Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Maaf Dari Maya


__ADS_3

Hening......


Ana hanya menatap mata Maya yang begitu tajam kepadanya dan menjadi sedih,...sementara Alex sama sekali tak tersentuh dengan suara Maya yang merintih memohon ampun, ia bahkan tidak akan pernah memaafkan gadis ini, sekali ia berkhianat maka ia akan terus berkhianat..sementara Arkana hanya mengikuti keinginan Ana...ia tak akan lagi memaksa, hal yang sama di lakukan Hani..gadis itu akan menyerahkan segala keputusan pada kakaknya walau dalam hatinya Hani tetap berharap kakaknya tak akan memaafkan Maya..


Maya melangkah sampai di hadapan Ana, lalu tanpa di duga semuanya ia menjatuhkan diri di hadapan kakaknya dengan wajah yang tertunduk..satu kelemahan Ana jika ia mudah luluh apalagi keduanya berasal dari panti yang sama...


''Aku yang terlalu serakah kak, aku minta maaf........Maya mulai tertunduk dan menangis...


Permainan di mulai....gumam Maya di dalam hatinya..


Ana membeku..


''Minta maaf karna sebuah keserakahanmu Maya...aku ingin bertanya sesuatu kepadamu...bisakah kau jujur kepadaku...''


Maya mengangguk patuh...


''Katakan semuanya kakak...aku akan jujur segalanya...''


Ana menurunkan pandangannya...


''Apakau benar-benar cemburu kepaku...''


Deg!!!!!!!!


Maya menyembunyikan kepalan di tangannya, lihatlah wanita yang sok suci ini, di hadapan kedua pria yang mencintainya ia malah menyombongkan diri..tentu saja..siapapun gadis akan cemburu pada Ana..meski mereka sama-sama anak yang terbuang di panti namun...jelas nasib mereka berbeda..


Maya mengenang...


Dulu,....setiap orangtua yang datang dan ingin mengadopsi, mereka pasti akan meminta Ana lebih dahulu, bahkan mereka sampai berebut untuk mendapatkan Ana,..walau akhirnya Ana menolak karna cintanya kepada Steve...


Ana selalu di sukai oleh banyak orang dan itu membuat Maya sedikit protes dan bertanya diu hatinya...


Mengapa...? ia juga cantik tapi..mengapa ia harus mengeluarkan tenaga lebih untuk di sukai sedangkan Ana...ia hanya tersenyum dengan wajah malaikatnya maka semua orang akan memberikan segalanya untuknya...


Wanita serakah itu sebenarnya adalah Ana..bukankah sudah cukup ia merasakannya...? mungkin Ana harus lenyap..batin Maya terus berbicara sendiri di dalam hatinya...

__ADS_1


Maya tersenyum walau airmatanya menetes...


''Siapa yang tidak cemburu kepadamu..bahkan semua wanita ingin berada di posisi kakak...namun...ini kesalahanku karna akibat karna aku yang tidak sabar....kau pernah bilang kepadaku cara untuk menarik perhatian Alex.....''


Saat itulah Alex menatap mata Ana...keduanya saling bertatapan tajam...hingga Alex membuang pandangan lebih dahulu...


''Lalu...kau bukannya mendekati Alex namun kau malah menyerangku kenapa...? bahkan aku menganggapmu sebagai adik kandungku sendiri Maya..tidakkah kau...mengingat hubungan kita...''


Maya mengangguk...


''Aku tak pernah melupakan darimana aku berasal kak....yah...kau benar aku gadis yang jahat, tapi satu hal yang pasti aku...sangat menyesal sekarang...aku sangat menyesal melukaimu sedalam ini...aku tak pernah mengarti aku berubah seperti ini...yah...kau boleh membenciku kak..kau boleh,...dan aku siap menerima hukuman.''ucap Maya dengan airmata yang menetes...


Keduanya saling menatap dengan airmata yang tertahan....


''Kau telah berubah Maya...dan aku sangat menyesal menyadari kalau kau....telah melangkah jauh, seandainya kau tau jika hatiku sakit sekali ketika aku tau kaulah orng yang ingin membunuhku...'' tatap Ana dengan kesedihan yang dalam...


Maya kehilangan kata.,.......


''Ana...berikan hukuman yang pantas untuknya maka aku tak segan akan menghukumnya..'' ucap Alex menggertakan gigi..ia sangat marah dengan apa yang di lakukan Maya pada Ana...ia sungguh tak bisa memaafkan siapapun yang berani menyakiti Ana.....


