
Mark mendekati Diza yang bergerak menjauhinya, pria itu begitu putus asa...bagaimana bisa Diza mulai membantah dan melawan dirinya, padahal Diza sudah berjanji akan menjadi istri yang baik..bukankah dia berjanji memberikan segalanya kepada Diza, cinta, perhatian, kebahagiaan, bahkan Mark tidak memikirkan wanita lain selain istrinya...hanya saja dia memang tidak mau memiliki anak mengapa Diza tak juga mengerti...Mark mengepalkan tangannya dengan kuat...
''Diza....jangan keras kepala apa yang kau pikirkan ha...ikuti semua kata-kataku sayang, bukankah aku sudah bilang berkali-kali kalau kita tidak butuh anak, kita bisa hidup bahagia tanpa adanya anak sayang...''
Diza menggeleng dengan tegas..
''Bukankah kau juga seorang anak dari ibumu Mark, mengapa kau membuatku tak habis pikir mengapa kau anak-anak bahkan aku sedang mengandung anakmu......''
Mark mengggeleng ingatan masa lalu kembali menggoyahkannya...matanya menjadi panas...
trauma yang sekian lama ia simpan muncul ke permukaan dan menyakitinya...
Hingga Mark memegang pelipisnya...ia mengepalkan tangannya dengan kuat lalu mengangkat wajahnya menatap Diza yang juga terlihat keras kepala....
''Makluk mengerikan itu akan membunuhmu Diza...dia akan merampas hidupmu dariku karn itu aku tak akan pernah memberinya kesempatan hidup....''
Deg!!!!!
Diza menggeleng, ketika Mark melangkah semakin dekat dan ingin memegangnya, saat itulah Diza mengeluarkan pis*u dan juga gunting yang ia sembunyikan di belakang punggungnya dan memuat Mark begitu terkejut......
''Diza.......''
Jangan mendekat...aku tidak akan pernah mengijikan siapapun merampas hidup anakku termasuk dirimu Mark...''
''Diza.....aku bahkan tidak perduli walau kau ingin membunuhku sekalipun, aku tak akan pernah membiarkannya...........''
Kata-kata Mark terputus ketika melihat Diza malah mengarahkan pis*u ke arah dirinya sendiri, hingga Mark begitu terkejut dan membeku di tempatnya...
''Diza.......''
''Jika kau berani menyentuh anakku maka aku tak akan mengampuniku, jika kau mengambil hidupnya dariku dengan kejam....maka aku akann ikut dengan anakku aku akan membunuh diriku sendiri Mark...''
Tangis Diza pecah saat itu juga, sementara Mark sungguh syok dengan ucapan Diza yang begitu tajam kepadanya...
ia menggelengkan kepalanya dengan mata yang basah dan kembali mendekati Diza...
''Jangan pernah mengatakan hal mengerikan itu Diza, kau tidak bisa pergi dariku...''
''Maka kau tak bisa membuat anakku pergi dariku Mark...aku benar-benar mencintainya dan jangan coba-coba merampasnya, atau kau benar-benar tak akan melihatku hidup,..'' ucap Diza tegas..
Mark menggeleng, rasanya semua kekuatannya menghilang dan pria itu jatuh tersungkur di lantai dan menundukan kepala...
''Aku tak bisa kehilanganmu Diza...bagaimana mungkin kau berkata seperti itu, anak itu bagaimana jika kau........''
Diza mendekat dan tubuhnya ikut jatuh dan sejajar dengan Mark yang menundukan kepala dalam-dalam...
__ADS_1
''Mark....ijinkanlah aku melahirkan anak ini aku mohon, aku berjanji akan menyerahkan hidupku kepadamu.....aku mohon...''
Mark mengangkat wajahnya dan menatap wajah Diza yang penuh airmata lalu memegang kedua bahunya sedikit gemetar...ia lalu meraih Diza ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat, ia sungguh takut kehilangan Diza, tidak akan pernah bisa kehilangannya demi apapun...''
''Bagaimana kalau kita berdua bersepakat tentang anak itu Diza...'' bisik Mark di sela pelukannya,....
Diza melonggarkan tenggorokannya dengan kegugupan yang kentara..ia ingin melepaskan pelukan namun Mark tak ingin melepaskannya..
''Mark...''
''Jika anak itu menyulitkanmu atau membahayakan kesehatanmu maka aku tak akan meminta ijin darimu Diza....aku akan segera........''
