
Dayse membeku ketika melihat sosok Derrek berdiri di hadapannya dengan wajah yang begitu tampan...mata mereka saling memenjara dan membuat Dayse sedikit tersenyum malu...Derrek menatapnya dengan sangat tajam...
''Kau sangat cantik malam ini Dayse...''
''Dan kau sangatlah tampan...''balas Dayse memuji..
''Bagaimana kalau kita pergi sekarang saja...''ucap Derrek lembut..
''Baiklah...''
Dayse menurut ketika Derrek membimbingnya menuju ke dalam mobil, dan saat itu juga mobil meluncur meninggalkan lokasi apartemen dan menuju ke sebuah Restoran arah luar kota..sementara sepanjang jalan mereka saling bercerita dan semakin menjadi akrab..
Yah...begini ternyata rasanya pacaran, perasaan berbunga-bunga dan bahagia, Dayse selalu tersenyum sepanjang waktu hingga ia hanya tertawa dengan setiap lelucon yang di berikan Derrek kepadanya..
Setelah berkendara di jalan yang panjang akhirnya, mereka sampai di restoran yang di tuju..Dayse dan Derrek keluar dari sana sebagai pasangan paling mesra...mereka melangkah bersama dengan Dayse yang mengalungkan tangannya di lengan Derrek..
Memilih tempat, akhirnya mereka duduk bersama.. Dayse hanya tersenyum manis ketika mereka saling menatap, tak berapa lama kemudian para pelayan mulai menghidangkan makanan di depan mereka...
Derrek tak berhenti menatap Dayse yang begitu cantik malam...
''Kau sangat cantik..''
''Aku tau....tapi kau juga sangat tampan....''
''Itupun aku tau...'' balas Derrek...
Merekapun tertawa bersama,.....
''Mengapa kita seperti abg saja...'' ucap Derrek salah tingkah...
''Kita sangat payah untuk merangkai kata..'' balas Dayse tersenyum malu...
Derrek dan Dayse mulai makan sambil sesekali menatap..
''Ceritakan kepadaku Day bagaimana bisa kau menikah dengan pria itu dan mengapa kau tidak berusah lari, menikah tanpa seorang keluarga itu sangat menyakitkan...''
Mata Day memanas.....
''Kau ingat dengan perbuatan ku.....''
''Yah...kau mendorong Aley...''
''Aku sangat ketakutan dan ingin melarikan diri dari kejahatanku Derrek, kurasa ini adalah hukuman Tuhan,....aku berpikir aku menaiki kapal yang benar yang akan mengantarku ke tempat pelarian yang aman...namun sebaliknya...mimpi burukku di mulai...aku salah menaiki kapal milik seorang mafia yang kejam''...Dayse masih emosional ketika menceritakan kisahnya....hingga Derrek harus menenangkan dirinya...
''Jika kau belum siap maka kau tak udah cerita Day,,,aku tak ingin kau sedih...''
''Tidak aku menceritakannya karna aku benar-benar tak tau harus menumpahkan perasaanku kepada siapa, aku tak mungkin menceritakan ini semua kepada mereka....''
__ADS_1
Derrek mengangguk ia mengerti...
''Lanjutkan sayang...'' pinta Derrek membujuk..
Dayse mengangguk...
''Aku menaiki kapal terkutuk itu dan disitulah awal penderitaanku yang sebenarnya...dia...dia memaksaku, dia berpikir aku salah satu gadis penghibur,...aku tak bisa berbuat apapun selain pasrah...aku pernah mencoba bunuh diri tapi dia menelamatkan aku....aku benar-benar hampir putus asa..seolah tak puas..dia...memaksaku menikah padahal aku sangat membencinya...aku benci sekali padanya...'' ucap Dayse dengan nada menekan yang kentara...
Derrek sungguh tak menyangka begitu besar penderitaan Day yang ia ceritakan penuh airmata, semua berawal dan kecemburuan yang gila akhirnya membawa mereka pada petaka besar...
''Jadi kau tak mau kembali kepada suamimu lagi..''
''Tidak....aku tak ingin kembali, melihat wajahnya saja aku benci...walau tidak bertemu denganmu Derrek aku akan tetap memilih bercerai...darinya, lagi pula pernikahan kami tidak sah karna tak ada satupun keluarga yang hadir, aku menikah di bawah ancaman...dan aku tak akan kembali kepadanya..''ucap Dayse tajam..
Derrek mengangguk, pria itu menyentuh jemari Day dan menggenggamnya...
