Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Menemui Fera


__ADS_3

Ana sudah turun dari mobilnya dan menatap ke arah beberapa mobil bodyguard yang berada di belakangnya, Ana kemudian menghampirinya dan mengeluarkan beberapa uang lembar dan menyerahkannya kepada salah satu bodyguardnya.


''Pakai uang ini untuk makan disini, cari tempat yang kalian suka.''


''Nyonya tidak perlu...''


''Jadi kau mau membantahku.'' suara Ana meninggi menandakan ia sedang tersinggung.


Pria itu kemudian menundukan kepala sembari menerima uang dari sang nyonya, lalu mengagguk..


''Kami akan ada sana nyonya kami akan selesai makan sebelum nyonya kembali..''


''Santai saja...aku akan sedikit lama.''


''Baik nyonya Ana, jika ada sesuatu yang tidak menyenangkan jangan ragu untuk menelfon saya.''


''Tentu saja..'' Ana menutup senyum lalu melangkah bersama Hani menuju ke dalam resto.


Sementara.........


Fera duduk bersama Steven, hari ini dia meminta suaminya untuk menemaninya protes pada pemilik butik, karna pada malam pesta yang seharusnya, Fera justru tidak bisa memakai gaun yang di harapkan akibatnya Steve marah besar dan hampir memukulinya namun beruntung Fera langsung menunjukan bukti bahwa dia telah membayar cash gaun itu dan pihak butik sudah berjanji jika mereka akan bertanggung jawab, tentu Fera tak ingin di salahkan dalam hal ini bukan?


Sembari menunggu, Fera menatap suaminya di sampingnya..setelah sekian lama mereka perang dingin, ini pertama kalinya mereka jalan berdua, Fera sungguh bahagia..meski sikap Steve masih dingin..


''Apa kau mau memesan makanan sekarang...''tanya Fera hati-hati...


Steve hanya tersenyum dingin....


''Aku hanya ikut untuk meminta pertanggung jawaban pemilik butik itu setelah dia datang dan menjelaskan semuanya maka akun akan pergi, jangan mencoba bersikap baik karna kau tak bisa menyentuh hatiku lagi....''desis Steve tajam, sembari mengeraskan dasinya..


Fera menghela nafas...sungguh sangat menyakitkan, pernikahan mereka seperti di neraka Fera tak bisa bercerai karna ia sedang hamil sekarang, lagi pula paman Danar akan sangat murka kepadanya dan satu yang memberatkan Fera adalah ia sungguh mencintai Steve..


''Baiklah aku akan memesan makanan, kau tau jika aku sedang hamil.''


''Jangan bicara soal kehamilanmu aku sama sekali tidak perduli.'' Steve menatap dengan tajam sehingga Fera hanya mampu menahan rasa sakit di dadanya....


Ferapun memesan makanan,


Sementara ia menunggu, pintu ruangan terbuka dan memperlihatkan seseorang yang tak pernah di sangka Fera akan datang...hal yang sama dirasakan Steve, mata pria itu melebar hampir tak percaya melihat seseorang yang begitu ia kenal, hatinya berdebar terpana...

__ADS_1


Anastasya disana dengan senyuman penuh arti, sedang berdiri bersama seorang wanita muda di belakangnya, namun ada yang berbeda tampilan Ana sangat berbeda, ia semakin cantik dan berkelas, dari ujung rambut sampai ujung sepatunya terlihat memakai barang bermerk..apakah ini Ana yang di kenalnya apakah ini adalah Ana yang pernah menjadi kekasihnya yang setia..


Steve membeku di tempat duduknya, sungguh mengapa penyesalan itu selalu datang terlambat....?


Tatapan mata itu dulu yang selalu menatapnya dengan penuh cinta, tatapann sayu itu selalu menunggunya pulang bekerja atau ketika mengantarkan makanan untuknya di kampus..Steve sungguh merasakan sakit hati..


Ia sungguh menyesal pernah menghianati Ana, dan lihatlah Ana sekarang, dia sangat cantik, elegan dan membuat semua yang menatapnya tak mampu memalingkan wajahnya...Sesuatu di hati Steve merasa nyeri seperti di hantam sesuatu yang keras, begitu menyakitkan dan membuatnya tak mampu untuk mengatakan apapun,....


Mau tak mau ingatan masa lalu mereka menghantamnya sebagai kenangan yang menyakitinya...


Aku mencintaimu Steve, berjanjilah kau akan menikahiku, awas saja kalau kau menduakanku......


Aku mencintaimu Ana, mana mungkin aku berpaling darimu..tunggu saja setelah aku selesai kuliah kita akan menikah...


