Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Rasa Rindu


__ADS_3

Danar memandang botol berisi minuman berAlkohol penuh dengan tatapan nanar,....sudah beberapa hari ia mencari Ana namun, Ana seperti hilang di telan bumi tak bisa di temukan dimanapun, Danar semakin gelisah dan merasa sakit hati,....


Mengapa ia mampu menyakiti Ana sedalam ini dan menyebabkan hilangnya rasa percaya..?


Ana pergi meninggalkan rasa sakit di dada Danar, sebenarnya ia sudah mencarinya samapi mendatangi Alex namun ironisnya Alex juga melakukan hal yang sama keduanya tak lelah mencari Ana...


Pintu ruang kerjanya di ketuk dan pria itu tak bereaksi ketika seseorang masuk dan mendekatinya, Danar memijit pelipisnya yang terasa sakit...


''Sayang....''


Suara lembut itu berasal dari seorang mantan tunangannya, wanita yang juga telah menghina Ana di pesta..siapa lagi kalau bukan


Jesika.....


Danar terpaksa meneruskan pertunangan karna keluarga mereka sedang menangani sebuah proyek besar dan ia tak ingin ada gosip, Danar hanya perlu bersabar karna jika proyek itu berhasil, Danar akan menyingkirkan gadis ini.....


Jemari lentik itu terus naik dan menyentuh dada Danar yang masih berbalut kemeja..dan bergerak liar disana...


''Apa yang membuatmu stres kali ini sayang..''


Danar memejamkan matanya...


''Proyek ini sedikit menguras emosiku sayang...percayalah aku merasa pusing.''


Jesika lalu memberanikan diri duduk di atas pangkuan Danar dan bergelayut manja disana,..


''Apakah aku bisa membantumu.''desahnya dengan sentuhan di kemeja Danar dan ingin melepaskannya..


Danar menghela nafas......


''Bisakah kau tidak menggangguku sayang....''bisik Danar penuh arti....


Jauh di dalam hatinya ia sudah tak tahan menghadapi Jesika..


Wanita itu membeku, merasa kesal karna Danar menolaknya, ia pun lalu berdiri dengan tatapan beku...ia telah kehilangan rasa malu di hadapan pria ini, karna seringnya ia di tolak untuk bercinta...


Danar kemudian berdiri meraih dasi dan memakainya, juga jassnya ia lalu menatap Jesika..


''Aku lupa sayang jika aku akan bertemu Clien siang ini, kau bisa meminta supirku untuk mengantarmu pulang.....''


''Tidak usah..aku bawa mobil sendiri.''jawab Jesika ketus..

__ADS_1


Danar kemudian tersenyum sulit baginya memerankan pria yang pura-pura mencintai, ia tak menginginkan siapapun dan hanya menginginkan Ana..hanya Ana yang ada di kepalanya..dan sayangnya tak ada tempat bagi gadis lain apalagi bagi Jesika..


''Sayang jangan cemberut...kita akan bertemu di apartementku nanti malam dan kita bisa bercinta sampai puas....''


Wajah Jesika begitu cerah..ia lalu mengangguk..


''Aku tak akan mengganggumu dan akan menunggumu di apartement bagaimana.''


''Bagus....aku akan pulang dengan cepat.'' sambung Danar mengedipkan matanya..


Danar tersenyum geli...yang tidak di sadari Jesika bahwa selama ini bercinta dengan asistennya dan bukan dirinya, Danar akan mengejutkan Jesika suatu saat nanti...pria itu melangkah pergi....


*************************************


Alex menatap sebuah pesan yang di berikan Ana kepadanya meski ia tak yakin jika itu adalah pesan dari Ana..pria itu mulai membacanya.......


Dear Alex.


Jadi, namamu yang sebenarnya adalah Alex dan bukan Damian...? aku ingin kau tau jika aku sama sekali tidak marah...aku mengerti kau pun ya alasan kuat untuk menyembunyikan identitasmu..


Maafkan aku, karna tidak memberi kabar, aku mengirim pesan secara sembunyi-sembunyi. aku bekerja di rumah tuan Aksana sebagai pelayan, aku baik-baik saja Alex jangan kaawatirkan aku..