''Itu bagus karna aku tak ingin melepasmu, aku juga mengalami banyak hal Dayse...aku juga punya kekurangan yang besar namun,...aku yakin bersamamu...kita akan bahagia....'' ucap Derrek penuh janji...
Dayse kemudian menganggukan kepalanya sembari tersenyum...merekapun kembali makan malam dengan lebih santai, di tengah suasana malam yang romatis, Derrek tersenyum..
''Aku tak sabar ingin bertemu dengan kedua orangtuamu Dayse...''
''Minggu depan ulang tahun pernikahan orangtuaku, ku harap kau mau datang Derrek...''
''Tentu saja,...aku akan datang dan langsung melamarmu di depan mereka...''
Dayse mengangguk..
Ditengah acara makan malam, pandangan mata Dayse tak sengaja melihat beberapa anak buah Will yang masuk ke dalam restoran, sontak Dayse menjadi terkejut..dari mana Will tau dia disini..
Bagaimana mungkin....?
Dengan wajah panik, Dayse menatap Derrek dengan wajah yang pucat ketakutan...
''Derrek, aku rasa anak buah suamiku datang...''
''Apa.....''
''Yah...dia akan menangkapku lagi...'' bisik Dayse putus asa...sementara ia menundukan kepalanya di bawah meja menghindari tatapan tajam anak buah Will....
''Aku akan menghadapi mereka Dayse...''
''Itu sama saja dengan kau mengantar nyawamu... Will bukan pria yang baik..dia kejam,...dia bisa membunuhmu dalam sekejap..''
Derrek mengerang kesal..
''Lalu apa yang akan kau lakukan...''
__ADS_1
''Berikan aku jassmu Derrek aku akan keluar lebih dahulu, sementara kau....tunggu beberapa saat baru kau keluar....aku menunggu di mobil...'' bisik Dayse pelan..
''Baiklah hati-hati sayang...'' balas Derrek sembari memberikan jassnya..
Ketika Dayse menunduk di bawah meja, GPS yang terpasang akhirnya jatuh ke lantai, gadis itu juga tidak menyadarinya...lalu Daysepun pergi meninggalkan meja dan melangkah keluar dengan penyamaran yang sempurna...
Sementara Derek melangkah pergi beberapa saat kemudian...
Will yang menunggu sangat lama di mobil akhirnya turun dari sana dan melangkah ke dalam restoran. namun langkahnya berhenti ketika ia berhadapan dengan Day yang melangkah keluar dari arah Resto...
Deg!!!!
Dayse yang menyadari lebih dahulu dan langhanya semakin cepat, melewati Will yang sedikit curiga kepadanya...
Ketika Day melangkah melewatinya..Will menoleh...
''Tunggu......''ucap Will dengan nada tegas yang meluncur dari bibirnya..
Dayse berdiri dengan gemetar....ia memejamkan matanya dengan rasa ketakutan yang tergambar jelas...
Will membalikan tubuhnya hendak melangkah mendekati Dayse namun alarm di ponselnya membuatnya menghentikan langkah...lokasi GPS yang di pasangkan di kalung Dayse menunjukan kalau Dayse ada di dalam restoran..
Karna itu Will kembali melangkah ke dalam restoran, dan saat-saat menegangkan itu membuat Day sesak nafas...ketika ia sadar Will sudah menjauh...Dayse kemudian berlari ke arah mobil Derrek dan bersembunyi di dalam sana..hingga akhirnya ia melihat sosok Derrek keluar dan menuju mobilnya...dan di belakang Derrek tampak Wil melangkah dengan gontai...
Dayse kembali harus menundukan kepalanya agar Derrek tidak melihatnya..
Pintu mobil terbuka dan sosok Derrek masuk ke dalam mobil dengan wajah gusar...ia menatap Dayse..
''Aku telah bertemu dengannya Day...''
''Hah...bagaimana bisa...'' ucap Dayse begitu terkejut...
''Dia melacakmu, aku melihatnya memungut sesuatu dari bawa meja...dia memasang GPS padamu...''
Dayse merasa ia sesak di dada, pandangan matanya turun pada kalungnya,...
''Tidak mungkin Will melakukannya...''
Day mengangkat muka....dari jauh ia melihat Will memukul anak buahnya dengan keras, beberapa dari mereka ada yang jatuh dan pria mengeluarkan senjata...Dayse melebarkan matanya...
Will akan memb*nuh lagi...??
''Derrek berhenti...'' ucap Dayse dengan suara bergetar....
Derrek mengerutkan kening....
''Day....''
__ADS_1