
Ruang Tunggu...
Arkana duduk dengan tidak tenang, sebentar dia duduk..lalu berdiri dan melangkah seolah kehilangan jiwa..lalu duduk kembali, suasana menjadi hening dan mencekam, Hani di temani Danar, Alex duduk bersama Maya..mereka duduk dan menunggu dengan cemas..
Sudah 2 jam dan operasi belum selesai juga, hingga Arkana rasanya ingin menerobos masuk dan melihat langsung keadaan istrinya di dalam, sungguh terasa sangat mengerikan baginya harus menunggu lama dalam ketidak pastian..
Bagaimana keadaan Ana..ia pasti kesakitan di dalam sana, bagaimana anaknya apakah ia akan bertahan..? lalu apa yang akan terjadi mengapa mereka belum juga keluar...ia akan menjadi gila dengan menunggu dalam ketidak pastian..
''Duduklah dulu Arkana..yakinlah semua akan baik-baik saja..''ucap Alex mencoba membujuk..
Arkana mengusap wajahnya dengan kasar ia menatap Alex...
''Mengapa mereka lama sekali..bagaimana dengan istriku..dan juga anakku..''
''Ana wanita yang kuat..tidakkah kau mengerti..''
''Tidak...aku tidak tahan lagi Alex, apa yang mereka lakukan padanya...bagaimana bisa aku tenang disini sementara Ana berjuang di dalam sana...''
Alex mengerang.......
''Arkana...istrimu akan selamat..kau harus yakin itu, yang bisa kau lakukan sekarang adalah berdoa..yah..hanya berdoa dan kau akan menjadi tenang..''
Hening...........
Arkana meeresapi kata-kata Alex yang penuh makna,...entah sejak kapan Alex berubah menjadi pria yang semakin matang namun dalam hati Arkana ia sangat bahagia mendengar kata-kata Alex...
''Terimakasih Alex..''
Alex menepuk bahu Arkana dan ia pun menganggukan kepala..
Arkana segera duduk kembali dan memejamkan matanya........
Tuhan.....
Apakah kau akan mendengar doa dari orang sepertiku...? aku tau bahwa aku tak layak untuk datang kepadamu tapi, aku benar-benar membutuhkanmu Tuhan..
Istriku sedang berjuang di dalam sana..bisakah Tuhan menolongnya, bisakah Tuhan mengabulkan doaku ini...?
Maafkan aku Tuhan..aku hanya datang kepadamu saat aku butuh, tapi...bisakah aku menjanjikan satu hal kepadamu sebagai Nazarku..?
Jika istri dan anakku baik-baik saja maka aku...akan berhenti melakukan kekerasan, aku akan berhenti dari dunia hitam itu..dan aku akan hidup lebih baik lagi Tuhan..bisakah Tuhan mengabulkan doaku? aku mohon...bisakah Tuhan mendengarnya dari Surga...? tolonglah aku.........
__ADS_1
Arkana menghela nafasnya, ketika ia selesai berdoa dan tepat di saat ia membuka mata, pintu ruang operasi terbuka dan menampakan dokter keluar dari sana..
Menghampiri Arkana yang langsung berdiri dengan sigap..mendekati dokter dengan tatapan penuh harap...
''Dokter...''
''Selamat tuan Arkana...anakmu perempuan, dia sangat cantik dan suaranya sangat nyaring..'' Dokter ikuti tersenyum...
Arkana dan Alex saling menatap,. pria itu langsung memeluk sahabatnya dengan hati yang lega..
''Selamat Arkana..seorang anak perempuan...''ucap Alex tersenyum senang..
Arkana mengangguk dengan bangga...
''Aku bahagia Alex..aku sangat bahagia..'' ucap Arkana dengan mata yang basah...
Sesaat kemudian matanya menatap ke arah langit malam dan tersenyum..
Terimakasih Tuhan..kau menjawab doaku dengan cepat, aku janji akan menyerahkan hidupku untuk tetap berada di jalan yang kau kehendaki....
Mereka langsung tertawa bahagia......
******************************************************
''Apa kau mendapat kabar baik..?''
''Seorang bayi perempuan telah lahir dan saatnya tuan Dave mengunjunginya...''
''Apakah ibunya....selamat...''
''Tentu nyonya Ana sangat baik..''
