Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Terlalu Marah


__ADS_3

Maya seperti tersadar dari lamunannya ketika Alex menjauhkan tubuhnya usai menciumnya tanpa permisi dan sialnya itu adalah ciuman pertamanya...


Maya tertawa kesal, ia sudah punya kekasih lalu bagaimana mungkin dengan gampangnya ia menyerahkan ciuman pertamanya kepada pria asing ini...? tidak...Alex menyembunyikan sesuatu di dalam matanya dan Maya yakin itu bukan hal yang menyenangkan untuk di dengar..


''Tidak...kakak akan marah jika aku membawa lelaki pulang kerumah, aku masih 19 tahun dan dia berharap banyak untuk masa depanku.'' cegah Maya menolak..


Alex sudah menduga jawaban Maya, gadis itu terlihat keras kepala dan pemberontak itu terlihat dari wajahnya..


''Baiklah...kalau begitu kau tak punya pilihan selain menerimaku sebagai kekasihmu.''


''Tidak Alex itu pemaksaan namanya, aku tidak setuju..kau tak bisa memaksakan kehendak..kita baru saja bertemu dan....''


''Dan aku yakin kau akan menjadi milikku.'' sela Alex percaya diri..


Maya kehabisan kata menghadapi Alex, terang saja perbedaan usia mereka berpengaruh juga dengan pembendaharaan kata bukan...? tentu saja Maya akan kalah dengan telak..


''Aku harus pergi sekarang, kakakku bergantung pada obat ini.'' Maya mulai merintih frustasi ketika Alex sama sekali tak mau melepasnya...


Alex menganggukan kepala, lalu kembali mendekati Maya, meraih tasnya dan mengambil dompet Maya tanpa perlawanan berarti, lalu mengambil sebuah kartu mahasiswa disana yang menunjukan wajah Maya yang manis..


Alex tersenyum lalu mengambilnya...


''Hey....itu adalah punyaku, bagaimana bisa...''


''Ini sebagai pegangan untukku,..aku menunggumu besok dann jangan sampai kau telat datang...aku akan menelfonmu...'' desah Alex lalu mengedipkan matanya dan menjauhi Maya yang berdiri dengan wajah memerah..


Sial......


Pria itu sangat menyebalkan dan pemaksa...liat saja, Maya bisa mencetak kartu itu lagi dan mengganti nomor ponselnya tidak akan pernah ia menginjinkan pria itu masuk dalam kehidupannya...


Maya berbalik dan masuk ke dalam mobilnya..sementara Alex berbalik, ia bisa mendengar dengan jelas gadis itu mengumpat..


Karna apa..?


Alex telah menempelkan alat penyadap di dalam dompet milik Maya jadi ia bisa mendengar dengan jelas aktifitas Maya...hal yang sama pernah ia lakukan pada Ana dulu..


''Lihat saja Maya..kau akan segera menjadi milikku...''


Alex melangkah dengan ringan sesekali ia bersenandung indah dengan senyum yang merekah di bibirnya...


''Mengapa kota sangat indah,...? mengapa aku baru sadar...'' pria itu lalu kembali mengarahkan langkahnya ke mobil.


**************************************


Ana menatap ke arah Danar dan Hani yang datang dan langsung bersikap sangat aneh di hadapannya...mereka duduk saling berjauahan apalagi Hani, ia terlihat pucat dengan wajah muram..


''Apa yang terjadi...mengapa kalian berdua sangat aneh..'' tanya Ana menatap mereka satu persatu, tentu saja ia harus tau apa yang terjadi bukan..?


Danar mengangkat wajahnya dan menatap Ana dengan tatapan nekad, sepanjang perjalanan tadi ia dan Hani terlibat perdebatan panjang karna Hani sama sekali tak ingin Danar bertanggung jawab apalagi mengatakan apapun...tapi Danar tentu ta akan membiarkannya, ia mencintai Hani dan tak akan kehilangan lagi ia berjanji cukup dengan kehilangan Ana itu sangat menyakitkan Danar taka kan melakukan kesalahan yang sama....


''Aku dan Hani..kami tidur bersama di Hotel.''

__ADS_1


''Itu belum pasti tuan Danar..bagaimana mungkin kau mengatakannya dengan yakin...bukankah kita berdua sama-sama mabuk.''


Danar menoleh tajam....


''Ada darah di sprei meski kau tak ingat perbuatan kita tapi aku tak bisa membiarkannya Hani,...kita akan segera menikah...''


Ana sungguh terkejut mendengar berita ini, yah...ia menatap Hania yang mulai menangis dengan rasa kesal yang tertumpuk di dadanya, lalu mengalihkan pandangan pada sosok Danar yang begitu serius memandang Hani...mengapa Hani ragu...?


''Ehm.....Hani...kalian telah melakukannya mengapa kau ragu..''


''Aku sama sekali tidak mencintainya kakak tak bisakah dia berhenti mengatakan hal yang tak masuk akal.''


Danar sungguh marah...


''Bagaimana jika kau hamil....'' ucap Danar tegas,...


Hening.............


Hani tertunduk sedangkan Ana hanya menghela nafas,..ia sama sekali bingung dengan situasi yang terjadi..


