
Arkana yang masih di kuasai amarah lalu kembali mengarahkan pukulannya bertubi-tubi pada Danar yang tampak sudah pasrah, pria itu bahkan tidak dapat membalas sedikitpun...
''Arkana..kau salah paham..'' ucap Danar dengan suara yang terngah-engah menahan pukulan..
Sedangkan Ana semakin terlihat kecewa dengan apa yang di lakukan Arkana..perasaan benci dan muak kembali menghantuinya dengan begitu besar hingga ia mengeraskan hatinya....wanita itu kemudian membalikan tubuhnya dan melangkah pergi....
Setelah sebelumnya meminta Hani untuk menghentikan mereka, karna sungguh ia semakin kesal saja pada Arkana, dan tidak perduli lagi kepadanya.
''Salah paham maksudmu...kau bersama istriku dan kau mau aku mengatakan apa..? berbulan bulan aku mencarinya tapi malah kau berani membawanya pergi.'' teriak Arkana dengan murka..
''Seharusnya kau bertanya pada dirimu sendiri tuan Arkana....mengapa sampai Ana ingin pergi...''? desis Danar menegakan tubuhnya sembari mengusap kasar bibirnya yang berdarah akibat kesalah pahaman yang di tuduhkan Danar kepadanya..
Sial.....
''Baiklah...bagaimana kalau aku menembakmu saja hum,...''
''Kau selalu saja bertindak sesuka hatimu Arkana dan aku jamin kali ini semuanya akan begitu berat untukmu.'' tatap Danar tajam..
''Diam....kau akan mati sekarang..''
''Aku bahkan tidak takut apapun..Arkana.'' balas Danar dengan tatapan marah...
Arkana menyeringai tajam lalu mengeluarkan pistol dari dalam sakunya dan mengarahkannya lurus pada Danar..hingga pria itu membeku melihat Hani tiba-tiba saja menghalangi pistol yang di tunjukan Arkana....
''Tuan Arkana hentikan..'' jerit Hani dengan mata yang memerah tajam...
Arkana membeku di tempatnya......
''Hani....''
''Mengapa tuan selalu bertindak dengan egois...? Danar adalah calon suamiku...jika kau membunuhnya lalu apa yang terjadi denganku.'' ucap Hani dengan airmata yang menetes..
Hal itu membuat Danar membeku......ia menurunkan pandangan pada sosok Hani yang masih berdiri di depannya..ia begitu terharu ketika Hani membelanya dan takut kehilangannya..sungguh hati Danar menjadi hangat saat ini..
''Apa maksud kalian..''
''Kak Ana sudah pergi...bukankah tuan Arkana merindukannya...Kak Ana akan menjelaskan semua kepadamu tuan.''
Arkana seperti tersadar dengan apa yang terjadi, tubuhnya menjadi lemas ketika sadar apa yang ia lakukan akan membuat Ana semakin membencinya...pria itu menurunkan pistolnya dengan tatapan yang hancur, sembari mengusap wajahnya dengan kasar..
Apa yang telah ia lakukan...? karna emosinya kini ia kembali kehilangan Ana,
__ADS_1
''Arrrgggghhhhh...'''
Hani menatap sosok Arkana dengan pandangan sedih, yah...ia baru sadar satu hal bahwa keadaan tuan Arkana sangat menyedihkan, tubuhnya lebih kurus dengan wajah yang di penuhi bulu-bulu halus, pria ini tak pernah bercukur lagi..apakah semua ini karna kak Ana yang meninggalkannya....? hati Hani menjadi sangat nyeri..
Arkana menyimpan pistolnya dan mendekat, ia mengusap wajahnya dengan kasar..
memandang Danar dengan rasa bersalah, ia menuduh bahkan memukul Danar tanpa rasa bersalah...
''Danar.....aku minta maaf..'' Danar mengulurkan tangannya..
Danar mengangguk...ia juga ingin semua ini cepat berakhir, ia ingin Ana dan Arkana kembali bersatu demi anak mereka. bagaimanapun mereka suami istri. ia pun membalas uluran tangan Arkana kepadanya.
''Yah...bagaimanapun ini salah paham,...aku mengalah karna aku tau kau hanya terlalu merindukan istrimu namun, setelah semua yang terjadi aku pikir kau harus sedikit bekerja keras...Arkana....''
