Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hanya Ingin Kamu


__ADS_3

Hening di antara mereka dan Diza benar-benar tak menyangka pria ini mampu melakukan sesuatu di luar pikiran Diza..hingga airmata tak mampu di tahannya lagi...


''Kau benar-benar telah meretas hal yang paling pribadi...kau sama sekali tidak punya hak....''


''Aku punya Hak Diza....semua yang ada padamu adalah hak mutlak milikku aku bahkan mampu melakukan apapun....apapun yang akan mempertahankan milikku....''


Diza menggeleng.......


''Kau sakit jiwa....kau memaksakan kehendakmu siapa kau.....aku membenci dirimu aku benci rencana pernikahan kita aku membenci hidupku setelah mengenalmu..''


Saat itulah Mark menahan kedua bahu Diza dan menatap ke dalam mata abu Diza yang indah..ia menarik sudut bibirnya dengan senyum dingin...


''Kau ingat kalau kau yang mendekatiku dirumah sakit...? kau bahkan memberikan aku ijin untuk mengejarmu,...apakah kau melupakannya sayang...''


Hoh.......Diza sungguh tak menyangka hal kecil yang di lakukannya di respon serius oleh Mark, pria ini malah menyimpan kata-katanya dan mengejarnya hanya karna Diza...memberi lampu hijau..


Sesuatu yang sepele bagi Diza namun bagi Mark itu adalah sebuah sinyal dari Diza kepadanya dan sejak itu..kata-kata Diza tertanam di dalam kepalanya.


Diza sungguh kehilangan kata....hidupnya sudah hancur dan tidak tertolong...Diza menundukan kepalanya dan menutup wajahnya dengan tangan....


Diza membeku di tempat duduknya sungguh ia tak bisa memikirkan apapun lagi selain dia kehilangan segalanya, pria ini telah merampas kehidupannya dengan sangat kejam..dan tidak menyisakan apapun kepadanya...sungguh rasanya teramat menyakitkan bagi Diza...


Sementara Mark hanya diam saja sambil memejamkan matanya...jauh di dalam hatinya dia sangat lega....menyadari Diza akan berada di bawah kendalinya selama dua minggu sebelum akhirnya mereka akan menikah....


Menikah..........


Mobil itu meluncur menuju apartemen Mark di ketinggian lantai 50, sepanjang perjalanan gadis itu hanya diam saja....ia tau pasti kalau keluarganya pasti akan membela Mark dengan segudang kebaikannya sebagai Dokter, dia seperti malaikat di depan mata keluarganya...


Mereka sampai di apartemen dan Mark membawa Diza masuk ke dalam dunia gelapnya di sana...tempat dimana Diza akan menghabiskan waktu selama sehari bersamanya....hanya bersama dirinya......mereka akan melakukan banyak hal........Mark tak mampu lagi menahan perasaan bahagianya...karna besoknya Mark akan mendatangi Alex dan melamar Diza, lalu mereka akan menikah...


Dua minggu terlalu lama........


Tubuh Diza di dorong masuk ke dalam sebuah lorong panjang yang mengingatkannya dengan hilangnya kesucian malam itu hingga tubuh Diza merinding....


Mengapa ia harus tertangkap...?


Mark membuka jasnya dan sedikit menatap Diza yang berdiri bagai patung di tengah ruangan...seakan dia kehilangan jiwanya....

__ADS_1


Mark lalu melepas dasinya dan membiarkan kemejanya terbuka sedikit..pria itu lalu menatap Diza..


''Kau harus terbiasa melihat ruangan ini sayang..ini ruangan pribadiku, kita akan menghabiskan malam bersama....karna besok aku akan menghadap orangtuamu dan meminta pernikahan dengan cepat...''


Diza mengepalkan tangan......


''Tidak.....aku tidak menyukai ketinggian...aku sedikit fobia..aaku tak bisa lebih lama disini...'' ucap Diza beralasan..


Mark tersenyum dan melangkah mendekar, sembari memeluk tubuh Diza dari belakang dan mengecup pundak Diza selembut kapas.....


