Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Hani Yang Cantik


__ADS_3

Ana memutuskan mengabaikan pesan itu dengan menyimpan tasnya di dalam kamar rias itu..ia tak akan pernah menemui si pengirim pesan misterius itu, tidak akan pernah...


Setelah merasa sudah siap Ana lalu melangkah keluar dari kamar dan meninggalkan ponselnya..


Ana langsung di sambut oleh Fera dan lainnya, Fera masih menggendong putrinya dan tidak berniat melepaskannya sedikitpun hingga Ana menjadi pasrah..tentu saja mereka lalu melangkah menuju ruang makeup dan menyemangati Hani yang sedang gugup....


******************************************************


Sementara Arkana dan Alex berada di dalam mobil keduanya baru saja memantau situasi di gedung pernikahan Hani dan merasa aman...setiap anak buah di tempatkan di berbagai sisi yang memudahkan mereka untuk mengintai musuh...


Acara pemberkatan pernikahan akan di lakukan di sore hari berlanjut sampai malam hari dan Dave pasti akan datang di malam hari dan membuat kekacauan karna itu mereka tak akan pernah mengambil resiko untuk lengah...


''Apa kau yakin semua akan baik-baik saja Arkana...''


''Yah..aku tak pernah seyakin ini sebelumnya...''balas Arkana dengan sedikit kerutan di dahinya...


Arkana menoleh kepada Alex....


''Aku ingin kau menjaga Ana dan mengawasinya untukku Alex....''ucap Arkana tiba-tiba...


''Memangnya Ana dimana...?''


''Aku merasa dia bersikap aneh....seperti menyembunyikan sesuatu dariku dan aku...tak ingin sesuatu yang buruk terjadi...''


''Aku mengerti Arkana tenanglah...semua akan baik-baik saja...''ucap Alex menenangkan sahabatnya...


**************************************************


Hani menatap dirinya di cermin...ia sudah selesai di rias dan menunggu dengan gugup..sebentar lagi ia akan menjadi istri dari seorang Danar Luois, tak pernah di bayangkan Hani jika takdir membawanya sampai sejauh ini.bagaimana bisa ia seorang gadis biasa bersanding dengan pria setampan dan sekaya itu...? sungguh Hani tak mampu berkata apapun..gadis itu menatap mahkota mahal, kalung berlian dan juga gaun pengantin yang mahal yang di beli tuan Danar dari desainer terkenal secara khusus. gadis itu hanya menurut dan patuh..


Hani memejamkan matanya ketika menyadari ia harus benar-benar bersyukur dengan hidupnya, semua yang terjadi kepadanya adalah bantuan dari kak Ana yang angat baik kepaadanya..seumur hidup. Hani akan selalu menjadi yang terbaik untuk sang kakak....


Ceklek......


Ana melangkah masuk dan membuat senyum di wajah Hani terbit, ia sungguh senang sekali melihat Ana di hadapannya hingga ia pun menoleh...

__ADS_1


Mata keduanya bertemu dengan segala keharuan yang hanya di mengerti keduanya..bagaimana tidak, Hani mendampingi Ana melewati berbagai cobaan dalam hidupnya dan tetap setia, hingga mata Ana menjadi panas..ia merasa bahagia ikut menghantarkan Ana pada jodoh dan kebahagiaannya..


''Kau sangat cantik.....Hani..'' bisik Ana dengan mata berkaca-kaca..


Hani mengulurkan tangannya hingga keduanya saling menggenggam...


''Kakak.....terimakasih....''airmata Hani hampir jatuh..


''Eiith....jangan menangis, nanti makeupnya luntur sayang..'' titah Ana yang langsung mendapat anggukan kepala dari Hani...


''Aku sungguh tak menyangka bisa berada disini dan akan menikah kak...aku tau sejak awal jika kakak sangat ingin aku menikah dengan tuan Danar...''


Ana tersenyum menatap gengaman tangan keduanya yang erat...


''Tuan Danar adalah pria yang baik,..dia dewasa dan juga pekerja keras...dia juga pria yang bertanggung jawab...aku tak mau menyerahkan kau pada sembarang orang....aku sangat menyayangimu kau tau itu bukan...dan tentang Jeremy...dia...''


''Dia pernah menjadi G*y itu maksud kakak..''