''Aku akan berusaha lebih baik Danar..astaga aku telah melakukan kesalahan besar.'' ucap Arkana memejamkan matanya dengan rasa sesal yang menumpuk..
Danar dan Hani mendekatinya...
''Kau pasti bisa merebut hatinya kembali Arkana, kami akan memberitahumu sesuatu.'' ucap Danar yang langsung mendapat persetujuan Hani..
Sementara Arkana hanya menatap dengan mata berbinar.,...
**************************************************
Ana membanting pintu dan mengunci dirinya di dalam ruangannya..menghampiri sofa, wanita itu lalu duduk disana di dekat jendela yang mengubungkan dengan pemandangan luar...
Dadanya terasa sesak....
Mengapa ia bisa bertemu lagi dengan Arkana,...mengapa setelah ia ingin hidup baru pria itu malah kembali..? Arkana sama sekali tak berubah..dia masih sosok yang pemarah dan pemaksa dan kenyataan itu semakin membuat Ana benci..?
Sikap arogan Arkana yang mendominasi membuat Ana semakin tak tahan untuk menjauh darinya, ya...ia tau jika Arkana pasti sudah tau alamatnya sekarang,...namun, Ana tak akan pernah menyerah..pria itu tak akan mendapatkan apapun...tidak akan....karna Ana tak akan kembali kepadanya..
Ana memejamkan matanya berusaha menenangkan dirinya sendiri sebelum menghadapi Arkana...
******************************************************
''Pesta....'' ulang Maya menetap ke arah Matteuw dengan tatapan tak yakin..
''Pesta malam ini di Hotel, kau akan ikut kan Maya...kau kekasihku bukan.''
Matteuw menggenggam jemari Maya, sekaligus menghapus keraguan gadisnya..
__ADS_1
''Hotel apa..''
''Hotel Red Flower.''
Maya menganggukan kepala...
''AKu harus meminta ijin kepada kakakku, aku takut dia akan marah jika aku keluar malam..''
Matteuw lalu menyentuh bahu Maya dan setengah memluknya...
''Bagaimana kalau kau sedikit berbohong Maya, katakan pada kakakmu jika kita ada belajar kelompok bersama...'' Matteuw berusaha membujuk Maya..
Dan gadis itu mulai goyah dan menyanggupinya, lagi pula ini hanya pesta...
''Aku akan berusaha Matteuw..''
''Bagus...aku mencintaimu sayang.''
Matteuw lalu memeluk Maya dengan sopan, akhinya setelah sekian lama waktu yang di tunggunya, akhirnya datang,...mereka akan melakukan pesta obat-obatan lalu berikutnya pesta yang pasti selalu di tunggu anak muda...pesta S*x...sebenarnya Matteuw sudah biasa menghadirinya, ini adalaha hal yang biasa di negara ini..
Setiap bulan mereka kan berkumpul bersama dan bertukar pasangan lalu melakukan pesta liar sampai pagi, dan Matteuw sudah tak sabar lagi mengenalkan dunianya kepada Maya..dan berharap Maya akan bergabung dengan kelompok mereka...
Maya sangat cantik meski sedikit tomboy namun..Matteuw yakin gadis ini masih perawan...dan akan sangat indah jika ia bisa menyentuh Maya bukan...?
Maya lalu menegakan tubuhnya...
''Baiklah....aku harus pulang sekarang...''
''Baik...sampai ketemu nanti malam sayang.''
Maya menyanggupinya dan kemudian pulang ke rumah...
Malam harinya......
Maya tengah bersiap siap, ia sudah meminta ijin pada kakaknya Ana lewat telp karna kakak menginap di toko malam ini..kak Hanio juga sedang pergi bersama kak Danar jadi Maya bebas..
Setelah di rasa cukup...
Maya kemudian meluncur menggunakan mobilnya menuju Hotel Red Flower yang di tuju..ketika sampai disana ia lalu memarkirkan kendaraannya..dan menatap gedung yang sangat tinggi di depannya..
''Hotel yang sangat megah..''
__ADS_1
Maya kemudian mengambil lipstik dalam tas dan kembali merapikan penampilannya..
Kini ia sudah siap untuk berpesta...gadis itu tersenyum senang.....