''Baiklah...kita akan kerumahku setelah kita bercinta....aaah..tidak..itu adalah rumah masa depan kita dan aku...akan membawamu tinggal disana setelah kita menikah....''


Mark berbisik santai.....lalu pria itu melangkah mendekati lemari kecil dan mengambir sesuatu dari sana...sebuah kotak pil dan mendekati Diza...menyerahkannya di dalam tangan Diza hingga gadis itu menoleh...


Keduanya saling bertatapan....


''Pil anti kehamilan...aku tidak ingin punya anak..'' ucap Mark dengan jujur....


Deg!!!!


Diza mengerutkan kening...menurunkan pandangan pada kotak pil di tangannya...ia menggenggamnya dengan erat..bukankah


Mungkinkah........lalu kenapa..Diza sangat penasaran......


''Mengapa kau tidak ingin punya anak....bukankah itu tujuanmu menikah denganku Mark kau ingin memiliki anak denganku.''


''Tidak.....aku tidak butuh siapapun termasuk anak, aku hanya butuh dirimu.....''


Diza tersenyum dingin lalu mendekati Mark....


''Apakah sebenarnya kau mand*l karna itu kau sengaja bersembunyi di dalam alasan tidak ingin punya anak begitu...?? Mark...kau sedang menyembunyikan aibmu.....''


Mark tersenyum dingin lalu menangkap tangan Diza dan mendekatkan wajahnya...


''Akan selalu ada hukuman pada bibirmu yang lancang sayang karna kau berani menuduh suamimu sendiri.....''


Diza melonggarkan tenggorokan..........ketika pria itu melepaskannya sesaat lalu melangkah ke dalam laci dan mengeluarkan sebuah surat, dan menyerahkannya kepada Diza, dalam surat itu Mark di nyatakan sehat dan subur,.....wajah Diza mengeras..

__ADS_1


Ada apa dengan pria ini..mengapa dia terlihat lebih menakutkan......??


Mark tak membiarkan Diza membaca terlalu lama karna semua akan membuang waktunya...pria itu merebut lembaran itu dan tak lupa menikmati wajah pucat Diza yang membuatnya tersenyum....


Mark meraih tubuh Diza dan jatuh di dalam pelukannya...keduanya bertatapan....


''Jika kau mau bertaruh maka kau bisa aku hamili namun kau harus siap untuk mengugurkan anak itu....'' desis Mark dengan kejam..


Diza merasa sesak nafas mendengar ucapan Mark yang kejam...


''Mengapa kau tidak ingin punya anak...? mengapa...bahkan jika aku hamil maka mereka adalah darah dagingmu.....''


''Tidak akan ada anak dalam pernikahan kita Dizza..kau harus ingat itu,...aku membenci makluk kecil itu dan tak akan aku biarkan mereka menguasaiku.....'' ucap Mark lalu melepaskan pegangannya..


Mark lalu menjauh...


''Bersihkan dirimu Diza...lalu tunggu aku di kamar karna malam ini aku akan menyentuhmu....'' ucap Mark dengan ucapan tegas...


Mark lalu melangkah menuju ruang kerjanya....dan menutup pintu di belakangnya dengan tegas.....


Deg!!!


Diza hanya memejamkan matanya, sekali lagi dia memandang pil dalam kotak yang di berikan Mark kepadanya....dan menggenggamnya erat..


''Baiklah...tidak punya anak juga lebih baik...aku bahkan benci jika aku sampai melahirkan anak dari pria mengerikan sepertimu..'' ucap Diza lalu segera membukan tutup botol dan mengambil kapsul itu dan menelannya dengan segelas air...


Meski ketika ia meminumnya ada sedikit rasa nyeri di hatinya...matanya berkaca-kaca...


Apakah dia benar-benar tidak akan merindukan seorang anak.......??


*****************


Tengah malam.......


Diza sedikit terkejut ketika gaunnya di lepas dan p*ting pa yu da ra nya di lum*t dengan lembut dengan jejak basah yang nikmat....


Gadis itu mengerutkan kening...apakah ini adalah mimpi...?

__ADS_1


Berikutnya Haredang yah...udah boleh up siang kan.....? atau skip ajah....😘🥰😄


__ADS_2