Hani mengangkat wajahnya menatap lurus ke arah Danar,..


''Itu bukan urusanmu tuan Danar...''


''Aku tak akan diam saja jika kau sampai hamil Hani, jika kau tidak bersedia menikah denganku maka ketika anak itu lahir maka aku akan mengambilnya darimu...''ucap Danar penuh ketegasan...


''Kau sangat kejam...'' umpat Hani dengan kesal..


Namun Danar tidak perduli, itu satu-satunya cara agar mengikat Hani...


''Bisakah kau berpikir lagi Hani...kalian berdua harus menikah seperti kata Danar..semua sudah terjadi kau tak bisa memutar masa lalu dan kembali..''


Hani mengigit bibirnya yang bergetar, bagaimana dengan Jeremi ia sangat mencintai pria itu dan bagaimana caranya memutuskan hubungan mereka..bagaimana caranya...? Hani sungguh bingung..


''Baiklah......aku setuju jika kak Ana setuju.''ucap Hani menyerah..


Dari segalanya ia sangat patuh pada Ana, kata-kata Ana seperti perintah baginya dan ia tak bisa melawan karna memang ia sangat menghormati Ana..sebagai kakaknya..


Danar menaikan sudut bibirnya..ia pun mengangguk puas,


''Bagaimana jika besok kita ke Mall untuk membeli cincin...''


Ana dan Hani saling menatap,


''Aku akan pergi jika kak Ana ikut bersama kita.''ucap Hani..


Danar akhirnya setuju..pembicaraan mereka pun selesai, dan Ana merasa lega, akhirnya Danar dan Hani bisa menikah..mereka akan saling mencintai seiring waktu ia yakin...


*********************************


Malam ini......

__ADS_1


Arkana duduk di teras balkon Hotelnya..ia menatap langit malam yang begitu cerah, ada banyak bintang dan bukan yang memberi cahaya bagi hatinya yang gelap..


Pria itu mengeluarkan potongan foto USG yang selalu menemaninya dan menatapnya dengan dalam...


''Anakku...kau pasti sudah tumbuh besar sekarang, apakah kau merindukan ayah...? mata Arkana memanas..anak buahnya sudah mencari namun sosok Ana tak bisa di temukan..hingga Arkana semakin gila saja..Ayah akan menemukanmu anakku,....dan ayah janji akan melakukan apapun demi bersama denganmu dan ibumu...tolong tunggu sebentar saja...''


Arkana memejamkan mata dengan foto yang masih di pegang dengan erat di dadanya...ia sungguh berharap bisa bertemu dengan Ana...sangat berat baginya terpisah lama..rasanya dunia tak ada artinya...


*******************************************


Suasana Mall sangat ramai oleh pengunjung, Danar dan Hani telah selesai mencari cincin untuk mereka, lalu Hani pamit ke toilet sebentar, dan meninggalkan Ana dan Danar yang duduk di kursi panjang yang terbuat dari besi yang khusus bagi para pengunjung yang lelah berputar-putar Mall dan bisa istirahat...


''Apa kau lelah Ana..kau mau minum sesuatu..'' tanya Danar dengan ramah seraya meraih jus dari dalam kantung belanjaan dan menyerahkannya pada Ana..


''Terimakasih Danar, aku memang lebih merasa haus dengan kehamilanku ini.'' Ana tersenyum..


''Semoga Hani bisa hamil dan aku bisa memuaskan rasa ngidamnya dan mem,bantunya Ana.''ucap Danar penuh harap..


''Aku sangat yakin kau akan menerima kabar baik.''


Tanpa di sadari Ana....jika Arkana juga masuk ke dalam Mall yang sama dan melihat-lihat..ia hanya ingin menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan karna jika dia berdiam diri maka pikirannya akan kembali menjadi kacau...


Dan...pandangan Arkana tak sengaja jatuh pada sosok Ana dan Danar yang sedang tertawa bersama...


''Ana......''


Arkana begitu terkejut ketika melihat Danar tampak sangat akrab bersama istrinya, api cemburu membakarnya dengan cepat..jadi selama ini Danar yang menyembunyikan istrinya begitu, Arkana kehilangan kesabaran...


Mendekati keduanya dengan tatapan membunuh.....


''Beraninya kau membawa lari istriku..'' teriak Arkana dengan suara yang lantang...


Danar tak sempat menghindar ketika Arkana muncul di hadapan mereka dan..


Bughh!!!!!!


Wajah Danar di hantam dengan keras menggunakan kepalan tangan Arkana yang kuat..


Ana sungguh terkejut melihat Arkana benar-benar ada di depannya..


''Arkana......'' jerit Ana dengan suara yang bergetar...


Hening.......


Arkana menoleh dengan tatapan yang begitu hancur...menatap Ana dengan berbagai ekspresi...ia terlihat sangat marah dan terluka......


Haiiii Readersku tersayang......


Jangan lupa dukung Author dong...dengan Like, Koment dan Vote..Bunga juga boleh...


Biar Author lebih semangad Up nya....

__ADS_1


Love U All


❤❤❤❤❤❤


__ADS_2