kesedeihan langsung jatuh pingsan di hadapan Dilan yang terbaring..
Sungguh rasa penyesalan teramat dalam dan mampu menghancurkan seorang Divara...hal yang sama juga di rasakan oleh Hani..ia bahkan jatuh pingsan karna tak sanggup menahan beban.....karna kehilangan anak...
*********
''Anda di nyatakan hamil nyonya Divara...''
Deg!!!!
Divara membeku mendengar ucapan dokter..hari ini tepat sebulan Dilan pergi..ia masih tinggal bersama mertua yang begitu mencintainya....Hani yang mengantarnya hanya mampu menangis haru..Dilan pergi namun...ia meninggalkan kenangan bagi mereka yaitu cucu...??
Divara menoleh dengan airmata yang menetes...
''Ibu....''
Hani langsung memeluk tubuh Divara dengan erat ia menangis sampai gemetar sendiri...membayangkan darah dagingnya tidak terputus..
''Ibu...aku hamil...Dilan tidak sepenuhnya meninggalkan kita bu..'' tangis Divara pecah sat itu juga...
__ADS_1
''Oh....ibu senang sekali nak, ayahmu pasti juga akan bahagia...dia akan bahagia...'' jerit Hani begitu tak terkendali..
Sementara Divara menganggukan kepalanya, ia tersenyum dengan penuh rasa bahagia...memeluk Hani dengan rasa syukur....ia sungguh tak menyangka bahwa ia akan hamil...
''KIta akan pulang dan katakan pada ibu nak..apa yang kau inginkan...apa yang Dilanku ingin makan..ibu akan membuatnya untukmu Divara...'' suara Hani bergetar penuh rasa haru..dan Divara hanya tersenyum bahagia...
''Aku ingin makan masakan ibu...semuanya...aku rindu..'' bisik Divara dengan airmata yang menetes....nafasnya terasa sesak..
Kedua wanita itu saling menatap dengan begitu sedih..sampai dokterpun menangis histeris,.....
''Selamat nyonya DIvara dan juga nyonya Hani...''
''Terimakasih Dokter....''
Danar membeku...mendengar berita kehamilan Divara sungguh membuatnya gemetar...Kiara mengambil segelas air untuk sang ayah lalu membiarkan Danar meneguknya sampai habis..ia kemudian menatap Divara....
''Suda berapa bulan...''
''Dua bulan ayah...'' balas Divara hati-hati..
Deg!!!!!
__ADS_1
Danar melepas kacamatanya dan mengusap wajahnya yang sungguh di liputi kabut pekat, sejak kematian Dilan tidak seharipun dia tersenyum...tak seharipun dia tenang...dan hari ini....mendengar kehamilan Divara yang itu artinya...Dilan akan kembali di dalam hidupnya....
Danar mengangkat wajahnya menatap mata Divara dengan rapuh...
''Ayah akan memberikanmu sebagian besar harta ayah setelah melahirkan anak ini...dan sebagian lagi akan kuwariskan kepada cucuku Divara...aku sungguh bahagia..trimakasih atas kesetianmu pada Dilan....ayah sungguh tak bisa berkata apapun lagi...''
Danar sampai merasakan sesak di dada ketika membayangkan kehilangan Dilan....sementara Hani menenangkan dirinya...
''Sayang....kau bisa tenang....Dilan kita akan segera kembali..''
Divara menundukan kepalanya di hadapan sang ayah dan ibu...
''Aku tidak butuh apapun itu ayah dan ibu, semua harta itu aku sama sekali tidak membutuhkannya....aku juga akan menyerahkan Dilan kecil ke dalam pengasuhan kalian sebagai pengganti Dilan...''
Danar dan Hani membeku mendengar ucapan Divara,....
''Apa....'' airmata Hani menetes di wajahnya....ia menatap Danar yang tak kalah terkejut...
''Divara.....''
''Aku tau betapa hancurnya hati ibu dan ayah ketika Dilan pergi jadi....aku akan memberikan anak ini kepada ibu dan ayah....sebagai pengganti Dilan...''
__ADS_1
Deg!!!!!!
Danar dan Hani saling menatap dengan airmata yang menetes haru....