Katanya mau kerja dulu baru menikahiku...


Aku takut kau akan di rebut orang lain....


Keduanya tertawa lepas, dulu semuanya indah sebelum Fera masuk kedalam kehidupan mereka, wanita ini bagai racun dalam hubungan mereka itu sebabnya Steve sangat membenci Fera...


Ana melangkah mendekat..ketika menyadari kedua pasangan ini hanya menatapnya seperti melihat hantu saja, tak satupun yang bicara dan An memutuskan untuk memulai pembicaraan lebih dahulu...


Fera bereaksi, seolah terbangun dari sadarnya ia mengepalkann tangannya, mau apa Ana kesini atau jangan-jangan ia membuntuti mereka untuk menggoda Steve...?


''Mengapa kau malah masuk ke ruangan kami, aku merasa tidak ada urusan denganmu Ana, atau kau malah sengaja membuntuti kami, jangan bilang kau ingin merebut suamiku..''lantang Fera dengan tatapan mata yang tajam...


Ana seketika tertawa ia sungguh tak menyangka jika Fera sanggup memikirkan kemungkinan itu di kepalanya, merebut Steve apakah dia sudah gila...


Pandangan mata Ana beralih pada Steve yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan memuja yang menjijikan di mata Ana, pria yang menyesal ketika semua sudah terlambat, dari mata Ana dia tau Steve sangat menyesal atas segalanya dan ia tak bahagia di dalam pernikahannya..


Steve menuai apa yang sudah ia tabur sendiri....


Ana lalu kembali memusatkan tatapannya pada Fera yang jauh dari kata berubah, waniat ini selalu pemarah dan egois...


''Aku sama sekali tidak tertarik dengan suamimu Steve aku bahkan telah menganggapnya sampah yang telah aku buang..''


Fera ingin bergerak menampar Ana namun Steve balik menatpnya tajam...


''Jangan mencoba menyakitinya lagi Fera, sudah cukup dengan semua yang kau lakukan selama ini..''

__ADS_1


Fera mengepalkan tangannya dengan gemetar, ketika ia tak bisa menyentuh Ana sedikitpun hatinya begitu sakit ketika Steve membela mantan kekasihnya....


Ana hanya tersenyum sinis, ia tidak ingin terprovokasi oleh kemarahan Fera yang membabi buta..


Ana lalu mengulurkan tangannya pada Hani yang duduk di sampingnya dan mengambil sebuah file dalam map mahal dan meletakannya di hadapan kedua pasangan itu, dan menunggu reaksi mereka...


Steve dan Fera membeku ketika melihat logo Butik Diamond, terutama untuk Fera..matanya melotot dengan ekpresi tidak percaya...


''Apa maksudmu Ana...kau adalah...........''


Ana menatap keduanya dan menikmati ekspresi terkejut Fera dan Steve..


''Akulah pemilik Butik Diamond sekarang, namaku adalah Anastasya Arkana....''


Fera terbatuk-batuk mendengar perkataan Ana yang begitu percaya diri, pemilik butik Diamond...?


dengan cepat Fera menyambar map berwarna biru keemasan itu dan membukanya,


Matanya melebar tak percaya melihat nama pemilik yang tertera di file resmi Butik Diamond...matanya basah karna terlalu tidak terima dengan semua informasi yang membuat sesak di dadanya...


Ana....si gadis miskin ini adalah pemilik Butik Diamond...? berbicara tentang Butik Diamond maka mereka akan di hadapkan dengan kelas sosialita, bahkan ibu negara sering memesan gaun di Butik Diamond...


Jemari Fera gemetar memegang map di tangannya sambil menatap Ana yang hanya tersenyum dengan kemenangan..


''Tulis berapa kerugianmu Fera, aku pasti akan menggantinya 3 kali lipat, bagaimana...'' desah Ana dengan sangat manis..


Fera menggeleng tak ingin percaya...


''Tidak mungkin.......''airmatanya menetes tak ingin kalah....


Hai....terimakasih ya semua readers Author yang cantik dan baik hati, terimakasih sudah mendukung Novel ini. terimakasih sudah like dan komen juga sempet ngasi Vote, Author senang sekali kalian semua suka Novel ini..


So......


Jangan lupa terus dukung Author dengan Like, Koment dan dukung lewat Vote ya jika kalian suka...


Author akan lebih semangat Update melihat kalian ngasi Like dan Komen juga Vote...❤🙏


Salam sehat dan jaga kesehatan kita semua...

__ADS_1


Tuhan Memberkati...❤😇🙏🥰


__ADS_2