Ana terkejut ketika sadar Hani juga mengetahui kebenarannya mengapa selama ini Ana terkesan bersikap dingin pada hubungan keduanya..Hani mengerti jika kakak hanya ingin yang terbaik untuknya....


Ana mengangguk lalu semakin mengeratkan genggaman keduanya ia menatap Hani dengan sedih dan bahagia...seharusnya Maya ada disini dan mereka saling menguatkan..apa dayanya jika sekarang Maya malah terpisah dari mereka..


Melihat kesedihan di wajah Ana membuat Hani berdehem...


''Maya akan menyesal ketika semua sudah terlambat kak,....semua orang akan memilih jalan hidupnya....apakah dia tetap berada di dalam kebenaran atau di dalam kejahatan...Maya akan mengerti dan menjadi dewasa...kakak jangan terlalu khawatir dan sedih...


Ana menganggukan kepalanya.....


''Kau selalu mengerti aku Hani...aku sungguh bahagi...sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri dari tuan Danar Lois...aku yakin hidupmu akan bahagia..''


''Akupun berharap begitu kak...terimakasih...oya dimana baby Aleysa...'' tanya Hani sudah rindu...


''Kau harus berjanji memberinya seorang adik yang akan menjaganya..okey...''bisik Ana bagai perintah...


''Aku akan berusaha kak..'' balas Hani penuh senyum..

__ADS_1


Sesaat kemudian Fani, Fera dan Steve juga Daniel masuk ada juga Arkana dan ALex yang tampak gagah dan mencolok...mereka berdua sangat tampan...


''Aku senang sekali dengan kehadiranb semua kakakku...'' bisik Hani dengan senyuman yang mengembang di bibirnya...ia sungguh bahagia....di dampingi semua yang di sayanginya...


''Jangan menangis...''tatap Alex memberi peringatan...


Mereka tertawa seketika dan hanya ada kebahagiaan....


Ana, Fani dan Fera sibuk membantu Hani memakai tudung putih, sementara para pria sibuk menenangkan baby Aleysa dan juga Mark yang sama sekali tidak menyukai Aleysa karna di anggap berisik dengan tangisannya dan merebut perhatian semua orang..Mark sungguh tidak suka pada gadis kecil ini...


Setelah di rasa Hani sudah siap dan tidak kekurangan dari segi tampilan, mereka di beritahu kalau acara pemberkatan pernikahan akan segera di mulai..jadi mereka akan membawa Hani ke dalam gedung pernikahan tempat Danar sudah menunggu...


Dan yang menjadi pendamping pernikahan Hani adalah Arkana..karna dialah sosok kakak baginya selama ini..kak Arkana dan Ana adalah orang yang paling ia cintai dan Hani akan menjadikan mereka bagian dari sejarah kehidupannya....


Semua orang sudah menunggu di aula pernikahan...sementara Arkan berdiri di pintu dengan Hani yang mengapit tangannya, sementara Alex menggendong Aleysa dan duduk bersama Ana samapi Arkana menyelesaikan tugasnya....


''Mereka tampak serasi bukan..'' bisik Ana menyikut pinggang ALex dengan maksdu menggoda...pria itu tersenyum..


''Yah...yah...kau sekaligus ingin mengolok aku bukan..karna aku belum punya pasangan...''tatap Alex dengan lekat..


Ana memanyunkan bibirnya...


''Aku tidak berpikir untuk menyinggungmu...namun apakah dari sekian tamu yang hadir kau tidak tertarik kepada mereka...''


''Tidak berhentilah menjodohkan aku Ana...aku masih trauma dengan Maya..''ucap Alex dingin...


''Ckckck...kau tidak tertolong..umpat Ana..''


Acarapun segera di mulai...namun sebelum semuanya itu di mulai seorang pelayan tergopoh gopoh mendatangai Ana dan berbisik pelan sambil menyerahkan ponselnya yang berdering...


''Nyonya Ana...seseorang sedang menelfonmu...'' bisik pelayan itu,....


Deg!!!!!


Bukankah tadi dia mematikan ponselnya...? bagaimana bisa ponselnya menyala...?

__ADS_1


Ana sungguh bingung dan di saat bersamaan sosok Maya memasuki ruangan,...dan menatap Ana dari jauh.....


__ADS_2