''Anakku akan melindungiku, dia tak akan menyulitkan Mommy dan Daddynya...Mark...aku mengerti kau pernah punya trauma masa kecil namun.....aku dan ibumu berbeda...setiap kehamilan berbeda...aku akan melahirkan anak kita dengan selamat..''
''Dia bukan anakku...''
''Jangan menyangkal anakmu sendiri sayang....Diza tersenyum sembari mengelus punggung Mark dengan pelan.......kami akan baik-baik saja...sayang,,...''
Ini pertama kalinya Diza memanggilnya dengan kata sayang, pria itu menjauhkan tubuh Diza dan menatap mata Diza ia begitu senang mendengar kata sayang dari bibir Diza....
''Sayang...'' ulang Mark mencoba bersikap lembut...
''Yah...sayang,..kau kan suamiku...''
Mark kembali menatap Diza dengan pandangan menekan, ia masih belum menyerah dengan anak itu..
''Aku sanggup, tidak masalah....Mark, aku mohon...jangan membuatku tertekan..''
Mark mencoba sabar.....
''Aku tak mau terlibat apapun dengan anak itu...apa kau mengerti...bahkan sampai anak itu lahir aku tidak mau terlibat apapun...'' tatap Mark tegas..
''Baik..kami tak akan menyusahkanmu Mark...''
''Bagus...''ucap Mark tersenyum...
Mark kemudian berdiri dan menuntun Diza menuju ranjang, lalu menyingkirkan pis*u dan gunting yang mengerikan itu dengan cepat...
''Kau mau kemana Mark..''
''Aku akan mengunjungi seorang teman sayang, aku akan kembali, mungkin temanku akan malam malam di rumah ini...apakah kau tidak masalah dengan itu..''
''Yah....terserah kepadamu...''
Mark merasa lega lalu mendekat, melum** bibir Diza dan mengusap wajahnya,...
__ADS_1
''Jangan sampai sakit karna anak itu..''
''Yah...aku akan menjaga diriku....''
''Bagus,......aku senang mendengarnya, aku pergi sayang,........''
''Hati-hati dan sampai jumpa Mark,..''
Mark tersenyum dan melangkah keluar kamar...
Dan saat itulah tangisan bahagia Diza pecah di dalam kamarnya, ia kembali memeluk perutnya dengan sayang...
''Kita berhasil nak..kita berhasil meyakinkan Daddy, jadi Mommy mohon..bisakah kita bekerja sama sayang...'' bisik Diza mengelus perutnya yang mulai terlihat tumbuh...ia sungguh bahagia..
Sementara itu ia mendapatkan pesan dari Mama...
Dayse telah kembali sayang, dia akan ke rumahmu untuk minta maaf........maafkan dia sayang...''ucap sang mama..
Dayse...? ulang Diza hanya mengerutkan kening.......
******************
Derrek masih setengah memeluk tubuh Day meminta jawaban gadis itu,...namun Dayse sungguh ketakutan..
dia sudah menikah dengan seorang Will, matanya basah...ketika ia menatap Derrek...
''Maafkan aku Derrek namun semua sudah tidak seperti dulu lagi..aku bahkan.........''
''Dayse..........apa maksud kata-katamu Day, apa yang terjadi....''tatap Derrek tajam..
Dayse meencoba melepaskan pelukan Derrek dan mereka saling menatap..
''Kita tidak mungkin bisa bersama.......''ucap Day dengan airmatanya yang menetes sembari menunjukan cincin di jarinya..
Derrek menghela nafas dengan tatapan terluka...
''Kau telah menikah, tapi apakah itu adalah pernikahan paksa....itu yang kau maksud dengan karma....''
Day meneteskan airmata namun ia lalu melangkah berlari meninggalkan Derrek yang mengejarnya, airmata Day menetes...lalu menghambur ke sisi jalan, dan hendak menyebrang...namun gadis itu terkejut ketika sebuah mobil berhenti di sampingnya...pintu terbuka dan, sebuah suara memanggilnya....
''Dayse...''
Suara berat itu terdengar tepat dibelakangnya hingga Day benar-benar membeku, tubuhnya gemetar ketika menyadari suara itu sangat di kenalnya...ia seolah kehilangan semua tenaganya dalam sekejap..suara itu jelas milik seorang Will, suaminya...
Deg!!!!
__ADS_1
Will mencekal tangan Dayse dan menariknya menuju ke mobil...pintu tertutup dan....