Jangan juga mencariku karna percuma, kau tidak akan menemukan aku....kalaupun kau menemukanku aku akan mendapat masalah disini,


Aku mencintaimu Alex Rule..


Alex memejamkan matanya, haruskah ia percaya dengan isi pesan ini..?namun..melacak keberadaan James Arkana seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami yang menggunung, sangt sulit dan mendekati mustahil...


Anak buah James Arkana tersebar dimana-mana dan mereka akan selalu melindungi informasi apapun tentang tuan mereka, dan tak mudah mencari tau tentang tempat persebunyian seorang James Arkana dan mau tak mau..Alex hanya bisa menunggu sekarang dan berharap ini sebuah keajaiban jika Ana yang memang mengirimkan pesan untuknya..


Pria itu menyandarkan tubuhnya di ruang kerjanya yang kosong dan hampa....mencoba menggapai sisa kenangannya bersama Ana dan mencoba bertahan dengan itu..meski sangat sulit..


*********************************


Ana sudah sembuh dari sakitnya dan menghilangklan sisa tanda di tangannya, kapal itu bersandar di sebuah pulau yang luas..pulau itu adalah milik tuan James Arkana sang Mafia..


Ada sebuah hunian berlantai 3 di pulau ini, lalu di sekitarnya ada taman bunga dan taman golf pribadi milik tuan Arkana. beberapa rumah di dirikan sedikit jauh dari rumah utama..


Ana yakin rumah-rumah itu bagi pekerjanya....gadis itu turun dari kapan dengan Arkana yang menggenggam tangannya dengan erat...


Semua anak buah berisi peria dan wanita ini menundukan kepala dengan penuh hormat..

__ADS_1


Hening.....


Arkana dan Ana melangkah melewati mereka yang sedang menundukan kepala tanda penghormatan..


Ana sedikit merasa ngeri....


Membayangkan tinggal di pulau jauh dari bayangannya, bagaimana hidupnya kedepan ..apakah jalan yang ia pilih sudah benar..?? aapakh suatu saat dia tak akan menyesal menikah dengan seorang mafia kejam...?


Menaiki lift pribadi yang hanya berdua dengan Arkana membuat jantung Ana berdebar cemas..apalagi tuan Arkana tidak mengatakan apapun sepanjang perjalanan dan hanya diam saja...


Ana semakin di landa ketakutan....ironis memang, ia ingin membalas dendam namun di satu sisi ia masih memiliki rasa takut...


Ting......


Pintu lift terbuka dan membawa mereka pada satu-satunya pintu besar yang ada di ruangan ini..Ana semakin gugup..


Pntu terbuka dan memperlihatkan sebuah ranjang besar di hadapan mereka....


Ana mengerutkan keningnya dan menatap pria di sampingnya,...


''Masuk..''pintanya tegas..


Ana lalu masuk ke dalam kamar itu di ikuti Arkana di belakangnya dan pintu itupun tertutup.....pria itu memeluk Ana dari belakang dan menciumi tengkuk leher jenjangnya dengan hasrat yang besar...


Ana sedikit meronta karna ia sungguh tak siap dengan sebuah sentuhan apalagi dari seorang pria...


''Tuan Arkana...''


Tubuhnya tak bisa bergerak karna di dekap dari belakang..sementara tangan kokoh itu mulai naik dan menggerayangi sekitar dada Ana dan meremas disana dengan gerakan sedikit kasar.....


''Aku menginginkanmu sekarang...''bisiknya dengan suara yang serak mendamba..


Ana menjadi panik...dan mulai meronta..b ukankah tuan Arkana bilang ingin menikah dulu, mengapa malah ingin menyentuhnya...?


''Tuan...bukankah kita belum menikah,...''


''Aku ingin kau sekarang...apakah aku melakukan kesalahan..dan tentang pernikahan kita akan melakukannya setelah aku memastikan satu hal padamu..''


''Apa maksudmu..''rintih Ana geram.....


''Aku ingin seorang gadis yang suci namun jika kau tidak memilikinya maka aku tak akan menikahimu dan hanya menjadikanmu pelac*rku saja bagaimana.........'' Arkana menatap dengan tajam..

__ADS_1


Seluruh tubuh Ana melemah...


__ADS_2