''Bagus..'' ucap Dave puas.
Davee tertawa dengan senang hati..matanya berbinar bahagia, ia pun bangkit dari tempat duduknya, ia tak mau membuang waktu sedikitpun untuk mendekati Ana...
Dian sang sekertaris pun merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi kepada bossnya, apakah ini seperti menjadi teman sebelum membunuh...yah..ia tak tau pasti apa rencana tuan Dave, ia hanya mendampingi bosnya bukan...?
Dave keluar dari sana dengan tatapan beku,......
****************************************************
__ADS_1
Arkana memasuki ruang perawatan Ana, istrinya masih belum sadar akibat obat bius yang masih mempengaruhinya. wanita itu masih tertidur lelap seperti seorang bayi..
Arkana menghela nafas penuh rasa syukur, betapa Ana berjuang untuk melahirkan anak baginya....betapa istrinya mempertaruhkan nyawa untuk anaknya dan kebahagiaan mereka, sungguh hati Arkana di liputi mendung seketika...matanya basah ketika menatap selang yang masih tertancap di hidung Ana..
Arkana mendekat lalu mencium kening istrinya dengan lembut, jemarinya membelai anak rambut Ana dan sedikit merapikannya, Ana masih sangat muda..usia mereka cukup jauh dan itu membuat Arkana bangga dengan istri cantiknya..sangat cantik sehingga rasanya ia tak ingin sedikitpun menjauh dari Ana...
Pria itu duduk dan menggenggam jemari Ana mengecupnya berkali-kali sampai ia rasa puas, lalu tersenyum..
Tadi ia sudah melihat anaknya, bayi itu sangat cantik, dan benar-benar mirip dirinya, menjadi Arkana versi laki-laki, hingga Arkana menjadi sangat bahagia.....bisa ia bayangkan hari-hari kedepannya bersama bayi mungil itu...pasti akan sangat menyenangkan..
Arkana juga telah memutuskan berhenti dari dunia mafia, secara perlahan melepaskan dunia gelap itu sebagai Nazarnya karna Tuhan telah menyelamatkan hidup Ana dan anaknya...sungguh Arkana sudah tidak menginginkan apapun lagi...saat ini ia hanya ingin menikmati hidupnya...
Pintu kamar di ketuk pelan hingga Arkana menoleh, menemukan Maya di belakangnya,,,gadis itu tersenyum dengan sangat bahagia,...
''Maaf menganggumu kakak,...''
''Ada apa..Maya...''
''Dokter sedang menunggu kakak, mereka bilang akan menerapkan metode skin to skin untuk ayah dan anaknya dan kakak di minta pergi sekarang...'' ucap Maya dengan tenang..
Arkana menganggukan kepala...lalu bangkit dari tempat duduknya,
''Apakah kau mau menemani kakakmu sebentar Maya.''
Maya mengangkat wajahnya penuh senyuman.....
''Tentu saja kakak..aku akan menemani kak Ana disini, aku akan sedikit bercerita padanya bahwa kakak harus cepat sadar karna bayi lucu kakak sedang menunggu.''
Arkana ikut tersenyum, lalu membalikan tubuhnya sebelum pergi ia masih menyenmpatkan diri untuk mencium Ana..memastikan istrinya baik-baik saja...lalu melangkah keluar meninggalkan Maya sendirian dengan Ana...
Gadis itu lalu menutup pintu di belakangnya dan melangkah perlahan di belakangnya..ia tersenyum dengan senyuman yang lepas...
''Kakak.....apakah kau bahagia..'' ucapnya sendiri..
Maya mendekat dan duduk di pinggir ranjang menatap wajah Ana yang masih menutup mata..
''Bagaimana rasanya menjadi seperti dirimu kakak...? apakah terasa menyenangkan..? apakah kakak..menikmatinya..? bukankah sudah saatnya kau beristirahat sekarang...sudah cukup kau mendapatkan segalanya kak...gadis itu tersenyum lagi....
kau telah mendapatkan perhatian, uang, kekayaan, semua orang menyukaimu...
Bukankah,....sudah cukup sekarang,..aku sudah tidak tahan lagi,.....'' Maya menurunkan pandangan....lalu jemarinya terangkat dan menyentuh selang oksigen Ana yang masih tertancap...
__ADS_1
Dan..........................