Ana menatap mata Alex dan menggeleng...


''Kakk...kau mau mengirimku kemana...? Maya menoleh enggan tentu saja..ia masih ingin disini..ia masih ingin,...ada di sisih Alex walau hanya menatapnya dari jauh....dan wanita ini malah membuat keputusan seenaknya...melemparnya pergi seolah ia adalah sebuah barang...'' Maya mengepalkan tangannya menyembunyikan luka yang menganga di hatinya...


''Kesuatu tempat yang baik Maya..aku yakin kau akan belajar dengan baik disana..di banding aku memenjarakanmu atau membunuhmu lelbih baik bagiku mengirimmu pergi..''


Arkana hanya menghela nafas....sebenarnya ia kurang setuju keputusan Ana...sebenarnya ia lebih suka Maya di penjara agar ia belajar...sementara Hani juga tidak setuju namun ia tak bisa melawan keputusan Ana....


Sedangkan Alex mengepalkan tangannya, ia ingin melenyapkan Maya karna firasatnya tidaklah baik....namun sekali lagi...keputusan Ana adalah keputusannya..Alex akan mengikuti kemauan Ana...walau ia masih gemas dengan tindakan Maya...


''Kau sangat berbaik hati kak Ana...terimakasih...''ucap Maya menunduk hormat..


Ana mengangguk...ia sudah lelah marah dan ingin hidup lebih tenang sekarang,....Maya masih muda.,..mungkin dengan mengirimnya pergi...Maya akan belajar dari kesalahannya...Ana hanya berharap itu...


''Pergilah...dari sini Maya sampai Alex akan mengirimmu pwergi...''ucap Ana cepat...

__ADS_1


Lalu berbalik ingin melangkah....


''Kakak.....bisakah aku meminta satu hal sebagai permintaan terakhirku...''ucap Maya mengatupkan kedua tangan kepada mereka yang ada di ruangan itu...


Ana menatap Maya dengan tajam..begitu pula yang lainnya...Alex tidak terima lalu mendekati Maya dan mencekal tangannya dengan kuat...


''Kali ini apa yang rencanakan lagi Maya...kau tau benar jika aku akan membunuhmu.......''


''Alex......'' desah Ana menyentuh lengan Alex...dan pria itu melepaskan cengkraman pada tubuh Maya...


Sekali lagi pemandangan itu sangat menyakiti Maya hingga rasanya..darahnya mendidih...Alex..tidak akan pernah melihat siapapun selain Ana....sial.....


''Kau terlalu lemah Ana...kau tau apa kejahatannya selain ingin membunuhmu...? dia juga seorang penghianat.....''


''Alex cukup....jangan terus memojokannya...aku sudah memaafkan Maya..tidakkah kalian semua menghormati keputusanku...? Maya akan berubah..dia masih sangat muda....''' bisik Ana lembut....


Hingga Alex hanya mengerang dan menjauhkan tubuhnya,...ia terlalu kesal,....


Maya mengangguk dengan senyum kemenangan...ia akan memanfaatkannya dengan baik.....


''Apa yang kau minta Maya..katakan padaku...''ucap Ana penasaran...


Maya lalu menatap ke arah Hani...


''Bisakah kakak dan semuanya mengijinkan aku untuk terlibat dalam pernikahan kak Hani...''


Hani menggeleng tegas...


''Aku tidak mau yah...gadis licik sepertimu tidak akan pernah aku ijinkan untuk mengacaukan pernikahanku....''desis Hani kesal...


Maya menundukan kepalanya, sedang Ana merasa iba.....


''Apakah kau pernah berpikir semua ini akan terjadi Maya...? kau telah meyebabkan kebencian di hati Hani...dan kakak tak bisa berbuat apapun walau sangat ingin...'' ucap Ana pasraha...


Namun sekali lagi Maya memohon dengan tangisan yang pecah....

__ADS_1


''TIdakkah kalaian kasihan kepadaku...? aku akan pergi..alasanku ingin hadir di pesta adalah aku ingin berfoto dan membawa foto kebersamaan kita pergi sebagai keluargaku...bukankah aku berjanji aku tak akan kembali...demi masalalu kita aku mohon ijinkanlah aku...''tangis Maya dengan begitu keras....


Ana memejamkan matanya tidak tega...


__ADS_2