Dibawah Ancaman Mafia Kejam

Dibawah Ancaman Mafia Kejam
Dave Yang Menggila


__ADS_3

Dave menatap tajam ketika tubuh Rio di bawah oleh Azura menuju gudang pemeriksaan mereka, Dave masih memegang pistol dan menatap Rio dengan tajam..


''Kau...ternyata selama ini kau sedang mengincar istriku...''


Rio hanya terdiam ia tersenyum kepada Dave...


''Jika tuan Dave mau membunuhku aku bahkan tidak akan membela diriku tuan, aku...memang mengakui aku ingin membawanya pergii..''


Kata-kata Rio membuat Dave terbakar amarah, pria itu mendekat dan melayangkan pukulan bertubi-tubi kepada Rio, sampai tubuh pria itu tersungkur penuh darah namun seolah masih tak puas Dave terus memukul Rio hingga pria itu benar-benar sekarat..


''Aku mengangkatmu menjadi orang kepercayaanku Rio, kau mendapat kehormatan untuk menjadi satu-satunya yang aku percaya..mengapa kau malah menghianatiku...'' teriak Dave dengan murka...


Rio tertawa meski ia babak belur di hajar Dave, ia tau benar Dave tak akan mengampuninya namun membayangkan jika Maya akan tersiksa lagi maka Rio tak akan ragu untuk mengorbankan diri...


''Tuan Dave...meski kau akan membunuhku aku tidak akan pernah menyesalinya, aku hanya tak ingin dia terluka...dia mirip dengan adik kecilku yang telah meninggal, dan aku tak tahan ingin melindunginya...''suara Rio terdengar berat dan tersiksa...


Hening......


Dave membeku setelah mendengar pernyataan Rio yang jujur, pria itu bahkan sampai meneteskan airmatanya, amarah Dave menguap begitu saja lalu mengulurkan tangan agar Rio berdiri...meski dengan kaki yang goyah...Azura membantunya agar tidak jatuh...


''Brengsek,.....mengapa kau tak memberitahuku sebelum aku membuatmu babak belur..'' ucap Dave tertawa....


Rio mengerutkan kening..


''Tuan Dave....''


''Aku memaafkanmu Rio dan satu hal yang harus kau jika aku....akan menikahi Maya, dia sedang mengandung anaknya dan aku tidak akan pernah menyakitinya lagi...''


Rio sangat terkejut namun ia kemudian tersenyum lega...


''Tuan Dave selamat...''


''Tentu saja,...kau juga harus segera mencari pasangan Rio..'' ucap Dave dengan senyuman ramah..


Rio kemudian menundukan kepalanya dengan patuh, sekaligus ucapan terimakasih tuan Dave masih memberinya kesempatan untuk hidup..


Ponsel milik Dave berdering, pria itu meraih ponselnya dan menatap di layar, yang menelfonnya adalah dokter yang menangani Maya,


Dave segera mengangkatnya dan mendapatkan kabar yang mampu menghancurkannya..


Maya menghilang......? teriak Dave dengan murka...


Rio dan Azura juga tak kalah terkejut...


*************************************************

__ADS_1


Maya menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil ia sungguh merasa lega karna Alex mampu membawanya keluar dari rumah sakit dan sekaligus melepaskannya dari Dave, sementara Alea dari tadi memperhatikan Maya yang terlihat semakin cantik dengan tubuhnya yang lebih berisi..


''Apa yang terjadi Maya....bagaimana bisa kau berada di rumah sakit dan..kau tau betapa kawatirnya kami terutama Ana..''


Maya seketika menoleh ketika mendengar nama Ana di sebut, jantungnya berdebar pelan...rasa rindu memenuhi rongga dadanya...mata Maya menjadi basah ketika ia membayangkan sosok kak Ana...


''Bisakah...aku brtemu dengannya.'' bisik Maya dengan pelan...


Alea tersenyum...


''Aku memang akan membawamu kepadanya, dia akan sangat senang menyadari kau masih hidup...''


Airmata Maya menetes, lalu menatap Alex sebentar dan tersenyum...


''Bagaimana kabarmu maksudku..kau dan calon istrimu..apakah kalian berdua...''


''Jangan membahasnya lagi Maya, kami baik-baik saja..aku senang bisa melihatmu disini.''ucap Alea menatap Maya dengan pandangan yang dalam..


''Baiklah...aku tidak pernah merasa selega ini sekarang, aku terbebas dari Dave..''


''Kau berhutang penjelasan Maya..''


Tentu saja Alex...'' balas Maya dengan anggukan kepala..


Maya tersenyum dan merasa lega, baginya melihat Alea saat ini sudah bahgia dan bisa melupakannya adalah hal yang tak bisa di tukar oleh apapun, Maya hanya ingin hidup tenang saat ini, dan bebas,...


''Oya mengenai surat itu...aku sudah membacanya dan....percayalah Maya jika aku...sangat sedih..''


''Itu adalah masa lalu Alex...lagi pula aku masih hidup dan sedang bersamamu sekarang...''


Alex menatap Maya dengan senyuman...


''Apa kau sudah makan..''


Maya menggelengkan kepalanya, aku sangat lapar sekarang ini, apakah kau mau membelikan aku makanan..aku bahkan tak punya uang..'' ucap Maya sedih..


Alex terkekeh menyadari sikap Maya yang sedikit manja, ia menyentuh kepala Maya dan mengusapnya dengan lembut..


''Kita akan singgah di depan untuk membeli makanan, apa yang sedang kau inginkan sekarang...'' tanya Alex penasaran..


Maya menoleh dengan mata berbinar...


''Aku ingin spageti yang banyak...''ucap Maya tak tahan..


''Spageti..'' ulang Alex tertawa....

__ADS_1


''Bukankah kau selalu membenci Spageti Maya..'' tanya Alex yang tertawa...


Maya mengangkat bahu, lalu menatap Alex...


''Aku tidak tau mengapa aku ingin sekali memakannya, sampai aku tak tahan Alex..'' ucap Maya memohon..


''Kau lucu sekali....baiklah malam ini kau akan membawa pulang spageti dengan banyak..'' janji Alex..


''Bagus...kau selalu bisa di andalkan Alex.'' ucap Maya memuji.


Keduanya lantas tersenyum dengan lepas...


****************************************


Dave menggila di dalam ruang rawat milik Maya ketika ia melihat Maya menghilang dari sana, Rio bilang ia hanya meminta Maya ikut namun setelah menunggu Maya tak juga menemuinya...


Pandangan Dave menyapu para dokter, perawat maupun security di hdapannya,


''Maya sedang hamil anakku bagaimana bisa kalian gagal melindunginya.,..''


Dave mengambil pistolnya dan mengarahkannya kepada semua yang ada di ruangan itu yang menunduk ketakutan...


''JIka terjadi sesuatu dengan Maya maka bersiaplah, hidup kalian akan menderita..''


''Saya baru saja keluar ruangan tuan Dave, ketika itu nyonya Maya sedang tidur..jadi saya keluar sebentar unutk mengambil obat..'' seru sang perawat gemetar..


Dave mengusap wajahnya dengan kasar, bayinya..kemana Maya membawa anaknya pergi,..kemana mereka...Dave merada akan menjadi gila..


Pintu terbuka lebar dan sosok Rio masuk sembari membawa tablet yang telah menyimpan rekaman cctv mulai dari ruangan sampai parkiran dan mereka akanmengetahui siapa yang telah membawa Maya pergi..


''Tuan Dave..sebaiknya anda melihat cctv...''ucap Rio menyerahkan tablet ukuran besar itu kepada Dave..


Dan wajah Dave memucat ketika melihat sosok Alex menarik Maya pergi membawanya menuju mobil dan kemudian pergi dari sana dengan cepat...jemari Dave bergetar di dalam genggamannya ia mengerang kesa...


''Alex...dioa membawa Ana....bernainya dia...'' geram Dave dengan marah..


Dave lalu menatap Azura dan Rio....


''Cepat siapkan mobil, aku akan menjemput Maya malam ini juga....''


''Tapi tuan Dave..anda sekarang adalah buronan...kita harus berhati-hati,'' ucap Rio pelan....


Dave tersenyum...


''Apakah kau lupa hukum di negri ini...? jika dalam 2 bulan tidak menemukan tersangka maka dia akan di bebaskan dari segala jenis tuntutan...'' senyum Dave tergambar jelas di wajahnya di ikuti senyum puas dari wajah Rio dan juga Azura...

__ADS_1


Dave menggertakan gigi...Maya adalah miliknya jadi dia harus mengambil miliknya saat ini juga..


__ADS_2